Berapa usia ideal untuk hamil?

3 min read

Berapa usia ideal untuk hamil?

Halo, pembaca Dhikly.com. Pasti beberapa orang akan bertanya tanya sebenarnya usia ideal untuk hamil itu saat usia berapa? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Usia ideal untuk hamil

Berkat kontrasepsi dan ketersediaan teknologi reproduksi, pasangan saat ini memiliki kontrol lebih besar ketika mereka ingin memiliki bayi dibanding masa lalu.

Kesuburan secara alami menurun seiring bertambahnya usia, dan memiliki bayi seiring bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Keputusan untuk memiliki bayi harus di dasarkan pada banyak faktor, termasuk usia dan kesiapan untuk menjadi orang tua.

Hanya karena anda berusia diatas 30 dan 40 tahun bukan berarti anda tidak dapat memiliki bayi yang sehat.

Lanjutkan membaca untuk mengetahui lebih lanjut tentang usia ideal untuk hamil di setiap tahap kehidupan anda.

Hamil pada saat usia 20-an

Wanita paling subur dan memiliki peluang besar untuk hamil pada saat berusia 20-an.

Hal ini dikarenakan Anda memiliki jumlah telur berkualitas baik yang banyak dan risiko gangguan kehamilan rendah.

Pada usia 25, peluang anda gagal mengalami kehamilan berada dibawah 20 persen.

Baca juga: Jatuh Saat Hamil, Apa Yang Harus Dilakukan?

Hamil pada saat usia 30-an

Kesuburan mulai menurun secara bertahap pada sekitar usia 32. Setelah usia 35, penurunan itu semakin cepat.

Pada usia 37, diperkirakan anda akan memiliki sekitar 25.000 telur yang tersisa.

Pada usia 35, peluang anda gagal mengalami kehamilan sekitar 12 persen.

Kelainan genetik dan risiko keguguran juga mulai meningkat setelah usia 35 tahun. Anda mungkin menghadapi lebih banyak komplikasi dalam kehamilan atau saat melahirkan bayi dikemudian hari.

Dokter mungkin akan merekomendasikan skrining dan pengujian tambahan untuk anda dan bayi anda.

Hamil pada saat usia 40-an

Ada penurunan tajam dalam kemampuan wanita untuk hamil secara alami pada saat usia 40-an, peluang hamil setelah 3 bulan mencoba adalah 7 persen.

Seiring waktu, jumlah dan kualitas telur anda akan menurun. Telur yang lebih tua dapat memiliki lebih banyak masalah kromosom, yang meningkatkan kemungkinan memiliki bayi dengan cacat lahir.

Sebagian besar wanita berusia 40-an masih dapat memiliki kehamilan dan bayi yang sehat, tetapi risikonya meningkat secara signifikan selama waktu tersebut. Berikut risiko yang kemungkinan dapat terjadi

  • Lahir prematur
  • Berat badan lahir rendah (BBLR)
  • Cacat lahir

Kondisi medis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, lebih sering terjadi pada wanita setelah usia 35 tahun, hal ini dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional dan preeklampsia.

Setelah usia 40 tahun, dokter dapat melakukan tes dan pemantauan ekstra untuk mencari kemungkinan komplikasi.

Kesuburan

Jika anda berusia diatas 35 tahun dan anda telah mencoba untuk hamil selama lebih dari 6 bulan, anda mungkin menghadapi masalah kesuburan. Dokter atau spesialis kesuburan dapat membantu menentukan mengapa anda belum hamil dan merekomendasikan langkah selanjutnya untuk mencoba hamil.

Teknologi reproduksi berbantuan dapat membantu anda hamil, namun tidak dapat sepenuhnya menutupi penurunan terkait usia dalam kesuburan anda.

Dokter mengobati masalah kesuburan wanita dengan obat yang merangsang produksi sel telur, teknik yang digunakan seperti in vitro fertilization (IVF)

Tetapi kemungkinan mencapai kehamilan yang sukses dengan metode ini semakin rendah seiring bertambahnya usia.

Pilihan lain adalah menggunakan telur donor yang sehat. Telur dibuahi dengan sperma pasangan anda dan kemudian dipindahkan ke rahim anda.

Baca juga: Hamil Setelah Keguguran

Membekukan sel telur

Jika anda belum siap untuk memiliki bayi tetapi anda menginginkannya di masa mendatang, anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk membekukan telur selama masa reproduksi puncak.

Pertama, anda akan menggunakan hormon untuk merangsang reproduksi telur. Kemudian telur akan diambil dan dibekukan. Mereka dapat tetap beku selama beberapa tahun.

Saat anda siap menggunakannya, telur akan dicairkan dan disuntikkan dengan sperma untuk dibuahi. Embrio yang dihasilkan kemudian akan ditanamkan pada rahim Anda.

Membekukan sel telur tidak dapat menjamin kehamilan. Namun hal tersebut dapat memastikan bahwa sel telur sehat tersedia ketika anda ingin menggunakannya.

Kesuburan pria

Kesuburan pria juga menurun seiring bertambahnya usia. Tetapi proses ini terjadi sekitar usia 40-an.

Setelah usia 40-an, pria memiliki volume semen dan jumlah sperma yang lebih rendah. Sel sperma dari pria yang lebih tua juga lebih cenderung memiliki kelainan genetik daripada pria yang lebih muda.

Semakin tua seorang pria, semakin lama ia membuahi pasangannya untuk hamil. Dan ada pada risiko yang lebih besar untuk keguguran, berapa pun usianya.

Hal ini tidak berarti bahwa seorang pria tidak dapat membuahi pasangannya pada usia 40-an. Namun hal tersebut lebih sulit dilakukan dari pada usia sebelumnya.

Manfaat menunda memiliki anak

Selain memberi anda waktu untuk mengeksplorasi karir dan hubungan anda, menunda untuk hamil juga memiliki manfaat lain untuk anda dan bayi anda.

Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa ibu yang lebih tua cenderung lebih sabar, dan lebih jarang menghukum anaknya. Anak mereka juga memiliki lebih sedikit masalah sosial dan emosional.

Penelitian lain juga menemukan bahwa anak yang lahir dari ibu yang lebih tua pada umumnya lebih sehat dan berpendidikan lebih baik dari pada teman sebayanya yang dilahirkan oleh ibu yang lebih muda.

Menunggu hamil bahkan bisa membantu anda hidup lebih lama. Studi tahun 2016 lainnya menemukan bahwa peluang untuk hidup jauh lebih tinggi pada wanita yang menunda memiliki anak.

Kapan harus ke dokter?

Jika anda sudah berusaha untuk hamil tidak berhasil, inilah saatnya anda untuk menemui spesialis kandungan.

Anda harus segera menemui dokter ketika

  • Dalam setahun anda mencoba dan tidak kunjung hamil ketika anda berusia dibawah 35 tahun
  • Dalam 6 bulan anda tidak segera hamil jika anda berusia diatas 35 tahun

Pasangan dengan penyakit genetik yang sudah mereka ketahui atau mereka yang mengalami beberapa kali keguguran juga harus berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kesuburan mereka.

Catatan

Semakin tua usia seseorang dapat membuatnya lebih sulit untuk hamil. Namun masih mungkin untuk memiliki bayi yang sehat ketika anda berusia 30-an atau 40-an.

Pada akhirnya, waktu yang tepat untuk hamil adalah ketika anda merasa siap dengan kehamilan.

Itulah beberapa tips yang berhasil kita rangkum untuk usia ideal untuk hamil. Jika anda memang memilih untuk menunggu, anda mungkin ingin memeriksakan diri ke dokter atau spesialis kandungan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang menghalangi anda begitu anda menginginkannya.

Referensi:
Pregnancy after age 35. (2016). marchofdimes.org/complications/pregnancy-after-age-35.aspx
Shadyab AH, et al. (2016). Maternal age at childbirth and parity as predictors of longevity among women in the United States: The Women’s Health Initiative. ajph.aphapublications.org/doi/abs/10.2105/AJPH.2016.303503
Trillingsgaard T, et al. (2016). Associations between older maternal age, use of sanctions, and children’s socio-economic development through 7, 11, and 15 years. DOI: doi.org/10.1080/17405629.2016.1266248
Thinking about fertility treatment. (2016). marchofdimes.org/pregnancy/thinking-about-fertility-treatment.aspx
Sozou PD, et al. (2012). Time to pregnancy: A computational method for using the duration of non-conception for predicting conception. DOI: doi.org/10.1371/journal.pone.0046544

Add a Comment