Asam Lambung : Yang Harus Anda Ketahui

3 min read

asam lambung tinggi atau Gastroesophageal reflux diseases (GERD)

Halo Pembaca Dhikly.com. Pada artikel ini kita akan membahas tentang asam lambung yang meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, komplikasi, pengobatan, dan pencegahan. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Asam Lambung

Lambung berfungsi untuk mencerna makanan, salah satu caranya adalah dengan menggunakan asam lambung. Komponen utama asam lambung adalah asam klorida.

Lapisan pada lambung secara alami mengeluarkan asam lambung. sekresi ini dikendalikan oleh hormon dan sistem saraf pada tubuh.

Terkadang lambung akan menghasilkan asam lambung yang terlalu banyak sehingga dapat menyebabkan beberapa gejala yang membuat penderitanya tidak nyaman.

Gejala

Beberapa tanda bahwa anda mungkin memiliki asam lambung tinggi atau Gastroesophageal reflux diseases (GERD), yaitu:

  • Mual atau muntah
  • kembung
  • maag
  • diare
  • nafsu makan menurun
  • penurunan berat badan secara tiba tiba
  • Sulit menelan
  • Rasa asam dan pahit muncul pada kerongkongan dan mulut
  • Batuk kering yang berkepanjangan saat malam hari
  • Nyeri pada bagian dada atau pada ulu hati
  • Bau napas tidak sedap
  • Gigi terjadi kerusakan

Gejala Gastroesophageal reflux diseases (GERD) sama dengan gangguan kondisi pencernaan lainnya.

Disarankan untuk memeriksakan diri anda ke dokter jika mempunyai gejala diatas untuk membantu anda mendiagnosa penyebab dan gejala hingga perawatan apa yang dibutuhkan untuk mengatasi hal ini.

Penyebab

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan Gastroesophageal reflux diseases (GERD). Seringkali, kondisi ini menyebabkan produksi hormon gastrin meningkat.

Hormon gastrin adalah hormon yang memberi tahu lambung untuk memproduksi lebih banyak asam lambung.

Berikut ini adalah beberapa penyebab asam lambung naik

  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Makanan. Terlalu banyak konsumsi makanan dengan kadar lemak tingi.
  • Pola hidup. Jika anda saat ini menjalani pola hidup yang buruk seperti, terlalu banyak konsumsi kopi, cokelat, minuman keras dan merokok, kemungkinan anda terserang Gastroesophageal reflux diseases (GERD).
  • Sress. Banyak pikiran atau stress dapat menyebabkan otot LES menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.
  • Obat-obatan. Jika anda mengonsumsi obat penurun Gastroesophageal reflux diseases (GERD, lalu anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsinya, Anda mungkin dapat mengalami asam lambung yang terus meningkat. Namun hal ini pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.
  • Sindrom Zollinger-Ellison. Jenis gangguan ini merupakan kondisi yang cukup jarang terjadi, tumor yang disebut gastrinoma terbentuk di pankreas dan usus kecil. Gastrinoma menghasilkan gastin yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan asam lambung meningkat.
  • Infeksi Helibacter pylori. Kondisi ini merupakan bakteri yang menempel pada lambung dan dapat menyebabkan terbentuknya bisul. Beberapa orang dengan infeksi Helibacter pylori memliki asam lambung yang tinggi.
  • Obstruksi saluran lambung. Ketika jalur dari lambung menuju usus halus tersumbat maka dapat menyebabkan peningkatan asam lambung.
  • Gagal ginjal kronis. Pada beberapa kasus, orang dengan gagal ginjal atau seseorang yang menjalani dialisis dapat meningkatkan produksi gastrin, sehingga produksi asam lambung ikut meningkat.

Pada beberapa kasus, penyebab penyakit ini tidak dapat diidentifikasi secara spesifik. Ketika penyebab suatu kondisi tidak dapat ditentukan, hal tersebut dapat juga disebut dengan idiopatik.

Faktor risiko

Beberapa faktor risiko berikut ini dapat menyebabkan asam lambung meningkat. Pada umumnya faktor penyebabnya berhubungan dengan otot LES yang melemah.

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Dalam masa kehamilan
  • Berusia lanjut
  • Gastropasresis, yaitu kondisi dimana otot dinding lambung melemah, sehingga pengosongan lambung melambat.
  • Sclederma, yaitu kondisi dimana jaringan ikat tidak dalam kondisi normal.
  • Hernia hiatus, Yaitu kondisi dimana bagian lambung masuk ke rongga dada seseorang.

Gangguan kesehatan ini juga dapat menyerang bayi, pada umumnya disebabkan oleh oto LES yang masih dalam tahap pertumbuhan. Gejala asam lambung naik pada bayi, yaitu gumoh atau sendawa setelah diberi ASI atau susu dan setelah makan, penting bagi orang tua untuk mewaspadai jika gejala tak kunjung hilang setelah anak berusia satu tahun.

Baca juga: Kista – Gejala, Jenis, Faktor risiko, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

Diagnosis

Gejala asam lambung naik dianggap menjadi penyakit ketika gejalanya muncul paling tidak dua kali dalam sepekan. Dokter akan melakukan diagnosis dengan beberapa langkah, seperti pemeriksaan fisik, dan beberapa diagnosis lainnya. Pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat dilakukan, yaitu

  • Elektrokardiogram (EKG). Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat apakah ada penyakit serangan jantung atau jantung coroner. Karena kedua penyakit tersebut menimbulkan gejala yang mirip dengan Gastroesophageal reflux diseases (GERD), yaitu nyeri pada dada.
  • Gastroskopi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan selang berkamera yang berfungsi untuk melihat apakah ada peradangan pada esofagus atau kerongkongan (esofagitis).
  • Manometri esofagus. Tes ini dilakukan untuk memeriksa irama dan kekuatan otot kerongkongan.
  • Foto rontgen. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi saluran pencernaan atas dan lapisannya.
  • Pengukuran tingkat keasaman atau PH pada kerongkongan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan selang atau kateter ke dalam kerongkongan. Selang tersebut akan terhubung ke komputer untuk mengukur tingkat keasaman kerongkongan.

Komplikasi

Memiliki kadar asam lambung yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang berkaitan dengan lambung lainnya, seperti

  • Ulkus peptikum. Bisul peptikum adalah luka yang dapat berkembang ketika asam lambung mulai menggerogoti lapisan pada lambung.
  • Pendarahan gastrointestinal. Hal ini merupakan kondisi dimana saluran pencernaan mengalami pendarahan.
  • Asma. Disarankan untuk tetap menjaga saluran udara agar tidak terganggu oleh asam lambung yang meningkat.

Pengobatan

Asam lambung yang tinggi seringkali diobati dengan inhibitor pompa protein (PPI). Obat-obatan tersebut bekerja untuk menurunkan produksi asam lambung.

PPI dapat mengatasi asam lambung lebih baik dibanding dengan H2 blocker. PPI dapat diberikan secara oral, namun beberapa kasus yang parah juga dapat diberikan secara IV.

Jika asam lambung meningkat dan disebabkan oleh infeksi H. pylori, biasanya dokter akan memberikan anda obat antibiotik bersama dengan PPI. Antibiotik bekerja untuk membunuh bakteri sementara PPI akan membantu menurunkan produksi asam lambung.

Pada beberapa kasus, operasi mungkin disarankan, seperti pengangkatan gastrinoma pada orang dengan sidrom Zollinger-Ellison. Selain itu, seseorang yang memiliki ulkus yang parah mungkin perlu menjalani operasi untuk mengangkat pada bagian perut (gastrektomi) atau saraf vagus (vagotomi).

Jika anda mengalami gejala seperti perut tidak nyaman atau mulas, Anda dapat melakukan perubahan pola makan untuk membantu mengurangi gejala anda.

Pencegahan

Beberapa tips dibawah ini dapat anda lakukan untuk mencegah Gastroesophageal reflux diseases (GERD).

  • Hindari makanan berlemak, makanan asam, dan pedas
  • Kurangi minum soda atau minuman yang berkarbonasi
  • Makan dengan porsi yang lebih sedikit namun sering.
  • Mengikuti diet rendah karbohidrat.
  • Membatasi konsumsi alkohol dan kafein
  • Catat makanan apa saja yang anda makan, sehingga anda mengetahui makanan apa saja yang menyebabkan perut anda tidak nyaman, dan hindari makan makanan tersebut.
  • Berhenti merokok
  • Hindari makan cokelat dan tomat
  • Menghindari penggunaan bantal yang tinggi.

Kesimpulan

Asam lambung dapat membantu memecah dan mencerna makanan, namun jumlah asam lambung yang terlalu tinggi dapat mengganggu kesehatan. Hal ini dapat menyebabkan anda mengalami beberapa gejala seperti sakit perut, mual, kembung, dan mulas.

Ada beberapa penyebab Gastroesophageal reflux diseases (GERD), seperti infeksi H. pylori, sindrom Zollinger-Ellison, dan efek dari penghentian konsumsi obat.

Jika tidak diobati, GERD dapat menyebabkan komplikasi seperti bisul. Periksakan diri anda jika mengalami gejala pencernaan yang terus berulang dan mengkhawatirkan.

Referensi:
What to Know About High Stomach Acid. https://www.healthline.com/health/high-stomach-acid-symptoms
Gastroesophageal reflux disease (GERD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940

Add a Comment