Anemia Sel Sabit – Gejala, Penyebab, dan Komplikasi

3 min read

Anemia Sel Sabit

Halo, pembaca Dhikly.com. Pada artikel ini membahas tentang gejala, penyebab, faktor risiko, komplikasi dan cara pencegahan pada anemia sel sabit. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Anemia sel sabit merupakan salah satu gangguan kesehatan yang disebabkan karena kurangnya sel darah merah sehat yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Pada umumnya sel darah merah berbentuk bulat yang fleksibel bergerak dengan mudah di dalam pembuluh darah.

Pada penderita anemia sel sabit, sel darah merah membentuk seperti sabit atau bulan sabit. Sel yang kaku dan lengket ini dapat tersangkut pada pembuluh darah yang kecil. Hal ini dapat menyebabkan aliran darah terhambat dan oksigen juga akan terhambat penyebarannya dalam tubuh.

Gejala Anemia Sel Sabit

Tanda dan gejala sel sabit pada umumnya muncul setelah terjangkit 5 bulan lamanya. Tanda dan gejalanya meliputi

  • Anemia. Sel sabit mudah pecah dan mati. Sel darah merah biasanya hidup sekitar 120 hari sebelum akhirnya di ganti dengan sel darah merah baru. Namun, sel sabit akan mati dalam 10 hingga 20 hari saja.

    Tanpa sel darah yang cukup, tubuh terhambat dalam mendapatkan oksigennya, hal ini menyebabkan penderitanya mudah lelah meskipun tidak beraktivitas.

  • Nyeri. Nyeri akan dirasakan secara berkala atau yang biasa disebut dengan krisis nyeri ini merupakan gejala utama anemia sel sabit.

    Rasa sakit muncul ketika sel darah merah berbentuk sabit menghalangi aliran darah pada pembuluh darah kecil ke dada, perut, dan sendi. Rasa nyeri juga dapat terjadi pada tulang Anda.

    Intensitas nyeri dapat berlangsung beberapa jam hingga berminggu-minggu. Pada beberapa orang, krisis nyeri hanya dirasakan sesekali saja dalam satu tahun. Krisis nyeri yang parah membutuhkan perawatan di rumah sakit.

  • Pembengkakan tangan dan kaki. Pembengkakan ini di sebabkan oleh aliran darah yang menuju tangan dan kaki terhambat oleh sel sabit.

  • Infeksi. Sel sabit dapat merusak limpa, sehingga penderitanya rentan terkena infeksi. Biasanya dokter akan memberi bayi dan anak dengan vaksinasi anemia sel sabit dan antibiotik untuk mencegah infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, seperti pneumonia.

  • Pertumbuhan terganggu. Sel darah memberi tubuh oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan. Kekurangan sel darah merah yang sehat dapat memperlambat pertumbuhan pada bayi dan anak hingga pada remaja.

  • Penglihatan. Pembuluh darah menuju mata dapat terhambat karena adanya sel sabit. Adanya sel sabit tersebut dapat merusak retina dan dapat menyebabkan masalah penglihatan.

Penyebab

Dikutip dari hellosehat, Anemia sel sabit disebabkan oleh mutasi pada gen pembentuk hemoglobin pada tubuh.

Mutasi gen tersebut menyebabkan hemoglobin bercampur dengan zat besi yang terlalu banyak. Hal ini menyebabkan sel darah merah menjadi kaku, lengket dan cacat.

Jenis anemia ini dapat terjadi jika pada bayi yang baru dilahirkan terdapat dua gen sel sabit yang masing-masing berasal dari kedua orang tua nya. Sementara jika si bayi hanya memiliki satu gen sel sabit saja, pada umumnya tidak menimbulkan gejala.

Namun hal itu berarti bayi sebagai pembawa atau carrier penyakit ini.

Baca juga: Anemia Aplastik – Gejala, Penyebab dan Faktor risiko

Faktor risiko

Salah satu faktor risiko terjadinya sel sabit ini adalah memiliki keturunan sel sabit.

Meskipun pada salah satu orang tua dilahirkan dalam keadaan normal, ia akan tetap mempunyai kemungkinan menurunkan sel sabit pada turunannya nanti sebesar 25%.

Risiko mengalami sel sabit lebih tinggi pada keturunan ras karibia, afrika india, amerika latin, dan mediterania.

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh sel sabit, yaitu

  • Stroke. Sel sabit dapat menghambat aliran darah menuju ke otak. Tanda stroke mulai menyerang anda meliputi, kejang, mati rasa pada lengan dan kaki, kesulitan bicara, hingga kehilangan kesadaran. Jika anak mengalami hal ini, segera periksakan ke dokter, agar cepat mendapat perawatan medis.
  • Sindrom dada akut. Infeksi paru atau sel sabit yang penyumbat pembuluh darah di paru-paru dapat menyebabkan komplikasi yang dapat mengancam jiwa, hal ini ditandai dengan nyeri dada, demam hingga kesulitan napas.
  • Hipertensi paru. Orang dengan anemia sel sabit dapat meningkatkan tekanan darah tinggi di paru-paru mereka. Komplikasi ini pada umumnya menyerang orang dewasa. Napas pendek dan mudah lelah merupakan gejala umum dari kondisi ini.
  • Kerusakan organ. Sel sabit dapat menghalangi aliran darah menuju organ dalam tubuh. Kekurangan darah yang rendah oksigen dapat merusak saraf dan organ, termasuk ginjal, hati dan limpa.
  • Kebutaan. Sel sabit dapat menghalangi pembuluh darah kecil yang mengalirkan darah menuju mata. Dengan berjalannya waktu, hal ini dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan.
  • Batu empedu. Sel darah yang hancur dapat menghasilkan zat yang disebut dengan bilirubin. Kadar bilirubin yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu empedu.
  • Priapisme. Kondisi ini dapat menyebabkan pria mengalami ereksi yang menyakitkan dan tahan lama. Sel sabit dapat menyumbat pembuluh darah pada penis, hal ini juga dapat menyebabkan impotensi.
  • Komplikasi kehamilan. Anemia sel sabit dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan pembekuan darah selama kehamilan. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko keguguran, lahir prematur hingga berat badan lahir rendah (BBLR).

Pencegahan

Jika anda merupakan seseorang pembawa sel sabit, disarankan untuk konsultasi pada dokter genetik untuk memahami risiko memiliki anak dengan anemia sel sabit.

Dokter akan memberikan rekomendasi atau penjelasan kemungkinan perawatan, tindakan pencegahan dan pilihan reproduksi.

Kapan harus ke dokter

Anemia sel sabit pada umumnya di diagnosa pada saat masih bayi melalui skrining bayi baru lahir. Jika anda atau anak Anda mengalamai salah satu masalah berikut ini, segera periksakan ke dokter

  • Demam. Orang dengan anemia sel sabit memiliki peningkatan risiko infeksi serius dan demam dapat menjadi tanda pertama infeksi.
  • Pembengkakan pada tangan atau kaki
  • Pembengkakan perut, terutama jika terasa lunak saat disentuh
  • Kulit atau kuku terlihat pucat
  • Warna kuning pada kulit atau putih mata
  • Tanda atau gejala stroke. Jika anda mengalami kelumpuhan pada satu sisi atau pada wajah, lengan dan kaki, merasa kebingungan, kesulitan berjalan atau berbicara, perubahan penglihatan secara mendadak atau mati rasa yang tidak jelas penyebabnya, sakit kepala parah, segera periksakan pada dokter sesegera mungkin, agar cepat mendapat perawatan medis.

Add a Comment