Anemia Defisiensi Vitamin – Gejala, Penyebab dan Faktor Risiko

3 min read

Anemia Defisiensi Vitamin

Halo, pembaca Dhikly.com. Pada artikel ini akan membahas anemia defisiensi vitamin meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, komplikasi dan cara pencegahannya. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Anemia defisiensi vitamin merupakan kurangnya sel darah merah sehat yang disebabkan kurangnya vitamin tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh.

Vitamin yang berkaitan dengan anemia defisiensi vitamin ini antara lain folat, vitamin B12 dan vitamin C.

Anemia ini dapat terjadi jika anda kurang mengonsumsi makanan yang mengandung folat, vitamin B12 atau vitamin C. Dapat juga disebabkan tubuh kesulitan menyerap atau memproses vitamin-vitamin tersebut.

Diagnosa dan rekomendasi dokter sangat dibutuhkan jika anda mengalami hal ini. Anemia defisiensi vitamin pada umumnya dapat diperbaiki dengan suplemen vitamin dan perubahan pola makan.

Gejala Anemia Defisiensi Vitamin

Tanda dan gejala anemia ini meliputi

  • Mudah lelah
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Penurunan berat badan
  • Mati rasa atau kesemuran pada tangan dan kaki
  • Otot melemah
  • Gerakan tubuh tidak stabil
  • Mudah bingung atau mudah lupa

Kekurangan vitamin biasanya berkembang perlahan selama beberapa bulan hingga beberapa tahun. Tanda dan gejala defisiensi vitamin mungkin pada mulanya tidak terasa, namun seiring berjalannya waktu akan semakin memburuk.

Penyebab

Anemia defisiensi vitamin terjadi ketika tubuh kekurangan citamin yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah yang cukup sehat.

Sel darah membawa oksigen dari paru-paru menuju seluruh tubuh.

Jika anda melakukan diet yang menyebabkan kekurangan vitamin tertentu, kemungkinan terkena anemia defisiensi vitamin semakin tinggi.

Berikut ini merupakan penyebab defisiensi vitamin

Anemia defisiensi folat

Folat atau dikenal sebagai vitamin B9 merupakan nutrisi yang ditemukan pada buah dan sayur-sayuran yang berdaun hijau. Pola makan yang buruk dapat menyebabkan tubuh kekurangan vitamin jenis ini.

Kekurangan juga bisa terjadi jika tubuh tidak dapat menyerap folat dari makanan yang dikonsumsi. Beberapa kemungkinan tubuh sulit menyeram folat yaitu

  • Memiliki penyakit usus kecil, seperti penyakit celiac
  • Sebagian besar usus kecil diangkat
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Menggunakan obat tertentu, seperti beberapa obat anti kejang

Wanita hamil dan wanita yang menyusui membutuhkan folat lebih banyak, sama seperti seseorang yang menjalani dialisis ginjal. Kegagalan untuk memenuhi kebutuhan folat ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan folat.

Anemia defisiensi vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 dapat disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin ini, seperti daging, telur dan susu.

Penyebab paling umum dari anemia defisiensi vitamin B12 adalah ketika sistem kekebalan tubuh anda menyerang sel perut yang menghasilkan zat ini, yang biasa disebut dengan anemia pernisiosa.

Seseorang yang mengalami gangguan auto imun yang berhubungan dengan endokrin, seperti diabetes atau penyakit tiroid akan memiliki risiko lebih tinggi terkena anemia pernisiosa.

Defisiensi B12 ini juga dapat terjadi jika usus kecil tidak dapat menyerap vitamin B12. Beberapa penyebabnya adalah

  • Telah menjalani operasi pada perut atau usus kecil
  • Memiliki pertumbuhan bakteri abnormal pada usus kecil
  • Memiliki penyakit usus, seperti penyakit crohn atau penyakit seliaka, yang dapat mengganggu penyerapan vitamin.
  • Telah menelan cacing pita dati makanan yang sudah terkontaminasi. Cacing pita tersebut dapat menyedot vitamin yang terdapat pada usus.

Anemia defisiensi vitamin C

Selain dari makanan, kekurangan vitamin C dapat terjadi jika anda seorang perokok. Rokok dapat merusak kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin C.

Penyakit kronis tertentu seperti kanker atau penyakit ginjal kronis juga dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi vitamin C dengan memengaruhi penyerapan vitamin C.

Baca juga : Anemia Hemolitik – Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Faktor risiko

Beberapa faktor risiko dibawah ini dapat memengaruhi tubuh dalam menyimpan vitamin C. Risiko kekurangan vitamin C dapat meningkat jika :

  • Diet yang dilakukan mengurangi sumber vitamin yang dibutuhkan tubuh. Vegetarian yang tidak makan produk susu dan hewani kemungkinan tidak dapat memenuhi vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Memasak makanan yang terlalu lama juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin
  • Sedang hamil, namun anda tidak mengonsumsi multivitamin. Suplemen asam folat sangat penting selama kehamilan berlangsung.
  • Memiliki masalah usus atau kondisi medis lainnya yang dapat mengganggu penyerapan vitamin pada tubuh. pertumbuhan bakteri yang tidak normal pada perut atau operasi usus dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.
  • Alkohol. Alkohol dapat mengganggu penyerapan folat dan vitamin C serta vitamin lainnya.
  • Obat. Beberapa obat dapat mengganggu penyerapan vitamin pada tubuh seperti pada obat anti kejang yang dapat mengganggu penyerapan folat dalam tubuh dan beberapa obat yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.

Komplikasi

Kekurangan vitamin dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, seperti

Komplikasi kehamilan

Wanita hamil dengan defisiensi folat memiliki risiko terjadinya komplikasi, seperti kelahiran prematur. Janin yang sedang berkembang yang tidak mendapatkan cukup folat dari ibunya dapat mengalami cacat lahir pada otak dn sumsum tulang belakang.

Sebelum anda menjadwalkan kelahiran, disarankan untuk konsultasi kepada dokter terlebih dahulu dan meminta rekomendasi suplemen asam folat apa yang cocok dengan kondisi kesehatan anda.

Gangguan sistem saraf

Vitamin B12 penting untuk membentuk sel darah merah, selain itu vitamin B12 juga penting untuk sistem saraf agar tetap sehat.

Kekurangan vtamin B12 yang tidak segera diobati dapat menyebabkan masalah neurologis, seperti kesemutan pada bagian tangan dan kaki atau masalah keseimbangan.

Hal ini dapat menyebabkan kebingungan mental dan menjadi mudah lupa karena vitamin B12 diperlukan untuk kesehatan otak.

Pencegahan

Pilih diet yang sehat

Anda dapat mencegah beberapa bentuk anemia defisiensi vitamin dengan memilih diet sehat yang mencakup beragam jenis makanan

Makanan yang mengandung folat, meliputi

  • Sayuran berdaun hijau gelap
  • Produk biji-bijian, seperti roti, sereal, pasta dan nasi
  • Buah-buahan

Makanan yang kaya akan vitamin B12, meliputi

  • Telur
  • sereal
  • susu, keju dan yogurt
  • daging
  • kerang

Makanan yang kaya akan vitamin C, meliputi

  • Brokoli
  • Jus jeruk
  • Stroberi
  • Paprika hijau
  • Tomat

Pada umumnya kebutuhan vitamin pada orang dewasa setiap harinya

  • Vitamin B12 sebanyak 2,4 mikrogram (mcg)
  • Asam folat sebanyak 400 mcg
  • Vitamin C sebanyak 75 hingga 90 miligram

Wanita hamil dan menyusui membutuhkan vitamin lebih banyak dari biasanya.

Multivitamin

Jika anda khawatir akan pemenuhan kebutuhan vitamin. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jenis multivitamin apa yang cocok dengan kondisi kesehatan anda

Jangan merokok

Merokok dapat mengganggu penyerapan nutrisi seperti vitamin C sehingga dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin.

Jika anda sudah mencoba berhenti namun tidak berhasil, konsultasikan dengan dokter strategi apa yang dapat membantu anda untuk berhenti merokok.

Alkohol

Alkohol dapat berkontribusi terhadap anemia defisiensi vitamin. Jika anda memilih untuk mengonsumsi alkohol, batasi dalam mengonsumsinya.

Add a Comment