Asam Urat – Tanda & Gejala, Penyebab, Pantangan

6 min read

Asam urat

APA SIH ASAM URAT ITU?

Penyakit asam urat merupakan kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan, adanya rasa panas serta pembengkakan di area persendian.

Penyakit ini dapat menyerang bagian tubuh manapun. Seperti pada bagian tangan, kaki, dan punggung.

Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa menjadi kronis, namun juga bisa disembuhkan dan dicegah agar tidak kambuh.

lalu faktor apa saja yang menyebabkan?

FAKTOR RISIKO

Faktor yang menyebabkan

Penyebabnya adalah kadar uric acid yang terlalu banyak di dalam darah. Dalam kondisi normal, zat kimia ini akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin dan feses.

Namun jika jumlah asam urat dalam tubuh terlalu banyak sampai tidak dapat diolah, uric acid tersebut akhirnya mengeras dan mengkristal di sekitar sendi. Penumpukan kristal uric acid ini lalu menimbulkan peradangan.

Kadar yang terlampau tinggi disebabkan oleh pola makan tidak sehat, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung purin.

Purin adalah zat kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh, namun terdapat juga di dalam beberapa jenis makanan. Purin seharusnya diolah tubuh untuk menjadi asam urat. Namun semakin banyak asupan Anda, semakin kewalahan tubuh untuk memprosesnya dengan baik. 

Pada akhirnya, penumpukan purin dalam darah dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami asam urat ini.

Faktor yang membuat anda rentan terserang

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu naiknya kadar asam urat dalam darah seseorang, antara lain:

1. Usia dan Jenis Kelamin

Asam urat cenderung banyak terjadi pada pria dengan kisaran usia 30-50 tahun. Pada wanita, penyakit ini dapat muncul setelah terkena menopause.

Orang lanjut usia juga lebih rentan terserang penyakit ini daripada orang dewasa muda.

2. Memiliki keluarga yang mengidap asam urat.

Jika ada satu anggota keluarga yang mengidap penyakit ini, Anda berpeluang lebih besar untuk mengalami hal yang sama.

Riwayat keluarga bukanlah penyebab yang utama. Namun dengan mengetahui riwayat kesehatan keluarga, Anda bisa lebih waspada terhadap risiko penyakit ini.

3. Obesitas

Memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko terserang. Orang yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari 25 kg/m 2 harus lebih waspada terhadap penyakit ini.

4. Kerap menggunakan obat dan beberapa obat kemoterapi

Beberapa efek samping dari jenis obat-obatan yang Anda konsumsi dapat menjadi penyebab asam urat menumpuk di dalam tubuh. Obat-obatan yang dapat memicu antara lain:

  • Aspirin: dapat meningkatkan risiko apabila dikonsumsi secara rutin 1-2 tablet per hari.
  • Diuretik: biasanya digunakan untuk mengatasi penumpukan cairan di tubuh.
  • Obat kemoterapi.
  • Obat yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, seperti cyclosporine.

5. Memiliki kondisi medis tertentu

Memiliki gangguan kesehatan tertentu sebelumnya dapat meningkatkan peluang terkena asam urat. Gangguan kesehatan yang bisa meningkatkan risiko adalah:

  • Diabetes
  • Gangguan sindrom metabolik
  • Penyakit tiroid
  • Kolestrol tinggi
  • Anemia
  • Sleep apnew
  • Obesitas
  • Leukimia
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Penyakit jantung
  • Arterosklerosis
  • Penyakit infeksi
  • Tekanan darah tinggi

6. Gaya hidup tidak sehat

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak purin, seperti daging dan seafood akan membuat gejala muncul. Selain itu, minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan bisa menjadi penyebab kadar uric acid pada darah melonjak.

Baca juga : Makanan dan minuman penyebab asam urat

7. Kekurangan cairan tubuh

Apabila Anda kekurangan cairan, tubuh akan sulit mengeluarkan zat asam tersebut melalui urin. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab uric acid menumpuk di dalam tubuh.

8. Baru saja mengalami cedera atau pembedahan.

Cedera bisa menjadi penyebab uric acid karena dapat menimbulkan peradangan pada sendi yang kemudian akan memicu munculnya gejala  yang lainnya.

TANDA DAN GEJALA

Proses terkena asam urat

Tiga tahapan berdasarkan tingkat keparahannya adalah:

  • Tahap pertama. Pada tahap ini kadar uric acid sudah naik di dalam darah, tetapi belum ada gejala penyakit yang muncul. Bisa saja Anda tidak akan pernah merasakan gejala kondisi ini Biasanya, orang yang mengalami hal ini, baru akan merasakan gejalanya pertama kali setelah terserang penyakit batu ginjal.
  • Tahap keduaUric acid telah membentuk kristal-kristal yang biasanya terjadi pada bagian jari kaki. Dalam tahap ini, Anda baru akan merasakan nyeri dan sakit pada sendi, tetapi tidak berlangsung lama. Selang beberapa waktu kemudian, Anda baru akan mengalami gejala lainnya dengan intensitas dan frekuensi yang semakin sering.
  • Tahap ketiga. Gejala terasa tak kunjung hilang dan kristal-kristal yang terbentuk tidak hanya menyerang satu sendi saja. Bahkan, dalam tahap ini akan muncul gumpalan-gumpalan zat tersebut yang sudah mengkristal di bawah kulit. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri yang lebih parah dan dapat merusak tulang-tulang rawan.

Sebagian besar orang yang menderita penyakit ini, hanya mengalami tahap satu atau dua saja. Cukup jarang orang yang menderita kondisi ditemukan telah mencapai tahapan ketiga. Sebagian besar penderita, sudah dapat ditangani dengan baik pada tahap kedua.

Apabila nyeri asam urat Anda sudah berlangsung cukup lama, lebih baik segera periksakan diri anda ke dokter.

Baca Juga : Makanan yang harus dihindari saat asam urat

Tanda terkena asam urat

Pada awalnya, Asam urat tidak menimbulkan gejala yang berarti. Gejala baru mulai tampak dan terasa ketika serangan akut berlangsung, atau ketika penyakit ini sudah berlangsung lama (kronis).

Terdapat banyak gejala penyakit asam urat yang umum terjadi, antara lain:

  • Sendi mendadak terasa sangat sakit, yang sering pertama kali terjadi di pagi hari
  • Kesulitan untuk berjalan akibar sakit yang mengganggu, khususnya di malam hari.
  • Sendi bengkak dan lunak
  • Sendi kemerahan
  • Rasa panas di sekitar sendi
  • Saat gejala mereda dan bengkakmengempis, kulit di sekitar sendi yang terkena akan tampak bersisik, terkelupas dan terasa gatal.

Meski gejala penyakit ini bisa mereda dengan sendirinya, harus tetap dilakukan pengobatan untuk mencegah risiko kambuh dengan tingkat gejala yang meningkat.

KAPAN HARUS KE DOKTER?

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan tadi, periksa ke dokter segera untuk mendapatkan pengobatan. Kadar asam urat yang dibiarkan berlebih dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen jika tidak ditangani dengan cepat.

Apabila Anda mengalami demam dan sendi Anda panas serta meradang, segera periksakan diri anda. Ini dapat menjadi tanda infeksi.

DIAGNOSA DAN PENGOBATAN

Diagnosa Penyakit Asam Urat

Untuk memastikan apakah gejala tertentu merupakan indikasi penyakit asam urat atau bukan, dokter akan melakukan beberapa langkah diagnosis, seperti menanyakan riwayat penyakit pasien, seberapa sering gejala muncul, dan memeriksa lokasi sendi yang sakit. Terdapat juga pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan untuk memastikan diagnosis, antara lain:

  • Tes cairan sendi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil cairan sendi yang bengkak menggunakan jarum suntik.
  • Tes darah. Tes ini ditujukan untuk mengukur kadar asam urat dan kreatinin dalam darah. Mereka yang mengidap asam urat memiliki kreatinin hingga 7 mg/dL. Namun, tes ini tidak selalu memastikan penyakit asam urat, karena beberapa orang diketahui memiliki kadar asam urat tinggi, tetapi tidak menderita penyakit asam urat.
  • Tes urin 24 JAM. Prosedur ini dilakukan dengan memeriksa kadar asam urat dalam urine yang dikeluarkan pasien selama 24 jam terakhir.
  • Rontgen dengan sinar-X. Apabila dicurigai menderita kondisi ini, penderita perlu melakukan rontgen untuk melihat lebih jauh penyebab peradangan yang terjadi pada sendi.
  • CT-scan. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi di mana lokasi tumpukan kristal berada, meskipun tidak menimbulkan gejala.

Pengobatan Penyakit Asam Urat

Tidak ada obat asam urat yang bisa membuat seseorang terlepas dari penyakit ini selamanya. Meski begitu, obat tertentu dapat mengendalikan dan meringankan gejala yang muncul.

Jadi, jika Anda ingin terhindar dari serangan asam urat di masa mendatang, Anda harus patuh minum obat asam urat yang diresepkan oleh dokter dan mengubah pola hidup menjadi sehat.

Gejala yang muncul bisa diobati dengan mengonsumsi obat asam urat berikut:

  • Non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs) untuk mengobati serangan asam urat mendadak dan parah. Contoh obat asam urat jenis ini yaitu ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan etoricoxib.
  • Steroid dapat digunakan sebagai obat alternatif selain NSAID. Obat jenis ini tersedia dalam bentuk oral maupun suntikan yang bisa langsung dimasukkan ke persendian. Contohnya, yaitu prednison dan methylprednisone.
  • Colchicine membantu mengurangi risiko kekambuhan. Dokter akan meresepkan obat asam urat ini, bila NSAID tidak cocok untuk Anda. Namun dalam beberapa kasus efek samping obat ini dapat menimbulkan diare, mual, dan kram perut.
  • Obat yang mengontrol tingkat asam urat dalam darah seperti allopurinol, probenesid, dan febuxostat.

Dapat juga dicegah dengan

  • Menghindari Makanan memiliki zat Purin Tinggi.
  • Perbanyak Minum Air Putih.
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
  • Minum Kopi Secukupnya. 
  • Konsumsi Buah yang memiliki Antioksidan Tinggi. 
  • Menghindari obesitas
  • Rutin berolahraga

PANTANGAN

Pantangan apa saja yang harus dihindari?

Tidak hanya butuh minum obat dengan teratur saja, tapi Anda juga harus mematuhi berbagai pantangan. Pantangan penting  dan wajib dilakukan untuk mencegah asam urat kambuh di kemudian hari.

Sebenarnya pantangan asam urat yang paling utama adalah menghindari hal-hal yang dapat memicu asam urat kambuh lagi. Lalu, apa saja pantangan yang harus dipatuhi oleh penderita?

1. Mengonsumsi makanan tinggi purin

Purin sebenarnya bisa ditemukan di berbagai makanan. Tapi dalam pantangan asam urat, Anda hanya harus menghindari makanan dengan tinggi purin seperti jeroan, kaldu daging, sosis, bebek, dan berbagai jenis seafood. Sementara, makanan yang harus dibatasi yaitu:

  • Daging dan ayam yang hanya boleh 50 gram per hari
  • Kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tanah yang boleh dikonsumsi sebanyak 25 gram dalam satu hari
  • Beberapa macam sayuran contohnya, bayam, kangkung, buncis, kembang kol, daun serta biji melinjo yang masing-masing hanya boleh dimakan sebanyak 100 gram per hari.

Tidak semua makanan menjadi pantangan asam urat, kok. Ada beberapa makanan yang aman untuk dikonsumsi, bahkan dianjurkan seperti makanan yang rendah lemak, buah-buahan yang mengandung vitamin C dan kalium, seperti apel dan pisang yang bisa menolong Anda terhindar dari risiko kekambuhan.

2. Makan sembarangan

Pantangan asam urat lain yang harus diperhatikan yaitu mengelola dan mengatur pola makan dengan baik. Tak hanya melakukan diet rendah purin saja.

Sebaiknya Anda juga menghindari makanan yang mengandung lemak dan gula yang  tinggi. Selain buruk bagi kesehatan, makanan ini membuat timbangan berat badan Anda mudah melonjak.

3. Kurang minum air

Jarang minum air adalah pantangan asam urat selanjutnya. Anda harus menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik dengan minum air yang cukup. Usahakan untuk lebih banyak minum air putih, ketimbang air yang memiliki rasa manis. 

4. Jarang olahraga

Berdiam diri saja di rumah atau bermalas-malasan di dalam kamar adalah salah satu pantangan yang harus Anda patuhi, jika tidak ingin kambuh lagi.

Berolahraga rutin dapat membuat Anda menjaga berat badan tetap ideal. Semakin bertambah berat badan Anda akibat malas bergerak, maka semakin sering serangan penyakit ini yang dapat Anda alami di kemudian hari.

Semua pantangan asam urat tersebut penting dan wajib untuk Anda lakukan jika tidak ingin merasakan nyeri dan sakit di persendian. Namun, bisa saja meski Anda sudah mematuhi pantangan yang sudah dianjurkan dokter gejala dapat muncul di kemudian hari.

Jika hal ini terjadi, maka lakukan beberapa cara berikut untuk mengatasinya:

  • Angkat tungkai yang terasa nyeri untuk mengurangi pembengkakan
  • Berikan kompres es pada sendi yang meradang selama sekitar 20 menit
  • Ulangi sesering yang diperlukan tapi pastikan suhu bagian yang dikompres telah kembali normal sebelum mengulanginya lagi.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Baca Juga : Batu Empedu – Penyebab, Faktor risiko, Gejala, Komplikasi

Add a Comment