7 Bahaya Tekanan Darah Tinggi – Efek Pada Tubuh Anda

3 min read

Bahaya Tekanan Darah Tinggi

Halo pembaca Dhikly.com. Terdapat beberapa bahaya tekanan darah tinggi jika tidak segera mendapat perawatan yang tepat. Yuk kenali bahaya apa saja sih yang dapat disebabkan tekanan darah tinggi. Simak ulasannya berikut ini!.

Bahaya Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau yang biasa disebut hipertensi dapat merusak tubuh anda selama bertahun tahun sebelum gejalanya berkembang.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan tidak segera mendapat perawatan yang tepat, dapat menyebabkan kecacatan, kualitas hidup yang buruk, hingga serangan jantung atau stroke.

Untuk mengurangi komplikasi yang dapat mengancam jiwa, anda dapat mengonsumsi obat-obatan dan merubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Berikut ini adalah bahaya tekanan darah tinggi jika tidak segera diobati

Kerusakan arteri

Pada manusia yang sehat, arteri cenderung fleksibel, kuat, dan elastis. Permukaan pada lapisan dalamnya halus sehingga darah dapat mengalir tanpa hambatan, memasok organ vital dan jaringan dengan nutrisi dan oksigen

Secara bertahap hipertensi meningkatkan tekanan darah yang mengalir melalui arteri pada tubuh Anda. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi adalah

  • Arteri rusak dan menyempit. Tekanan darah tinggi dapat merusak sel sel lapisan di dalam arteri. Ketika lemak mulai ikut mengalir dengan darah, lemak tersebut dapat berkumpul pada arteri yang rusak. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan dinding arteri Anda menjadi kurang elastis, sehingga membatasi aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Aneurisma atau pelebaran abnormal pada pembuluh nadi. Seiring berjalannya waktu, tekanan darah yang bergerak melalui arteri melemah sehingga dapat menyebabkan bagian dinding membesar dan membentuk tonjolan (aneurisma). Aneurisma ini dapat berpotensi untuk pecah dan dapat menyebabkan pendarahan internal yang dapat mengancam jiwa. Aneurisma dapat terbentuk di arteri sebelah mana pun, tetapi pada umumnya pada arteri terbesar tubuh Anda atau biasa disebut dengan aorta.

Kerusakan hati

hipertensi dapat menyebabkan banyak masalah pada kondisi jantung Anda, seperti

  • Penyakit arteri koroner. Kondisi arteri yang menyempit dan rusak karena hipertensi mengalami kesulitan untuk mengalirkan darah ke jantung. Ketika darah tidak dapat mengalir dengan bebas ke jantung, pada umumnya akan mengalami nyeri dada, irama jantung tidak teratur hingga serangan jantung.
  • Jantung kiri membesar. Tekanan darah tinggi anda menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Hal ini dapat menyebabkan bagian jantung (vertikal kiri) menebal. Vertikal kiri yang menebal dapat meningkatkan risiko gagal jantung, serangan jantung hingga kematian mendadak.
  • Gagal jantung. Tekanan pada jantung yang diakibatkan oleh hipertensi dapat menyebabkan otot jantung melemah dan bekerja kurang efisien. Pada akhirnya jantung Anda akan bekerja lebih berat sampai mulai gagal (tidak mampu mengalirkan darah yang cukup ke seluruh tubuh).

Baca juga: 10 Cara Mengontrol Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat

Kerusakan otak

Bahaya tekanan darah tinggi selanjutnya yaitu kerusakan otak.

Otak akan bekerja maksimal jika mendapat suplai darah yang dibutuhkan dipenuhi dengan baik. Tetapi, darah tinggi dapat menyebabkan beberapa masalah yang berkaitan dengan otak, antara lain

  • Transient Ischemic Attack (TIA). Beberapa orang menyebutnya dengan stroke ringan. TIA adalah serangan yang terjadi ketika adanya gangguan pasokan darah ke otak. Hal ini dapat disebabkan oleh arteri yang mengeras dan menggumpal akibat hipertensi. stroke ringan ini merupakan peringatan bahwa Anda berisiko terkena stroke.
  • Stroke. Stroke terjadi ketika bagian otak kekurangan oksigen dan nutrisi yang dapat menyebabkan sel-sel otak mati. Pembuluh darah akan mengalami kerusakan karena tekanan darah tinggi sehingga dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit dan kemudian pecah. Hipertensi menyebabkan gumpalan darah terbentuk di arteri yang menuju ke otak, sehingga dapat menghalangi aliran darah dan berpontensi menyebabkan stroke.
  • Demensia. Arteri yang menyempit atau tersumbat dapat menghalangi laju darah menuju ke otak, hal ini yang dapat menyebabkan demensia vaskular. Stroke yang mengganggu aliran darah menuju otak juga merupakan faktor terjadinya demensia ini.
  • Gangguan kognitif ringan. Penurunan fungsi kognitif pada seseorang juga dipengaruhi oleh laju darah menuju otak. Studi menunjukkan bahwa hipertensi merupakan salah satu penyebab gangguan kognitif ringan.

Kerusakan ginjal

Kerusakan fungsi ginjal merupakan salah satu bahaya tekanan darah tinggi

Fungsi ginjal yaitu menyaring kelebihan cairan dan limbah dari darah. Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan ginjal.

Beberapa masalah yang dapat di sebabkan oleh tekanan darah tinggi yaitu

  • Jaringan parut ginjal (glomerulosklerosis). Jenis gangguan kesehatan ini terjadi ketika pembuluh darah di dalam ginjal menjadi parut dan tidak dapat secara efektif menyaring cairan dan limbah dari darah Anda. Selain itu, glomerulosklerosis juga dapat menyebabkan gagal ginjal.
  • Gagal ginjal. Tekanan darah tinggi pada umumnya menyebabkan gagal ginjal. Pembuluh darah yang rusak mencegah ginjal untuk tidak dapat menyaring limbah dari darah secara normal, hal ini memungkinkan limbah dapat menumpuk. Hal paling parah adalah memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

Kerusakan mata

Dikutip dari Efek Hipertensi Terhadap Tubuh, Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil dan halus yang bekerja sebagai pemasok darah bagi mata. Hal ini dapat menyebabkan :

  • Kerusakan retina (retinatopati). Kerusakan jaringan di belakang mata yang peka terhadap cahaya (retina) dapat menyebabkan pendarahan pada mata. Jika anda juga mengidap penyakit diabetes, risiko terkena retinatopati ini semakin besar.
  • Cairan menumpuk dibawah retina (koroidopati). Koroidopati dapat menyebabkan penglihatan buram.
  • Kerusakan saraf (neuropati optik). Aliran darah yang terhalang dapat merusak saraf optik dan dapat menyebabkan pendarahan di dalam mata atau bahkan hingga kehilangan penglihatan.

Disfungsi seksual

Disfungsi ereksi pada umumnya terjadi pada pria ketika telah mencapai usia 50 tahun. Namun pria dengan tekanan darah tinggi lebih besar risiko terjadi disfungsi ereksi.

Hal ini disebabkan tekanan darah tinggi membatasi aliran darah sehingga dapat menghalangi laju darah menuju penis.

Tidak hanya pria, wanita juga dapat terkena disfungsi ereksi yang diakibatkan oleh darah tinggi. Berkurangnya darah yang mengalir menuju vagina dapat menyebabkan penurunan gairah seksual, kekeringan pada vagina hingga kesulitan mencapai orgasme.

Serangan tiba tiba

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang secara bertahap menyebabkan kerusakan selama bertahun tahun.

Namun, ada kasus tertentu tekanan darah dapat meningkat dengan cepat dan parah sehingga menjadi darurat medis yang membutuhkan perawatan dengan segera.

Dalam situasi ini, hipertensi dapat menyebabkan

  • Kehilangan memori, sulit konsentrasi, mudah marah, atau hilangnya kesadaran secara progresif
  • Stroke
  • Nyeri dada
  • Kerusakan pada arteri utama pada tubuh
  • Jantung mengalami gangguan dalam memompa darah, hal ini dapat menyebabkan sesak napas (edema paru)
  • Kehilangan fungsi ginjal
  • Komplikasi pada kehamilan (preeklamsia atau eklamsia)
  • Kebutaan

Add a Comment