Diabetes Gestasional: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Lainnya

4 min read

diabetes gestasional

Halo pembaca Dhikly.com. Artikel ini membahas semua hal tentang diabetes gestasional yang meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, pengobatan, diet, komplikasi dan lain sebagainya.

Diabetes gestasional

Selama kehamilan, beberapa wanita mengalami kenaikan gula darah dalam tubuh mereka. Kondisi ini disebut dengan diabetes gestasional atau diabetes kehamilan. Diabetes gestasional biasanya muncul antara minggu ke-24 dan ke-28 kehamilan.

Jika anda menderita diabetes gestasional selama kehamilan, kemungkinan anda sudah menderita diabetes sebelum hamil dan anda memiliki risiko terkena diabetes tipe 2 setelah kelahiran.

Jika tidak dikelola dengan baik, hal tersebut juga dapat berdampak pada anak dan meningkatkan risiko komplikasi bagi anda dan bayi anda selama kehamilan.

Gejala

Pada umumnya diabetes gestasional tidak menimbulkan gejala. Namun beberapa orang dapat merasakan beberapa gejala ringan seperti

  • Mudah lelah
  • Penglihatan kabur
  • Haus yang berlebihan
  • Buah air kecil lebih sering
  • Warna kencing menjadi lebih keruh

Lalu apa yang menyebabkan diabetes gestasional terjadi?

Hormon bisa menjadi penyebab hal ini terjadi. Pada saat anda hamil, tubuh anda akan menghasilkan sejumlah hormon berlebihan, seperti

  • Human placenta lactogen (hPL)
  • Hormon-hormon yang dapat meningkatkan resistensi insulin

Seiring berjalannya waktu, jumlah hormon dalam tubuh akan meningkat. Beberapa mungkin dapat menyebabkan tubuh anda kebal terhadap insulin.

Insulin membantu memindahkan glukosa dari darah ke sel-sel dalam tubuh, hal tersebut nantinya akan digunakan sebagai energi. Pada kehamilan, tubuh anda secara alami akan menjadi sedikit lebih resisten terhadap insulin, artinya tubuh memproduksi lebih banyak glukosa dalam aliran darah untuk diberikan kepada bayi dalam kandungan.

Jika resisten insulin terlalu kuat, kadar glukosa darah anda mungkin akan naik secara tidak normal. Hal ini lah yang menyebabkan diabetes gestasional.

Siapa saja yang berisiko terkena diabetes gestasional?

Beberapa kriteria berikut ini mempunyai risiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional, meliputi

  • Berusia diatas 25 tahun
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes
  • Mempunyai kelebihan berat badan berlebih sebelum kehamilan
  • Pertambahan berat badan melebihi normal selama kehamilan
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 kg
  • Pernah menderita diabetes gestasional di masa lalu
  • Pernah mengalami keguguran atau lahir mati tanpa penyebab yang jelas
  • Memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Diagnosis

Wanita hamil disarankan secara rutin melakukan tes atau mengenali tanda tanda diabetes gestasional. Jika anda tidak memiliki riwayat diabetes dan kadar gula darah anda normal pada awal kehamilan, kemungkinan dokter akan melakukan tes diabetes gestasional pada saat kehamilan minggu ke-24 dan ke-28.

Tes glukosa

Beberapa dokter akan memulai tes dengan memeriksa glukosa dan tidak ada yang perlu dipersiapkan untuk tes ini.

Anda akan minum larutan glukosa. Setelah satu jam, anda akan melakukan tes darah. Jika kadar glukosa darah anda tinggi, dokter mungkin melakukan tes toleransi glukosa oral setelah tiga jam, hal ini  disebut tes dua langkah.

Beberapa dokter tidak melakukan tes glukosa dan langsung melakukan tes toleransi glukosa oral, hal ini disebut dengan tes satu langkah.

1. Tes satu langkah

  1. Dokter akan mulai dengan menguji kadar gula darah setelah anda berpuasa
  2. Dokter akan meminta anda untuk minum larutan yang mengandung 75 gram karbohidrat
  3. Dokter akan menguji kadar gula darah anda lagi setelah satu jam dan setelah dua jam

Dokter kemungkinan akan mendiagnosis anda terkena diabetes gestasional jika anda mengalami hal berikut ini

  • Kadar gula darah anda lebih besar dari atau sama dengan 92 mg/dL
  • Kadar gula darah setelah satu jam lebih besar atau sama dengan 180 mg/dL
  • Kadar gula darah setelah dua jam lebih besar dari atau sama dengan 153 mg/dL

2. Tes dua langkah

  1. Tes ini tidak memerlukan puasa sebelum tes
  2. Dokter akan meminta anda untuk minum larutan yang mengandung 50 gr gula
  3. Dokter lalu akan menguji gula darah anda setelah satu jam

Jika pada saat itu kadar gula darah anda lebih dari atau sama dengan 130 mg/dL atau 140 mg/dL, dokter akan melakukan tes tindak lanjut kedua pada hari yang berbeda.

  1. Setelah tes pertama, dokter akan mulai menguji kadar gula darah puasa anda
  2. Mereka akan meminta anda untuk minum larutan 100 gr gula
  3. Dokter akan menguji dula darah anda satu, dua, dan tiga jam kemudian

Dokter kemungkinan akan mendiagnosa anda dengan diabetes gestasional jika anda memiliki setidaknya dua dari kriteria berikut

  • Kadar gula darah puasa lebih besar dari atau sama dengan 95 mg/dL atau 105 mg/dL
  • Kadar gula darah satu jam lebih besar dari atau sama dengan 180 mg/dL atau 190 mg/dL
  • Kadar gula darah dua jam lebih besar dari atau sama dengan 155 mg/dL
  • Kadar gula darah tiga jam lebih dari atau sama dengan 140 mg/dL atau 145 mg/dL

Apakah ada kemungkinan diabetes tipe 2?

Jika anda memiliki faktor risiko diabetes tipe 2, dokter kemungkinan akan menguji kondisi anda pada kunjungan prenatal pertama anda.

Berikut ini faktor-faktor kemungkinan anda memiliki risiko diabetes tipe 2

  • Kelebihan berat badan
  • Tidak banyak bergerak
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki kadar kolesterol baik (HDL) rendah dalam darah anda
  • Memiliki kadar trigliserida yang tinggi dalam darah anda
  • Memiliki riwayat keluarga diabetes
  • Memiliki riwayat diabetes gestasional. Prediabetes, atau tanda tanda resistensi insulin sebelumnya
  • Sebelumnya pernah melahirkan bayi yang beratnya lebih dari 9 kg

Baca juga: Diabetes Tipe 1: Semua Hal yang Harus Anda Ketahui

Jenis diabetes gestasional

Diabetes gestasional dibagi menjadi dua kelas

Kelas A1 digunakan untuk menggambarkan diabetes gestasional yang dapat dikontrol melalui diet saja. Seseorang dengan diabetes gestasional kelas A2 akan membutuhkan insulin atau obat oral lainnya untuk mengendalikan kondisi tersebut.

Pengobatan

Jika anda didiagnosa diabetes gestasional, perawatan yang diberikan tergantung pada kadar gula darah anda selama satu hari.

Pada kebanyakan kasus, dokter akan menyarankan anda untuk menguji gula darah sebelum dan sesudah makan dan mengelola kondisi anda dengan makan sehat dan olahraga teratur

Pada beberapa kasus, penderita diabetes gestasional membutuhkan suntikan insulin ketika diperlukan. Menurut Mayo klinik, hanya 10 hingga 20 persen wanita dengan diabetes gestasional membutuhkan insulin untuk membantu mengendalikan gula darah mereka.[1]

Jika dokter menyarankan anda untuk memantau kadar gula darah, kemungkinan dokter akan meresepkan alat pemantau glukosa khusus.

Dokter juga dapat meresepkan suntikan insulin untuk anda hingga melahirkan. Tanyakan kepada dokter tentang mengatur waktu pemberian insulin dengan benar dan lakukan kegiatan tambahan seperi berolahraga untuk menghindari gula darah rendah.

Dokter juga akan memberitahu anda apa yang harus dilakukan jika kadar gula darah anda turun terlalu rendah atau secara konsisten lebih tinggi dari nilai normal.

Rekomendasi makanan untuk diabetes gestasional

Diet seimbang adalah kunci untuk mengelola diabetes gestasional dengan benar. Wanita dengan diabetes gestasional harus memberikan perhatian khusus pada asupan karbohidrat, protein dan lemak mereka.

Makan secara teratur juga dapat anda lakukan untuk mengontrol kadar gula darah.

1. Karbohidrat

Mengonsumsi makanan kaya karbohidrat sehat akan mencegah lonjakan gula darah.

Dokter dapat membantu anda dalam menentukan berapa banyak karbohidrat yang harus anda makan setiap harinya. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan anda untuk menemui ahli gizi dalam mengatur makanan harian anda.

Beberapa pilihan karbohidrat sehat yang dapat anda konsumsi meliputi

  • Biji-bijian
  • Beras merah
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran
  • Buah-buahan rendah gula

2. Protein

Wanita hamil harus makan dua hingga tiga porsi protein setiap harinya. Sumber protein yang baik termasuk daging tanpa lemak, unggas, ikan dan tahu.[2]

3. Lemak

Lemak sehat dapat dimasukkan ke dalam makanan harian anda, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, dan alpukat

Komplikasi

Jika diabetes gestasional tidak dikelola dengan baik, kadar gula darah lebih tinggi dari nilai normal, maka hal ini dapat menyebabkan komplikasi dan dapat memengaruhi kesehatan anak dalam kandungan. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi

  • Berat badan lahir tinggi
  • Kesulitan bernafas
  • Gula darah rendah
  • Diatosia bahu, yang menyebabkan bahu tersangkut saat persalinan

Komplikasi yang dapat memengaruhi anda, seperti

  • Tekanan darah tinggi dan preeklampsia. Diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serta preeklampsia – komplikasi serius kehamilan yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan gejala lain yang dapat mengancam kehidupan ibu dan bayi.
  • Melakukan persalinan bedah. Anda lebih mungkin memiliki operasi caesar jika anda memiliki diabetes kehamilan.
  • Menderita diabetes di masa mendatang. Jika anda memiliki diabetes gestasional, kemungkinan besar anda terserang kembali selama kehamilan berikutnya. Anda juga memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 seiring bertambahnya usia.

Pencegahan

Diabetes gestasional tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, dengan melakukan beberapa kebiasaan sehat dapat mengurangi peluang anda terkena kondisi tersebut, seperti

  • Makan makanan sehat. Pilih makanan tinggi serat dan rendah lemak dan kalori. Seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.
  • Tetap aktif. Berolahraga sebelum dan selama kehamilan dapat membantu melindungi anda dari diabetes gestasional. Beberapa olahraga seperti berjalan cepat setiap hari, mengendarai sepeda dan berenang.
  • Jaga kehamilan dengan berat badan yang sehat. Jika anda berencana untuk hamil, menurunkan berat badan sebelumnya dapat membantu anda memiliki kehamilan yang lebih sehat. Lakukan perubahan kebiasaan makan yang buruk, mulai dengan konsumsi lebih banyak sayur dan buah.
  • Hindari menambah berat badan berlebih. Menambah berat badan selama kehamilan adalah hal yang normal dan sehat. Tetapi menambah terlalu banyak berat badan dan dalam waktu yang singkat dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Add a Comment