Anemia Hemolitik – Gejala, Penyebab dan Pencegahan

2 min read

Anemia Hemolitik

Halo pembaca Dhikly.com. Pada atikel ini kita membahas anemia hemolitik yang meliputi gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, komplikasi dan pencegaha. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Anemia hemolitik adalah penyakit kurang darah yang di akibatkan karena sel darah merah lebih cepat hancur dibanding pembentukannya.

Penyakit ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk menghindari komplikasi, seperti gagal jantung atau detak jantung menjadi cepat dan tidak seirama.

Jenis anemia ini dapat dialami sejak baru lahir, artinya anemia hemolitik dapat diturunkan dari orangtuanya.

Seseorang yang terkena anemia hemolitik namun riwayat keluarga tidak ada yang menderita, bisa jadi disebabkan oleh penyakit, efek samping konsumsi obat dan paparan zat kimia.

Pada beberapa kasus jenis anemia ini dapat disembuhkan dengan mengobati penyebabnya. Namun, hal ini juga dapat berlangsung lama secara berkepanjangan atau kronis, terutama jika penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan.

Gejala anemia hemolitik

Pada mulanya anemia ini akan memunculkan gejala yang ringan, lalu kemudian memburuk seiring berjalannnya waktu atau bisa saja datang secara tiba tiba. Berikut ini merupakan gejala anemia hemolitik :

  • Warna kulit menjadi pucat
  • Sering pusing
  • Cepat lelah meskipun tidak berativitas berat
  • Demam
  • Warna urine menjadi gelap
  • Warna kulit dan mata menjadi kuning
  • Derang jantung lebih cepat

Penyebab

Dikutip dari Alodokter. Beberapa orang mengalami anemia hemolitik karena turunan. Berikut ini merupakan penyebab anemia hemolitik yang dipicu faktor keturunan, yaitu

  • Anemia sel sabit
  • Ovalositosis
  • Talasemia
  • Kekurangan enzim piruvat kinase
  • Kekurangn enzim glukosa 6 fosfat dehidrogenase atau G6PD
  • Sferositosis

Berikut ini adalah penyebab diluar keturunan, antara lain

  • Penyakit infeksi, seperti hepatitis, infeksi virus epstein-barr, tipes, hingga infeksi bakteri coli tertentu.
  • Penyakit autoimun
  • Efek samping obat-obatan
  • Kanker
  • Keracunan arsenik atau timah
  • Reaksi tubuh akibat transplantasi organ
  • Gigitan ular berbisa
  • Menerima transfusi darah dari golongan darah yang berbeda

Diagnosis

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, riwayat kesehatan keluarga. Setelah itu dokter akan memeriksa fisik pasien seperti warna kulit, memeriksa perut pasien apakah ada pembesaran organ hati dan limpa.

Bila dokter mencurigai pasien menderita anemia jenis ini, dokter akan merekomendasikan anda untuk :

  • Cek darah lengkap, gunanya untuk mengetahui berapa jumlah sel darah dalam tubuh
  • Pemeriksaan bilirubin
  • Tes combs, untuk melihat apakah antibodi menyerang sel darah atau tidak, karena hal ini juga merupakan penyebab anemia.
  • Aspirasi tulang sumsum. Gunanya untuk melihat bagaimana sel darah merah terbentuk dan untuk mengetahui tingkat kematangannya
  • Tes urine
  • Pemeriksaan sel darah tepi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menghitung sel darah muda, kelainan bentuk dan ukuran darah.
  • Pemeriksaan skrining talasemia

Pengobatan

  • Pengobatan anemia hemolitik dapat berbeda tiap orang, tergantung dari penyebabnya, tingkat keparahan, kondisi kesehatan, usia serta respons pasien terhadap obat.

Beberapa kasus, dokter akan menyarankan beberapa metode pengobatan , yaitu

  • Suplemen asam folat dan sumplemen zat besi
  • Obat imunosupresan
  • Suntik imunoglobin
  • Transfusi darah

Pada kasus pada tingkat yang parah, dokter akan melakukan bedah pengangkatan limpa (splenektomi). Prosedur ini pada umumnya dilakukan ketika pasien sudah tidak merespon dengan pengobatan diatas.

Komplikasi

Anemia jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat memicu komplikasi berbahaya, seperti

  • Detak jantung tidak seirama
  • Kelainan otot jantung
  • Gagal jantung

Pencegahan

Anemia hemolitik dapat dicegah dengan menghindari infeksi, yaitu dengan

  • Hindari kontak langsung dengan orang yang terkena infeksi
  • Menjauhi kerumunan orang banyak
  • Mencuci tangan dan gosok gigi secara rutin
  • Menghindari konsumsi makanan mentah
  • Menjalani vaksinasi flu

Anemia yang disebabkan oleh faktor keturunan tidak dapat dicegah, namun jika ada beberapa keluarga yang mengidap penyakit ini, anda dapat menjalani konsultasi genetik untuk mengetahui besar peluang penyakit anemia akan diturunkan kepada anak Anda.

Kapan harus ke dokter?

Periksakan diri ke dokter jika anda mengalami beberapa gejala diatas, terutama bila terdapat keluhan pada kulit dan mata menguning atau detak jantung semakin cepat.

Penyebab anemia hemolitik salah satu nya yaitu penyakit auto imun atau efek samping konsumsi obat-obatan. Penting untuk dilakukan kontrol secara rutin jika menderita penyakit auto imun atau konsumsi obat tertentu untuk jangka panjang.

Hal ini dilakukan agar efek samping konsumsi obat dapat terpantau

Add a Comment