Batu Ginjal : Gejala, Penyebab, Jenis, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan

4 min read

Batu Ginjal : Gejala, Penyebab, Jenis, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan

Halo pembaca Dhikly.com. Artikel ini akan membahas batu ginjal yang meliputi Gejala, Penyebab, Jenis, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Batu ginjal

Batu ginjal atau nefrolitiasis adalah endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk didalam ginjal.

batu ginjal
1.1 Ginjal

Diet tidak sehat, kelebihan berat badan, beberapa kondisi medis hingga obat obatan tertentu merupakan penyebab batu ginjal. Seringkali, batu ginjal ditandai dengan urin pekat, hal tersebut memungkinkan mineral mengkristal dan saling menempel.

Batu pada ginjal pada umumnya memang menyakitkan, namun jika diketahui sejak awal, kebanyakan tidak menyebabkan kerusakan yang serius.

Pada beberapa kondisi, obat penghilang rasa sakit dan minum banyak air putih merupakan jalan keluar agar terbebas dari batu ginjal. Namun pada kasus lain, misalnya, jika batu bersarang pada saluran kemih dan menyebabkan infeksi kemih atau menyebabkan komplikasi, operasi mungkin diperlukan untuk terbebas dari kondisi tersebut.

Gejala

Batu ginjal pada umumnya tidak menimbulkan gejala hingga batuan tersebut bergerak dari ginjal atau masuk ke ureter – tabung penghubung antara ginjal dan kantung kemih -.

Jika batuan tersebut masuk ke dalam ureter dan menghalangi aliran urin hingga menyebabkan ginjal membengkak, akan menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Pada kondisi tersebut, mungkin anda akan mengalami tanda dan gejala seperti

  • Nyeri hebat, di samping dan belakang, di bawah tulang rusuk
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan
  • Rasa sakit yang datang berulang ulang
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil

Tanda dan gejala lain yang mungkin terjadi

  • Urin berwarna merah muda, merah atau cokelat
  • Urin berbau tidak sedap
  • Sering buang air atau intensitas buang air sedikit namun sering
  • Mual dan muntah
  • Jika terdapat infeksi, pada umumnya mengalami demam dan kedinginan

Ketika batu bergerak melalui saluran kemih, rasa sakit bisa saja berubah ubah – misalnya bergeser ke lokasi yang berbeda.

Kapan harus ke dokter?

Segera periksakan diri Anda jika memiliki tanda dan gejala yang mengkhawatirkan.

Segera periksakan diri anda jika anda mengalami

  • Rasa sakit yang sangat parah sehingga aktifitas terganggu
  • Nyeri disertai mual dan muntah
  • Nyeri disertai demam
  • Darah pada urin anda
  • Kesulitan buang air kecil

Penyebab

Batu ginjal seringkali tidak memiliki penyebab tunggal yang pasti, meskipun beberapa faktor dapat memengaruhi munculnya kondisi tersebut.

Batu ginjal terbentuk ketika urin mengandung lebih banyak zat pembentuk kristal – seperti kalsium, oksalat dan asam urat -. Pada saat yang sama, mungkin urin kekurangan zat yang mencegah kristal saling menempel, sehingga menciptakan kondisi yang dapat meningkatkan terbentuknya batuan pada ginjal.

Jenis

Beberapa jenis batu ginjal dapat membantu dapat menentukan penyebabnya dan dapat memberi petunjuk bagaimana cara mengurangi risiko terkena kondisi tersebut.

  • Batu kalsium.
    Kebanyakan batu ginjal terbentuk dari kalsium, jenis kalsium pada umumnya kalsium oksalat. Oksalat adalah zat yang diproduksi setiap hari oleh hati atau diperoleh dari makanan. Buahan buahan, sayuran serta kacang kacangan tertentu mengandung oksalat yang tinggi

    Faktor makanan, vitamin D dosis tinggi, operasi bypass usus dan beberapa gangguan metabolisme dapat meningkatkan konsentrasi kalsium atau oksalat dalam urin.

    Batu kalsium juga dapat terjadi dalam bentuk kalsium fosfat. Jenis batu ini lebih sering terjadi pada kondisi metabolisme, seperti asidosis tubulus ginjal. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan obat obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati migrain atau kejang, seperti topiramate.
  • Batu struvite.
    Batu struvite terbentuk sebagai respons terhadap infeksi saluran kemih. Jenis batu ini dapat tumbuh dengan cepat dan menjadi cukup besar, terkadang hanya menimbulkan sedikit gejala.
  • Batu asam urat.
    Batu asam urat dapat terbentuk pada seseorang yang kehilangan terlalu banyak cairan karena diare kronis atau malabsorpsi, mereka yang makan makanan tinggi protein, dan mereka yang menderita diabetes atau sindrom metabolik. Faktor genetik tertentu juga dapat meningkatkan risiko batu asam urat.
  • Batu sistin.
    Batu ini terbentuk pada seseorang dengan kelainan bawaan yang disebut dengan cystinuria yang menyebabkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak asam amino spesifik.

Baca juga: Asam Lambung : Yang Harus Anda Ketahui

Faktor risiko

Faktor yang dapat meningkatkan batu pada ginjal meliputi

  • Riwayat kesehatan keluarga.
    Jika seseorang dalam keluarga menderita batu ginjal, kemungkinan besar anda juga menderita hal yang sama. Jika anda sudah memiliki satu atau lebih batu ginjal, akan meningkatkan risiko terkena batu ginjal lainnya.
  • Kurang minum air putih.
    Tidak cukup air setiap hari dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu pada ginjal. Ditambah jika seseorang sering berkeringat atau sering melakukan aktivitas berat, disarankan untuk meningkatkan konsumsi air putih.
  • Diet tertentu.
    Mengonsumsi makanan yang kaya natrium, protein dan gula dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu ginjal.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
    Indeks masa tubuh (BMI) yang tinggi, ukuran pinggang yang terlalu besar dan penambahan berat badan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu pada ginjal.
  • Penyakit pencernaan dan pembedahan.
    Operasi bypass lambung, penyakit radang usus atau diare kronis dapat menyebabkan perubahan dalam proses pencernaan yang dapat memengaruhi penyerapan kalsium pada tubuh, sehingga dapat meningkatkan jumlah zat pembentuk batu dalam urin Anda.
  • Kondisi medis lainnya.
    Seperti asidosis tubulus ginjal, sistinuria, hiperparatiroidisme dan infeksi saluran kemih berulang juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu pada ginjal.
  • Suplemen dan obat-obatan tertentu.
    Vitamin C, suplemen makanan, antasida berbasis kalsium dan obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengatasi migrain atau depresi, dapat meningkatkan risiko terbentuknya batuan pada ginjal.

Pengobatan

Pengobatan batu ginjal akan disesuaikan dengan ukuran batu pada ginjal, terdapat infeksi atau tidak, penyebab dan kondisi pasien. Pengobatan yang dapat dilakukan antara lain :

  • Dengan obat-obatan
  • Ureteroskopi atau prosedur yang bertujuan memecah batuan pada ginjal
  • Bedah terbuka
  • Operasi

Operasi batu ginjal

Jika batuan pada ginjal menghalangi saluran kemih, Anda mungkin membutuhkan tindakan operasi untuk menghilangkan batuan. Jika hanya terdapat batuan kecil saja, pada umumnya tidak memerlukan tindakan operasi untuk menghilangkan batuan.

Pada umumnya untuk meredakan sakit pada bagian perut dan saat buang air kecil anda membutuhkan obat pereda nyeri. Jika anda sering muntah atau kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi, mungkin anda memerlukan suntik cairan di rumah sakit. Pada umumnya dokter akan menyarankan anda untuk melakukan tindakan operasi pada tahap ini.

Jika batuan pada ginjal besar dan menghambat saluran kemih, ahli urologi dapat merekomendasikan pengangkatan batu atau pemecahan batu menjadi potongan kecil selain operasi, melalui:

  • Ureteroscopy.
    Urolog akan melakukan alat panjang yang berbentuk seperti tabung dengan lensa mata, yang disebut dengan ureteroscope, hal ini dilakukan untuk menemukan kristal pada penyakit batu ginjal.

    Alat tersebut akan dimasukkan ke dalam uretra melalui kandung kemih ke ureter. Setelah batuan ditemukan, urologi akan mengangkat atau memecahnya menjadi potongan kecil dengan bantuan laser.
  • Nephrolithotomy perkutan.
    Urolog akan menggunakan alat untuk menemukan dan menghilangkan kristal batu pada penyakit batu ginjal, alat yang digunakan disebut dengan nephroscope.

    Alat tersebut akan dimasukkan ke dalam ginjal melalui luka kecil yang dibuat pada bagian punggung. Pada kasus yang lebih parah, gelombang kejut juga dapat digunakan untuk memecah batu menjadi potongan kecil.
  • Shock Wave Lithotripsy (SWL).
    SWL adalah salah satu obat batu ginjal tanpa operasi yang dapat anda pilih. Metode ini akan menggunakan gelombang kejut yang akan difokuskan pada batu ginjal menggunakan sinar-X atau ultrasound.

Pencegahan

1. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Dengan minum air setidaknya 8 gelas perhari, tubuh anda akan bekerja secara optimal sehingga menurunkan risiko terbentuknya batuan pada ginjal. Perbanyak asupan air jika anda melakukan aktivitas fisik yang berat.

Batasi minuman yang mengandung pemanis atau kalori, alkohol, kafein, minuman bersoda, dan teh. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi soda setidaknya 1 gelas setiap hari akan meningkatkan risiko terbentuknya batuan pada ginjal sebanyak 23 persen.

2. Kurangi makanan asin

Kebanyakan makanan asin dari garam atau natrium dapat meningkatkan jumlah kalsium dalam urin sehingga memicu terbentuknya batuan pada ginjal.

Direkomendasikan untuk konsumsi garam 5 gram sehari. Biasakan untuk melihat kandungan makanan pada label kemasan.

3. Hindari kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan sering dikaitkan dengan risiko terbentuknya batu pada ginjal. Hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan jumlah kalsium dalam urin yang dapat meningkatkan risiko terkena batu ginjal.

4. Hindari makanan tinggi purin

Sumber protein hewani dan daging seperti jeroan, susu, dan telur mengandung tinggi purin. Purin merupakan zat yang dapat menyebabkan asam urat.

Perlu diketahui bahwa asam urat merupakan salah satu pembentuk batuan pada ginjal. Oleh karena itu, kurangi makan makanan tinggi purin.

Referensi:
Kidney stones. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/syc-20355755
Home Remedies for Kidney Stones: What Works?. https://www.healthline.com/health/kidney-health/home-remedies-for-kidney-stones
9 Ways to Prevent Kidney Stones. https://www.healthline.com/health/kidney-health/how-to-prevent-kidney-stones

Add a Comment