Anemia – Gejala, Penyebab dan Komplikasi

3 min read

Anemia

Halo, pembaca Dhikly.com. Pada artikel ini kita akan membahas gejala anemia, penyebab, komplikasi, faktor risiko, dan banyak lagi tentang penyakit ini. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Penderita penyakit ini pada umumnya akan cepat merasa lelah dan lemas.

Ada beberapa jenis anemia dan masing-masing disebabkan oleh kondisi yang berbeda beda. Penyakit ini dapat bersifat sementara atau jangka panjang, dari yang ringan hingga berat.

Jenis-Jenis Anemia Yang Umum Terjadi

Gejala

Tanda dan gejala anemia tergantung dari penyebabnya. Pada beberapa orang tidak mengalami gejala yang berarti ketika terkena penyakit ini.

Ada beberapa gejala yang menandakan Anda terserang penyakit ini, antara lain

  • Mudah lelah
  • Tubuh terasa lemas
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Nyeri pada bagian dada
  • Pada kaki dan tangan terasa dingin

Pada awalnya, mungkin penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun seiring dengan kondisi anemia yang semakin buruk, hal ini dapat menyebabkan gejala yang semakin buruk juga.

Penyebab Umum

Penyebab penyakit ini adalah kurangnya sel darah merah pada tubuh anda, hal ini dapat terjadi jika :

  • Tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah
  • Pendarahan, hal ini dapat menyebabkan anda kehilangan sel darah merah secara drastis
  • Sel darah merah dihancurkan oleh tubuh.

Baca juga : Kenali Darah Tinggi Sebelum Menyerang Anda

Penyebab Anemia

Berbeda jenis berbeda juga penyebabnya. berikut ini adalah jenis penyebabnya

  • Anemia defisiensi besi. Anemia paling umum disebabkan karena kurangnya zat besi dalam tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin untuk membentuk sel darah merah.

    Penyakit jenis ini umumnya terjadi pada wanita hamil. Hal ini disebabkan oleh pendarahan, seperti pada saat menstruasi, kanker, bisul dan beberapa obat penghilang rasa sakit terutama aspirin, yang dapat menyebabkan peradangan pada lapisan perut.

  • Anemia karena peradangan. Penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit ginjal dan penyakit radang akut atau kronis lainnya dapat mengganggu produksi sel darah merah.

  • Anemia sel sabit. Penyakit jenis ini merupakan kelainan genetik yang menyebabkan sel darah merah berbentuk seperti sabit. Sel ini dapat mati terlalu cepat sehingga pasokan sel darah merah pada tubuh tidak dapat terpenuhi.

  • Anemia defisiensi vitamin. Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B12 untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat. Kekurangan salah satu vitamin dapat mengganggu produksi sel darah merah.

    Jenis penyakit ini dapat terjadi akibat lebih banyak konsumsi makanan yang tidak terdapat kandungan vitamin tersebut. Dikutip dari Alodokter, selain anemia defisiensi vitamin, penyakit ini juga bisa disebabkan ketika tubuh sulit atau gagal menyerap vitamin B12 atau pun folat, kondisi ini disebut dengan anemia pernisiosa.

  • Anemia aplastik. Penyakit jenis ini sangat jarang terjadi. Anemia aplastik disebabkan oleh infeksi, obat-obatan tertentu, penyakit auto imun, dan paparan bahan kimia beracun.

  • Anemia hemolitik. Penyakit ini terjadi ketika sel darah merah dihancurkan lebih cepat dari pada proses pembentukannya. Penderita anemia jenis ini pada umumnya disebabkan oleh penyakit auto imun, infeksi, efek samping obat.

Sel Darah Merah

Pada dasarnya tubuh anda memiliki tiga jenis sel darah, yaitu sel darah putih yang berfungsi untuk melawan infeksi, trombosit untuk membantu pembekuan darah, dan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Sel darah merah mengandung hemoglobin. Hemoglobin ini yang memberikan darah protein zat besi dan zat ini lah yang memberi warna merah pada darah.

Dikutip dari Mayo clinic, sebagian sel darah merah diproduksi secara teratur di sumsum tulang Anda.

Untuk menghasilkan hemoglobin dan sel darah merah, tubuh Anda membutuhkan zat besi, vitamin B-12, folat dan nutrisi lain yang bersumber dari makanan.

Faktor Risiko

Faktor berikut ini dapat meningkatkan kemungkinan anda terkena penyakit ini.

  • Diet. Diet memungkinkan anda kekurangan vitamin dan mineral tertentu. Pola makan yang buruk, seperti rendah zat besi, vitamin B-12 dan folat dapat meningkatkan risiko terkena anemia.
  • Gangguan usus. Risiko terkena penyakit ini meningkat ketika memiliki gangguan pada usus yang dapat memengaruhi penyerapan nutrisi, seperti penyakit crohn dan penyakit seliaka.
  • Haid. Pada umumnya, wanita yang belum mengalami menopause memiliki risiko anemia defisiensi besi lebih besar dari pada mereka yang sudah mengalami menopause.
  • Kehamilan. Jika anda hamil dan tidak mengonsumsi multivitamin yang mengandung asam folat dan zat besi, Anda memiliki risiko terkena penyakit ini lebih tinggi dari mereka yang mengonsumsi multivitamin.
  • Kondisi Kronis. Lebih tinggi terkena penyakit ini, ketika seseorang menderita kanker, gagal ginjal, diabetes atau kondisi kronis lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah.
  • Keluarga. Jika seseorang memiliki keluarga yang mempunyai riwayat penyakit anemia turunan seperti sel sabit, anda mungkin juga akan mengalami kondisi tersebut.
  • Usia. Seseorang yang berusia lebih dari 65 tahun berisiko tinggi mengalami anemia.
  • Faktor lain. Riwayat infeksi, penyakit darah, dan gangguan auto imun tertentu meningkatkan risiko anemia.

    Alkoholisme, paparan bahan kimia beracun, hingga penggunaan obat-obatan tertentu dapat memengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

Komplikasi

Beberapa masalah akan muncul jika Anemia tidak segera mendapat perawatan yang cepat dan tepat, beberapa diantaranya yaitu

  • Kelelahan parah. Anemia berat dapat membuat anda sangat lelah hingga mengganggu aktivitas harian anda.
  • Kehamilan. Wanita hamil dengan anemia defisiensi folat lebih mungkin mengalami komplikasi, seperti kelahiran prematur.
  • Jantung. Anemia merupakan salah satu penyebab jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur. Ketika menderita anemia, jantung akan memompa lebih banyak untuk mencukupi kekurangan oksigen dalam darah. Pada kondisi lebih parah dapat menyebabkan pembesaran jantung atau gagal jantung.
  • Kematian. Beberapa anemia yang di dapat dari keturunan, seperti anemia sel sabit dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Kehilangan banyak darah dengan cepat dan menghasilkan anemia akut dan parah bisa berakibat fatal.

Pencegahan

Beberapa jenis penyakit ini tidak dapat dicegah. Namun, anda bisa menghindari anemia defisiensi besi dan anemia defisiensi vitamin dengan makan makanan yang mengandung beragam vitamin dan mineral, termasuk :

  • Zat besi. Beberapa makanan kaya akan besi yaitu daging sapi dan daging lainnya, kacang kacangan, sayuran berdaun hijau gelap, dan buah.
  • Folat. Nutrisi ini dapat ditemukan dalam buah-buahan atau jus buah, sayuran berdaun hijau gelap, kacang polong, kacang merah, kacang tanah, dan produksi biji-bijian seperti roti, sereal, pasta dan nasi.
  • Vitamin B-12. Makanan yang mengandung nutrisi ini contohnya yaitu daging, produk susu, dan produk kedelai
  • Vitamin C. Makanan yang kaya akan vitamin C yaitu jeruk, paprika, brokoli, tomat, melon dan stroberi.

Anda juga dapat memenuhi nutrisi dengan multivitamin. Namun konsultasikan kepada dokter multivitamin apa yang cocok untuk kondisi kesehatan anda.

Kapan harus ke dokter?

Segera pergi ke dokter jika anda mengalami gejala di atas.

Namun perlu diingat bahwa jangan membuat asumsi sendiri sebelum memeriksanya ke dokter.

Cek kesehatan anda secara teratur, ubah pola hidup menjadi lebih sehat, perhatikan makanan yang anda konsumsi, agar kesehatan tubuh anda tepat terjaga.

Add a Comment