Anemia Aplastik – Gejala, Penyebab dan Faktor risiko

2 min read

Anemia aplastik

Halo, pembaca Dhikly.com. Anemia aplastik merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh berhenti memproduksi sel darah baru. Kondisi ini dapat menyebabkan mudah lelah dan lebih rentan terserang infeksi maupun pendarahan yang sulit dikendalikan.

Anemia jenis ini merupakan jenis anemia yang jarang terjadi, namun anemia jenis ini dapat terjadi pada usia berapa pun. Hal ini bisa terjadi secara tiba-tiba, atau secara perlahan dan memburuk seiring waktu.

Anemia aplastik dapat kemungkinan dapat dirawat dengan obat-obatan, transfusi darah atau transplantasi sel induk, atau yang biasa dikenal dengan transplantasi sumsum tulang.

Gejala Anemia Aplastik

Pada beberapa orang tidak menimbulkan gejala ketika terserang anemia jenis ini. Beberapa gejala yang dapat terjadi yaitu

  • Mudah lelah
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Kulit pucat
  • Infeksi yang berkepanjangan
  • Tiba tiba memar yang tidak jelas asal muasalnya
  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Pendarahan pada luka yang berkepanjangan
  • Pusing
  • Demam

Anemia aplastik bisa terjadi secara singkat dan ada juga yang terjadi hingga kronis.

Penyebab

Sel induk pada bagian sumsum tulang menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Apa penderita anemia aplastik, terjadi kerusakan pada sel punca. Akibatnya sumsum tulang menjadi kosong (aplastik) atau mengandung beberapa sel darah (hipoplastik).

Pada umumnya anemia jenis ini disebabkan dari sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel sel induk pada sumsum tulang. Berikut ini beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi pembentukan sel darah

  • Kemoterapi. Selain dapat membunuh sel kanker, perawatan jenis ini juga dapat merusak sel sel yang sehat, termasuk sel punca pada sumsum tulang. Anemia aplastik dapat terjadi karena pengaruh perawatan jenis ini.
  • Paparan bahan kimia beracun. Bahan kimia beracun, seperti pestisida, insektisida, benzena, bahan yang terdapat pada bensin juga merupakan penyebab anemia aplastik. Hal ini dapat dihindari dengan mengurangi kontak langsung dengan bahan kimia beracun tersebut.
  • Obat-obatan. Beberapa obat seperti yang digunakan untuk mengobati reumathoid arthritis dan beberapa antibiotik, dapat menyebabkan anemia aplastik.
  • Gangguan autoimun. Gangguan ini dapat menyebabkan kekebalan tubuh anda menyerang sel sel yang sehat, atau mungkin sel induk yang terdapat pada sumsum tulang juga akan terserang.
  • Inveksi virus. Infeksi virus dapat memengaruhi sumsum tulang yang dapat menyebabkan terjadinya anemia aplastik. Beberapa virus yang dapat memengaruhi sumsum tulang yaitu, hepatitis, HIV, parvovirus B19, dan cytomegalovirus.
  • Kehamilan. Sistem kekebalan tubuh kemungkinan dapat menyerang sumsum tulang selama kehamilan.
  • Faktor lain. Dalam banyak kasus, dokter tidak dapat mengidentifikasi penyebab anemia aplastik ini.

Baca juga : Anemia Defisiensi Besi – Gejala, Penyebab dan Faktor Risiko

Diagnosis

Dikutip dari alodokter, Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai riwayat anda, seperti riwayat penyakit, riwayat kesehatan keluarga, serta jenis obat yang sedang dikonsumsi.

Pada tahap selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan sebagai pemeriksaan penunjang dokter akan meminta anda untuk

  • Tes darah. Tes darah dilakukan untuk melihat kadar sel darah putih, sel darah merah, hemoglobin dan trombosit pada tubuh anda.
  • Biopsi sumsum tulang. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel sumsum tulang untuk diperiksa dengan mikroskop bertujuan melihat jumlah sel induk. Hal ini dilakukan juga untuk melihat kemungkinan penyakit lainnya.

Hubungannya dengan gangguan langka lainnya

Beberapa orang yang mengalami anemia aplastik juga memiliki kelainan langka yang dikenal sebagai hemoglobinuria nokturnal paroksismal, hal ini dapat menyebabkan anemia jenis aplastik.

Kemungkinan yang dapat terjadi, anemia aplastik menyebabkan terjadinya hemoglobinuria nokturnal paroksismal.

Penyakit bawaan langka yang dapat menyebabkan anemia jenis aplastik adalah Anemia fanconi. Anak yang lahir dengan kondisi tersebut cenderung memiliki cacat lahir, seperti anggota tubuh yang kurang berkembang.

Penyakit ini dapat diketahui dengan melakukan tes darah.

Faktor Risiko

Anemia jenis aplastik merupakan penyakit yang jarang terjadi. Namun beberapa faktor ini dapat meningkatkan risiko terkena anemia aplastik.

  • Perawatan dengan radiasi tinggi atau kemoterapi untuk kanker
  • Paparan bahan kimia beracun
  • Penggunaan beberapa obat-obatan, seperti kloramfenikol, yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.
  • Penyakit darah tertentu, gangguan auto imun, infeksi serius, dan kehamilan

Pencegahan

Pada umumnya tidak ada cara pencegahan khusus untuk anemia aplastik, Namun dengan menghindari paparan insektisida, herbisida, pelarut organik, penghilang cat, dan bahan kimia beracun lainnya dapat menurunkan risiko terkena anemia aplastik.

Add a Comment