10 Tanda dan Gejala Kekurangan Zat Besi yang Harus Diwaspadai

6 min read

10 Gejala Kekurangan Zat Besi

Halo pembaca Dhikly.com. Artikel ini akan membahas 10 tanda dan gejala kekurangan zat besi yang harus anda waspadai. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi terjadi ketika tubuh seseorang tidak memiliki cukup zat besi mineral. Hal ini disebabkan rendahnya tingkat sel darah merah dalam tubuh.

Zat besi diperlukan tubuh dalam memproduksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang memungkinkan mereka membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Jika tubuh anda tidak memiliki cukup hemoglobin, jaringan dan otot anda tidak akan mendapat cukup oksigen dan tidak dapat bekerja secara optimal. Hal ini mengarah pada suatu penyakit yang disebut dengan anemia defisiensi besi.

Meskipun terdapat berbagai jenis anemia, anemia defisiensi besi adalah yang paling umum terjadi di seluruh dunia. [1]

Penyebab umum defisiensi besi adalah zat besi yang tidak memadai karena diet yang buruk atau diet ketat, penyakit radang usus, peningkatan kebutuhan selama kehamilan dan kehilangan darah melalui periode berat atau pendarahan internal.

Apapun penyebabnya, kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala tidak menyenangkan yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, seperti kesehatan yang buruk, mengganggu konsentrasi dan produktivitas kerja.

Tanda dan gejala kekurangan zat besi sangat bervariasi tergantung pada keparahan anemia, seberapa cepat berkembang, usia dan kondisi kesehatan saat ini.

Dalam beberapa kasus, gejala kekurangan zat besi tidak muncul pada seseorang.

Tanda dan Gejala Kekurangan Zat Besi

1. Mudah lelah, tidak seperti sebelumnya

Merasa sangat lelah adalah salah satu gejala paling umum dari kekurangan zat besi, lebih dari 50 persen penderita mengalami gejala ini.

Hal ini terjadi karena tubuh anda membutuhkan zat besi untuk memproduksi protein yang disebut dengan hemoglobin, yang dapat ditemukan dalam sel darah merah. Hemoglobin membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika tubuh anda tidak memiliki cukup hemoglobin, maka lebih sedikit oksigen yang mencapai jaringan dan otot pada tubuh anda, sehingga jaringan dan otot tersebut akan kehilangan energi.

Selain itu, jantung anda harus bekerja lebih keras ke seluruh tubuh anda, hal tersebut juga salah satu penyebab anda mudah lelah.

Karena kelelahan sering dianggap sebagai bagian normal dari kehidupan modern yang sibuk, maka sulit untuk mendiagnosa kekurangan zat besi dengan gejala ini saja.

Namun, banyak orang dengan kekurangan zat besi mempunyai energi yang rendah seperti mudah lelah, merasa tidak nyaman, sulit berkonsentrasi atau produktivitas yang buruk di tempat kerja.

2. kulit menjadi pucat

Kulit pucat dan pewarnaan pucat pada bagian kelopak mata bagian bawah adalah tanda umum lain dari kekurangan zat besi.

Hemoglobin dalam sel darah memberi darah warna merah, sehingga kadar warna pada darah akan berkurang selama defisiensi besi. Hal tersebutlah yang menyebabkan kulit kehilangan warna sehat dan kemerahan pada orang dengan kekurangan zat besi.

Pucat pada penderita defisiensi besi dapat muncul di seluruh tubuh, atau hanya pada area tertentu saja, seperti wajah, gusi, bibir atau kelopak mata bawah dan bahkan kuku.

Hal ini sering merupakan salah satu hal pertama yang akan diperiksa dokter sebagai tanda kekurangan zat besi. Namun, harus dikonfirmasi dengan melakukan tes darah.

Pucat lebih sering terlihat pada kasus anemia sedang hingga berat.

Jika anda menarik kelopak mata bawah ke bawah, lapisan dalam harusnya berwarna merah cerah. Jika warna merah muda pucat atau kuning, ini menandakan anda kekurangan zat besi.

3. Sesak nafas

Hemoglobin memungkinkan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika hemoglobin rendah di dalam tubuh selama kekurangan zat besi, kadar oksigen yang di teruskan maka juga akan berkurang. Hal ini berarti otot tidak akan mendapatkan cukup oksigen untuk melakukan aktivitas normal seperti berjalan.

Akibatnya, laju pernapasan anda akan meningkat ketika tubuh anda mencoba untuk mendapatkan lebih banyak oksigen.

Inilah sebabnya mengapa sesak napas merupakan gejala yang umum terjadi.

Jika anda kehabisan napas setelah melakukan kegiatan normal seperti berjalan, naik tangga, atau berolahraga, kekurangan zat besi bisa menjadi penyebabnya.

4. Pusing

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan sakit kepala.

Gejala ini tampaknya kurang umum terjadi daripada gejala kekurangan besi lainnya.

Pada pasien defisiensi besi, kadar hemoglobin yang rendah dalam sel darah merah menyebabkan oksigen yang dapat mencapai otak tidak optimal. Akibatnya, pembuluh darah di otak bisa membengkak, sehingga menyebabkan tekanan dan sakit kepala.

Meskipun ada banyak penyebab sakit kepala, sakit kepala yang berulang dan intensitas yang sering bisa menjadi tanda kekurangan zat besi pada tubuh.

5. Detak jantung lebih cepat

Detak jantung yang cepat bisa menjadi gejala kekurangan zat besi. Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang membantu mengangkut oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Pada defisiensi besi, kadar hemoglobin yang rendah berarti jantung harus bekerja ekstra keras untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Hal tersebut yang menyebabkan detak jantung tidak teratur atau perasaan bahwa jantung anda berdetak dengan cepat dan tidak normal.

Dalam kasus yang ekstrim, hal ini dapat menyebabkan pembesaran jantung hingga gagal jantung.

Namun gejala kekurangan besi satu ini jarang terjadi. Pasien yang mengalami kekurangan zat besi dalam waktu lama yang mungkin akan mengalami gejala yang satu ini.

6. Rambut dan kulit menjadi kering

Kulit dan rambut yang kering dan rusak bisa menjadi tanda kekurangan zat besi.

Hal ini terjadi karena ketika tubuh anda kekurangan zat besi, ia akan mengarahakan oksigen yang sedikit tersebut ke organ tubuh yang lebih penting.

Ketika kulit dan rambut kekurangan oksigen maka yang terjadi adalah menjadi kering dan rusak.

Kasus defisiensi besi yang lebih parah dikaitkan dengan kerontokan rambut.

7. Lidah dan mulut akan mengalami pembengkakan dan terasa nyeri

Terkadang hanya dengan melihat ke dalam atau sekitar mulut anda dapat memberikan indikasi apakah anda mengalami gejala kekurangan zat besi yang satu ini atau tidak.

Tanda salah satunya yaitu ketika lidah anda menjadi bengkak, meradang, pucat atau halus.

Hemoglobin rendah pada defisiensi besi dapat menyebabkan lidah menjadi pucat, sedangkan kadar hemoglobin yang lebih rendah dapat menyebabkan lidah menjadi nyeri, halus, dan bengkak.

Kekurangan zat besi juga dapat menyebabkan mulut kering, radang di sudut mulut atau sariawan.

8. Kaki menjadi gelisah

Kekurangan zat besi dapat dikaitkan dengan sindrom kaki gelisah.

Sindrom kaki gelisah adalah dorongan kuat untuk menggerakkan kaki anda saat istirahat. Hal ini juga dapat menyebabkan perayapan yang tidak menyenangkan dan aneh atau sensasi gatal di kaki.

Biasanya hal tersebut terjadi saat malam hari, sehingga dapat menyebabkan penderita susah tidur.

Hingga 25 persen orang dengan sindrom kaki gelisah dianggap memiliki anemia defisiensi besi, dan semakin rendah kadar zat besi, semakin buruk gejalanya.

9. Kuku rapuh atau berbentuk sendok

Gejala yang kurang umum dari defisiensi besi adalah kuku yang rapuh atau berbentuk sendok, suatu kondisi yang disebut dengan koilonychia.

Hal ini sering diawali dengan kuku rapuh yang mudah pecah.

Pada tahap selanjutnya dari gejala kekurangan zat besi, kuku berbentuk sendok dapat terjadi dimana bagian kuku menukik dan ujungnya terangkat dan memberi penampilan bulat seperti sendok.

Namun, hal ini adalah gejala kekurangan zat besi yang jarang terjadi dan biasanya hanya terlihat pada kasus anemia defisiensi besi yang parah.

10. Kemungkinan lainnya

Ada beberapa tanda lain bahwa zat besi anda mungkin rendah. Hal ini cenderung kurang umum dan dapat dikaitkan dengan banyak kondisi selain kekurangan zat besi.

Tanda lain dari anemia defisiensi besi, yaitu

  • Merasa cemas.
    Kekurangan oksigen yang tersedia untuk jaringan tubuh yang kekurangan zat besi dapat menyebabkan perasaan cemas. Namun hal ini cenderung membaik atau hilang ketika zat besi tercukupi.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
    Kekurangan zat besi berarti lebih sedikit oksigen yang dikirimkan ke tangan dan kaki. Beberapa orang mungkin merasakan tangan dan kaki yang dingin.
  • Infeksi.
    Karena zat besi diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anda terserang lebih banyak penyakit daripada biasanya. [2]

Apa yang dilakukan ketika anda mengalami gejala kekurangan zat besi?

Beberapa tips ini bisa anda gunakan ketika anda mengalami gejala kekurangan zat besi

1. Bicarakan dengan dokter

Jika anda merasa menunjukkan tanda atau gejala kekurangan zat besi, anda dapat memastikannya di layanan kesehatan.

Jika dokter telah menkonfirmasi bahwa anda menderita kekurangan zat besi, kemungkinan anda dapat mengobatinya dengan cukup mudah yaitu dengan cara meningkatkan asupan zat besi dari makanan atau dengan suplemen zat besi.

Tujuan utama pengobatan adalah mengembalikan kadar hemoglobin menjadi normal dan mengisi kembali cadangan zat besi.

Cobalah untuk memastikan anda mendapatkan cukup zat besi melalui makanan. Hanya minum suplemen jika dokter yang merekomendasikan.

2. Makanlah makanan yang kaya akan zat besi

Jika dokter menganggap kekurangan zat besi anda disebabkan salah diet, maka pertimbangkan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan zat besi, seperti

  • Daging merah, babi atau unggas
  • Sayuran beradun hijau tua, seperti bayam dan kangkung
  • Buah kering, seperti kismis dan aprikot
  • Kacang polong, atau kacang-kacangan lainnya
  • Makanan laut
  • Makanan yang diperkaya zat besi
  • Biji-bijian

3. Bantu tingkatkan penyerapan zat besi pada tubuh

Mengonsumsi vitamin-C dapat membantu tubuh anda menyerap zat besi dengan baik. Pastikan anda mengonsumsi cukup makanan kaya akan vitamin C, seperti buah dan sayuran.

Mungkin juga direkomendasikan untuk menghindari makanan tertentu yang dapat menghambat penyerapan zat besi ketika dimakan dalam jumlah besar, seperti teh, kopi dan makanan yang tinggi kalsium seperti produk susu dan sereal gandum.

4. Minum suplemen zat besi jika dokter merekomendasikan

Secara umum, anda hanya boleh menggunakan suplemen zat besi sebagai upaya terakhir yang dapat anda lakukan.

Jika anda mengonsumsi suplemen zat besi, cobalah untuk mengonsumsi jus jeruk untuk peningkatan penyerapan zat besi dalam tubuh.

Perlu diingat bahwa ada beberapa efek samping yang tidak menyenangkan dari mengonsumsi suplemen zat besi, seperti sakit perut, sembelit atau diare, mulas, mual, dan warna tinja menjadi hitam.

Namun, efek samping ini biasanya akan berkurang dari waktu ke waktu dan tergantung pada dosis zat besi yang anda gunakan.

Catatan

Gejala kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang umum terjadi di dunia.

Beberapa orang memiliki gejala yang jelas, sementara yang lain tidak mengalami gejala kekurangan zat besi sama sekali. Hal ini dipengaruhi juga dari tingkat keparahan anemia yang di derita.

Jika anda merasa memiliki gejala kekurangan zat besi, pastikan untuk memeriksakan diri anda ke dokter. Mendiagnosa diri sendiri sangat tidak dianjurkan.

Untungnya, sebagian besar bentuk defisiensi besi dapat diobati dengan cukup mudah, biasanya melalui diet kaya zat besi atau suplemen zat besi, jika dokter menganjurkan.

Referensi:
Diagnostic Value of Tegument Pallor in Anemia in Pregnant Women in Benin. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15185590/
Nutrition and Nail Disease. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20620759/
Accuracy and Reliability of Pallor for Detecting Anaemia: A Hospital-Based Diagnostic Accuracy Study. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2797134/
Iron Deficiency Anaemia. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26314490/
Understanding Idiopathic Intracranial Hypertension. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26700907/
Iron Deficiency Anaemia
. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26314490/

Add a Comment