Cara Mengobati Kista Pilonidal di Rumah dan Proses Operasi

3 min read

Cara Mengobati Kista Pilonidal

Halo pembaca Dhikly.com. Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana cara mengobati kista pilonidal di rumah dan bagaimana prosesnya jika anda memilih tindakan operasi untuk menghilangkan kista pilonidal tersebut? Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Kista pilonidal

Kista pilonidal merupakan kantung yang berisi rambut, kulit dan pecahan tubuh lainnya. Biasanya tumbuh pada bagian tubuh area bokong.

Anda bisa terkena kista pilonidal ketika rambut pada tubuh tidak tumbuh dengan normal. Gesekan pada rambut yang tumbuh ke dalam disebabkan karena anda terlalu lama duduk sehingga dapat mengiritasi kulit dan dapat menyebabkan kista terbentuk.

Terkadang kista dapat menjadi terinfeksi dan akhirnya berisi nanah.

Kista pilonidal lebih sering terjadi pada pria dan orang yang duduk lama, seperti pekerja kantoran, pengemudi truk. Anda juga cenderung terkena kista jenis ini jika memiliki rambut tubuh yang tebal dan kaku.

Apa yang bisa dilakukan dirumah?

Salah satu cara untuk mengobati kista pilonidal adalah melalui prosedur bedah kecil. Tetapi ada beberapa hal yang dapat anda lakukan dirumah untuk meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Anda dapat mengobati kista pilonidal dengan cara mengompres kista dengan air hangat beberapa kali sehari. Panas dapat membantu mengeluarkan nanah, memungkinkan kista mengering, hingga dapat membantu menghilangkan rasa sakit dan gatal yang ditimbulkan.

Anda juga dapat mencoba berendam diri dengan air hangat dan kista ikut didalamnya.

Selain itu, jika kita menimbulkan nyeri, anda dapat menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen (Advil).

Kista pilonidal dapat terlihat mirip dengan jerawat, beberapa orang bahkan menekan dengan jari mereka, namun hal tersebut tidak memperbaiki masalah kista. Ingat, kista pilonidal dipenuhi dengan rambut dan potongan tubuh lainnya selain nanah, dan anda tidak dapat menghilangkan begitu saja hanya dengan menekannya.

Lokasi kista pilonidal sulit untuk dilihat karena terletak pada bokong sehingga sulit untuk memantau apa yang anda lakukan terhadapnya. Anda juga berisiko terkena infeksi dan meninggalkan bekas luka.

Bedah kista pilonidal?

Mengobati kista pilonidal dapat dilakukan dengan prosedur sederhana di layanan kesehatan. Dokter akan memulai dengan mematikan rasa di daerah kista dengan suntikan anestesi lokal.

Selanjutnya, dokter akan menggunakan pisau bedah untuk membuat sayatan kecil untuk membantu mengeluarkan nanah dan isi dari kista.

Setelah semua dikeluarkan dari kista, mereka akan membersihkan luka dengan kasa steril dan menutupnya dengan jahitan, tapi hal ini tergantung pada lokasi kista.

Terkadang, kista pilonidal akan muncul kembali pada bagian tubuh yang sama, bahkan ketika anda baru saja menghilangkannya dengan prosedur bedah. Ketika hal itu terjadi, anda mungkin memerlukan prosedur bedah yang lebih luas untuk menghilangkan seluruh kista.

Apa sih prosedur bedah kista pilonidal itu?

Kista pilonidal yang terjadi infeksi cukup parah, mungkin memerlukan tindakan operasi.

Ada dua prosedur bedah yang dapat digunakan dalam operasi kista pilonidal, yaitu

  • Insisi dan drainase. Selama prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil dan mengeluarkan kista.
  • Kistektomi. Selama prosedur ini, dokter akan mengangkat seluruh kista dan jaringan disekitarnya.

Siapa yang harus melakukan prosedur insisi dan drainase?

Insisi dan drainase kista pilonidal adalah prosedur sederhana yang biasanya dilakukan oleh dokter dengan anestesi lokal.

Prosesnya, pertama dokter akan memberi anda suntikan untuk mematikan rasa di daerah tersebut. Kemudian, mereka akan membuat sayatan kecil pada kista untuk mengeluarkan nanah.

Antibiotik biasanya tidak diperlukan untuk operasi ini kecuali infeksi telah menyebar ke daerah sekitarnya.

Dokter akan merekomendasikan prosedur sayatan drainase untuk mengobati kista pilonidal jika:

  • Ini adalah pertamakalinya kista anda dilakukan pembedahan
  • Infeksi pada kista tergolong kecil

Siapa yang harus melakukan prosedur kistektomi?

Kistektomi pilonidal adalah pembedahan untuk menghilangkan kista secara menyeluruh. Prosedur ini lebih kompleks daripada prosedur insisi dan drainase.

Sebelum melakukan prosedur kistektomi, anda mungkin disarankan untuk berhenti merokok dan berhenti minum obat-obatan tertentu untuk jangka waktu tertentu.

Tindakan ini dilakukan dengan anestesi umum di pusat bedah rawat jalan. Tindakan ini sendiri membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Walaupun prosedur sayatan dan drainase biasanya merupakan pilihan bedah pertama yang dipertimbangkan untuk mengobati kista pilonidal, dokter dapat merekomendasikan dilakukan prosedur kistektomi jika:

  • Anda sudah pernah melakukan prosedur insisi dan drainase, tetapi kista tumbuh kembali
  • Infeksi kista pada tubuh anda sangat parah

Berapa lama untuk pulih setelah melakukan prosedur bedah?

Setelah operasi, dokter anda mungkin memilih untuk membiarkan luka terbuka atau menutupnya dengan jahitan. Penggunaan jahitan dapat membantu anda sembuh lebih cepat, tetapi ada kemungkinan lebih tinggi kista akan muncul kembali. [1]

Jumlah waktu yang anda butuhkan untuk pulih tergantung pada bagaimana operasi dilakukan dan apakah dilakukan jahitan atau tidak.

Secara umum, mungkin diperlukan satu hingga tiga bulan untuk sembuh total.

Kebanyakan orang dapat melanjutkan aktivitas rutin mereka dua hingga empat minggu setelah operasi.

Anda mungkin mengalami beberapa rasa sakit selama proses pemulihan. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan

  • Minum obat penghilang rasa sakit yang diresepkan oleh dokter
  • Menghindari aktivitas berat
  • Menggunakan bantal berbentuk donat ketika duduk
  • Tidak duduk dalam waktu lama dipermukaan yang keras

Dokter akan memberikan petunjuk tentang cara menjaga luka anda tetap bersih. Ikuti petunjuk dengan seksama untuk menghindari infeksi atau kekambuhan.

Hubungi penyedia layanan kesehatan jika anda mengalami:

  • Demam
  • Terdapat nanah pada sayatan
  • Rasa sakit meningkat, bengkak, atau kemerahan di sekitar sayatan

Kemungkinan kista kembali menyerang tubuh

Kista pilonidal dapat kembali menyerang tubuh bahkan setelah operasi. Studi menunjukkan tingkat kekambuhan sekitar 30 persen.[2]

Berikut ini adalah cara mencegah kista menyerang tubuh ada pasca operasi:

  • Ikuti instruksi pasca bedah dari dokter
  • Jaga kebersihan area pasca bedah
  • Cukur area tersebut jika tumbuh rambut berlebihan
  • Kontrol luka pasca bedah sesuai janji awal dengan dokter

Selain itu terdapat beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mencegah kista kembali muncul, yaitu

pertama, cobalah untuk tidak duduk dalam waktu lama. Jika pekerjaan anda mengharuskan anda duduk sepanjang hari, cobalah menyisihkan beberapa menit setiap jam untuk berdiri atau berjalan.

Membawa barang yang berat atau kelebihan berat badan juga bisa membuat anda lebih rentan terserang kista pilonidal.

Terakhir, cobalah untuk menjaga tubuh anda tetap bersih, mengenakan pakaian yang dapat membantu keringat terserap. Selain itu, pertimbangkan untuk menghilangkan rambut yang tubuh area bokong.

Catatan

Mengobati kista pilonidal dirumah dapat menghilangkan ketidaknyamanan dari kista pilonidal. Tetapi untuk menghilangkan selamanya, anda harus mengunjungi dokter.

Untuk mencegah pembentukan kista lagi dimasa mendatang, hindari duduk lama. Jaga agar area bokong anda bersih, kering dan terbebas dari rambut.

Kista pilonidal bisa tumbuh berulang dan menyakitkan, tetapi kabar baiknya adalah bahwa ada opsi untuk mengobati kista pilonidal secara efektif.

Jika anda memerlukan pembedahan, anda dan penyedia layanan dapat mendiskusikan kelebihan dan kekurangan dari berbagai pilihan.

Prosedur insisi dan drainase biasanya lebih mudah dan dapat dilakukan di tempat dokter praktek. Tetapi risiko kambuh lebih tinggi daripada prosedur kistektomi.

Add a Comment