7 Jenis Komplikasi Diabetes Melitus, Harus Diwaspadai

3 min read

Komplikasi Diabetes Melitus

Halo, pembaca Dhikly.com. Artikel ini membahas tentang 7 jenis komplikasi diabetes melitus yang harus anda waspadai. Yuk simak ulasannya beriku ini!.

Komplikasi diabetes melitus

Penderita diabetes harus secara rutin memantau dan mengatur gula darah mereka. Meskipun anda sudah berhati hati, masih ada kemungkinan bahwa diabetes mungkin akan timbul dikemudian hari.

komplikasi diabetes melitus dibagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis.

komplikasi diabetes melitus akut seperti hipoglikemia dan ketoasidosis harus mendapat perawatan darurat.

Jika tidak diobati, kondisi tersebut dapat menyebabkan:

  • Kejang
  • Hilang kesadaran
  • Kematian

komplikasi diabetes melitus kronis terjadi ketika diabetes tidak diobati dengan baik. Diabetes menyebabkan kadar gula darah anda tinggi. Jika tidak dikontrol dengan baik, kadar gula darah tinggi dapat merusak beberapa organ tubuh, seperti:

  • Mata
  • Ginjal
  • Jantung
  • Kulit
  • Saraf

1. Gula darah rendah (hipoglikemia)

Penderita diabetes bisa mengalami penurunan gula darah secara tiba-tiba. Penyebab umum yang terjadi adalah tidak makan atau minum untuk memenuhi kebutuhan insulin pada tubuh atau tidak menggunakan obat yang dapat meningkatkan kadar insulin.

Gejala yang dapat timbul, dapat berupa:

  • Penglihatan kabur
  • Detak jantung sangat cepat
  • Sakit kepala
  • Gemetar
  • Pusing

Jika gula darah anda terlalu rendah dan dibiarkan terus menerus anda juga berisiko mengalami pingsan, kejang hingga koma.

2. Ketoasidosis

Ketoasidosis adalah komplikasi diabetes melitus yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan gula atau glukosa sebagai sumber bahan bakar karena tubuh tidak memiliki insulin yang cukup. Jika sel-sel pada tubuh anda kekurangan energi, tubuh akan mulai memecah lemak sebagai gantinya.

Pada saat pemecahan lemak, tubuh dapat memproduksi asam yang berpotensi racun yang disebut dengan keton. Hal ini dapat menyebabkan:

  • Dehidrasi
  • Sakit perut
  • Masalah pernapasan

3. Masalah mata

Diabetes dapat merusak pembuluh darah di mata dan dapat menyebabkan berbagai masalah, kondisi yang timbul dapat berupa:

Katarak

Katarak memiliki kemungkinan hingga dua sampai lima kali terjadi pada penderita diabetes. Katarak dapat menyebabkan lensa mata yang awalnya jernih menjadi berawan sehingga menghalangi cahaya yang akan masuk ke mata.

Katarak ringan dapat diobati dengan kacamata hitam dan lensa kontrol silau. Katarak yang parah dapat diobati dengan implan lensa.

Glaukoma

Hal ini terjadi ketika tekanan menumpuk di mata dan membatasi aliran darah ke retina dan saraf optik. Glaukoma dapat menyebabkan penglihatan secara bertahap. Penderita diabetes dua kali lebih mungkin terkena glaukoma.

Retinopati diabetes

Retinopati diabetes merupakan istilah umum yang menjelaskan bahwa terjadi masalah pada retina yang disebabkan oleh diabetes. Pada tahap awal, kapiler (pembuluh darah kecil) dibelakang mata membesar dan membentuk kantong. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan dan pendarahan yang dapat merusak mata.

Hal ini juga dapat berkembang ke bentuk proliferatif. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah retina sangat rusak sehingga menutup dan memaksa pembuluh darah baru terbentuk. Proliferatif dapat menyebabkan hilangnya penglihatan permanen.

Edema makula

Makula adalah bagian dari mata yang memungkinkan anda melihat dan digunakan untuk membaca. Edema makula disebabkan oleh retinopati diabetik, ketika dinding kapiler kehilangan kemampuannya untuk mengontrol jalannya zat antara darah dan retina, cairan dapat bocor ke dalam makula mata dan menyebabkan pembengkakan.

Kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan kabur dan berpotensi hilangnya penglihatan. Segera mendapat perawatan seringkali efektif dalam mengurangi risiko kehilangan penglihatan.

4. Ginjal diabetik

Kadar gula darah yang tinggi dari waktu ke waktu dapat merusak kemampuan ginjal anda untuk menyaring limbah keluar dari tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan zat yang biasanya tidak disaring ke dalam urin, seperti protein, jadi dilepaskan.

Anda juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal. Jika tidak diobati, penyakit ginjal diabetik dapat memerlukan dialisis.

5. Saraf

Kelebihan gula darah dalam aliran darah dapat merusak saraf tubuh. Hal ini dapat terjadi pada saraf yang mengontrol proses otomatis tubuh, seperti pencernaan dan dapat terjadi pada saraf yang mengontrol ekstremitas, seperti kaki. Hal ini dapat menyebabkan:

  • Mata sakit
  • Nyeri
  • Sensasi terbakar

Jika mati rasa menjadi parah, pada akhirnya anda mungkin tidak dapat merasakan cedera, luka atau infeksi yang berkembang.

6. Pembuluh darah

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan masalah dengan sirkulasi dan meningkatkan risiko masalah kaki dan penyakit pembuluh lainnya, seperti serangan jantung dan stroke.

7. Masalah kaki dan kulit

Penderita diabetes lebih cenderung memiliki masalah kaki karena kerusakan saraf dan pembuluh darah dan aliran darah terbatas pada ektremitas.

Jika anda menderita diabetes, penting bagi anda untuk menangani masalah kaki dengan serius. Dengan perawatan yang buruk, luka kecil dapat berubah menjadi bisul kulit yang dalam. Jika borok kulit bertambah besar atau tumbuh lebih dalam, mungkin akan terjadi gangren hingga amputasi kaki.

Komplikasi diabetes gestasional

Sebagian besar wanita yang menderita diabetes gestasional melahirkan bayi yang sehat. Namun, kadar gula darah yang tidak diobati atau tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah pada ibu dan bayinya.

Komplikasi pada bayi dapat berupa:

  • Pertumbuhan berlebih. Glukosa berlebih akan melewati plasenta bayi sehingga dapat memicu pankreas bayi memproduksi insulin berlebih. Hal ini dapat menyebabkan bayi tumbuh lebih besar (makrosomia). Bayi yang besar lebih mungkin membutuhkan persalinan caesar.
  • Gula darah rendah. Terkadang bayi dari ibu dengan diabetes gestasional dapat mengembangkan gula darah rendah (hipoglikemia) tak lama setelah kelahiran karena produksi insulin mereka sendiri tinggi. Makan makanan yang tepat dapat mengembalikan kadar gula darah bayi menjadi normal.
  • Diabetes melitus tipe 2 dikemudian hari. Bayi dan ibu yang menderita diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas dan diabetes melitus tipe 2 di kemudian hari.
  • Kematian. Diabetes gestasional yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian bayi sebelum atau tidak lama setelah kelahiran.

Komplikasi pada ibu dapat berupa:

  • Preeklampsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi, kelebihan protein dalam urin, dan terjadi pembengkakan pada tangan dan kaki. preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi diabetes melitus serius bahkan dapat mengancam jiwa bagi ibu dan bayi.
  • Diabetes gestasional terulang dikemudian hari. Setelah anda mengalami diabetes gestasional pada saat hamil, anda lebih mungkin mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya. Anda juga lebih mungkin terserang diabetes seiring bertambahnya usia.

Catatan

Selain jenis diatas, penderita diabetes memiliki risiko terkena penyakit alzheimer. Semakin rendah kontrol gula darah anda, semakin besar risikonya. Meskipun ada teori tentang bagaimana gangguan ini dapat dihubungkan, namun semuanya masih belum terbukti.

komplikasi diabetes melitus dapat berkembang dalam jangka panjang. Semakin lama anda menderita diabetes, semakin tinggi risiko komplikasi. Perawatan pencegahan yang tepat dapat membantu anda mengendalikan atau menghindari banyak atau semua komplikasi diabetes melitus tersebut.

Semakin baik anda mengelola kadar gula darah anda, semakin rendah risiko mengembangnya komplikasi diabetes melitus dan semakin baik kondisi tubuh anda dalam jangka panjang.

Sumber:
Complications. (n.d.) https://www.diabetes.org/diabetes/complications
Diabetes, heart disease, and stroke. (2014, February). https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/heart-disease-stroke
Diabetic kidney disease. https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/diabetic-kidney-disease
Mayo Clinic Staff. Diabetes: Complications. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/symptoms-causes/syc-20371444

Add a Comment