Anemia Defisiensi Besi – Gejala, Penyebab dan Faktor Risiko

3 min read

anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia yang paling umum terjadi. Anemia jenis ini merupakan suatu kondisi dimana darah tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup di dalam tubuh.

Seperti namanya, anemia jenis ini disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang berfungsi sebagai pembawa oksigen. Hal ini dapat mengakibatkan penderitanya mudah lelah hingga sesak.

Pada umumnya anemia ini dapat diatasi dengan suplemen zat besi. Terkadang juga diperlukan tes atau perawatan tambahan untuk anemia defisiensi besi, terutama jika dokter mencurigai adanya pendarahan internal.

Gejala Anemia Defisiensi Besi

Pada awalnya anemia ini tidak menimbulkan gejala yang berarti. Tetapi ketika tubuh menjadi kekurangan zat besi dan keadaannya semakin buruk, tanda dan gejala mulai bermunculan.

Berikut ini merupakan tanda dan gejala yang dapat terjadi

  • Mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat
  • Lemas
  • Kulit pucat
  • Nyeri pada dada, detak jantung menjadi cepat hingga sesak napas
  • Pusing
  • Terasa dingin pada bagian tangan dan kaki
  • Peradangan atau nteri pada lidah
  • Kuku menjadi rapuh
  • Nafsu makan buruk, terutama pada bayi dan anak

Penyebab

Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh tidak memiliki zat besi yang cukup untuk memproduksi zat besi.

Hemoglobin merupakan bagian dari sel darah merah yang memberi warna merah pada darah dan dapat memungkinkan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Jika tubuh kekurangan zat besi atau kehilangan zat besi, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin dan anemia defisiensi besi pada akhirnya akan berkembang.

Beriku ini adalah beberapa penyebab anemia defisiensi besi

  • Kehilangan darah. Darah mengandung zat besi di dalam sel darah merah. Jika tubuh kehilangan darah, tubuh juga akan kehilangan zat besi. Wanita dengan menstruasi berat juga berisiko terkena anemia defisiensi besi.

    Beberapa penyebab tubuh kehilangan darah seperti tukak lambung, hernia hiatal, polip usus besar atau kanker kolorektal juga dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Pendarah gastrointestinal dapat terjadi akibat penggunaan rutin beberapa obat penghilang rasa sakit, terutama aspirin.

  • Diet. Tubuh mendapat zat besi dari beberapa makanan yang anda konsumsi. Jika anda mengonsumsi terlalu sedikit zat besi, lambat laun tubuh akan kekurangan zat besi.

    Contoh makanan yang mengandung zat besi antara lain daging, telur, sayuran hijau dan lainnnya. Untuk pertumbuhan, seorang anak dan bayi juga memerlukan makanan yang mengandung zat besi.

  • Ketidakmampuan tubuh menyerap zat besi. Zat besi yang bersumber dari makanan diserap di dalam usus kecil kemudian dialirkan tubuh ke dalam aliran darah. Gangguan pada usus seperti penyakit celiac, dapat memengaruhi usus anda untuk menyerap nutrisi dari makanan, sehingga hal ini memungkinkan terserang anemia defisiensi besi.

  • Kehamilan. Tanpa suplemen zat besi, anemia jenis ini dapat terjadi pada wanita hamil karena zat besi yang mereka perlukan dijadikan sumber hemoglobin bagi janinnya.

Baca juga: Anemia Defisiensi Vitamin – Gejala, Penyebab.

Faktor risiko

Beberapa jenis kelompok berikut ini rentan terkena anemia defisiensi besi, antara lain

  • Wanita. Pada saat menstruasi wanita kehilangan darah, sehingga menyebabkan wanita masuk dalam kelompok yang berisiko terkena anemia.
  • Bayi dan anak. Bayi, terutama yang memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) atau lahir prematur yang tidak mendapat cukup zat besi dari ASI mempunyai risiko terkena anemia. Anak membutuhkan zat besi lebih banyak selama masa tumbuh kembangnya.
  • Vegetarian. Orang yang tidak makan daging kemungkinan memiliki risiko terkena anemia lebih besar jika mereka tidak memenuhi zat besi dari makanan lainnya.
  • Donor darah. Orang yang rutin mendonorkan darahnya memiliki pengingkatan risiko terkena anemia defisiensi besi, karena donor darah dapat menguras simpanan zat besi pada tubuh.

Komplikasi

Anemia defisiensi ringan pada umumnya tidak terjadi komplikasi. Namun jika tidak diobati, anemia defisiensi besi dapat menjadi parah dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya, termasuk

  • Masalah jantung. Anemia defisiensi besi dapat menyebabkan detak jantung lebih cepat dan tidak teratur. Jantung harus memompa darah lebih cepat untuk mengimbangi kekurangan oksigen yang di bawa dalam darah saat anda menglami anemia. Hal ini dapat menyebabkan gagal jatung.
  • Masalah selama kehamilan. Pada wanita hamil, anemia defisiensi besi ini dapat dikaitkan dengan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR). Namun kondisi ini dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi sebagai bagian dari perawatan prenatal mereka.
  • Masalah pertumbuhan. Pada bayi dan anak, kekurangan zat besi parah dapat menyebabkan anemia seta pertumbuhan dan perkembangan terganggu.

Pencegahan

Beberapa risiko anemia defisiensi besi dapat dicegah dengan

Memilih makanan kaya zat besi

Contoh makanan yang kaya akan zat besi yaitu

  • Daging merah, babi dan unggas
  • makanan laut (seafood)
  • Kacang polong
  • Sayuran berdaun hijau gelap
  • Kacang polong

Tubuh akan menyerap lebih banyak zat besi dari daging merah daripada sumber lainnya. Jika anda memilih untuk tidak makan daging, anda mungkin memerlukan beberapa tambahan asupan makanan nabati yang kaya akan zat besi demi memenuhi kebutuhan zat besi pada tubuh anda.

Vitamin C

Anda dapat meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh dengan mengonsumsi jus jeruk atau makanan lainnya yang kaya akan vitamin C.

Vitamin C dapat ditemukan pada

  • Brokoli
  • Jeruk bali
  • Kiwi
  • Sayuran hijau
  • Melon
  • Jeruk
  • Paprika
  • Stroberi
  • Jeruk keprok
  • Tomat

Mencegah terjadi pada bayi

Untuk mencegah anemia terjadi pada bayi, beri ASI anda atau susu formula yang mengandung zat besi pada tahun pertama.

Susu sapi bukan sumber zat besi yang baik bagi bayi dan tidak direkomendasikan untuk bayi yang masih berumur dibawah 1 tahun.

Setelah usia 6 bulan berikan bayi sereal yang kaya akan zat besi atau bubur setidaknya dua kali sehari untuk meningkatkan asupan zat besi. setelah berumur 1 tahun pastikan anak tidak minum lebih dari 20 ons susu setiap harinya. Gantikan susu dengan makanan lainnya yang juga kaya akan zat besi

Kapan harus ke dokter?

Jika mengalami gejala yang menunjukkan anemia defisiensi besi, segera periksakan diri anda ke dokter. Anemia tidak dapat di diagnosis atau diobati sendiri.

Pastikan jika memang anda menderita anemia defisiensi besi. Tanyakan kepada dokter suplemen zat besi apa yang cocok dengan kondisi kesehatan anda.

Add a Comment