Diabetes: Jenis, Gejala, Penyebab dan lainnya

7 min read

Diabetes

Halo, pembaca Dhikly.com. Artikel ini akan membahas tentang diabetes melitus yang meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, komplikasi, pengobatan, diet, diagnosa, pencegahan, dal lain sebagainya. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Tipe diabetes

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolisme yang menyebabkan gula darah tinggi. Hormon insulin memindahkan gula dari darah ke sel untuk disimpan atau digunakan untuk membentuk energi tubuh.

Dengan adanya diabetes, tubuh tidak akan menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Gula darah tinggi yang tidak diobati dapat merusak saraf, mata, ginjal dan organ lainnya.

Terdapat beberapa jenis diabetes, yaitu:

  • Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun. Sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan sel sel di pankreas, tempat insulin dibuat. Dari seluruh penderita diabetes, 10% menderita tipe ini.
  • Diabetes tipe 2, terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin dan gula menumpuk dalam darah.
  • Prediabetes, terjadi ketika gula darah anda tinggi, tetapi tidak cukup tinggi untuk dikatakan diabetes tipe 2 atau lebih rendah dari tipe 2.
  • Diabetes gestasional adalah gula darah tinggi yang terjadi selama kehamilan. Hormon penghambat insulin yang diproduksi plasenta menyebabkan diabetes tipe ini.

Suatu kondisi langka yang disebut dengan diabetes insipidus tidak ada kaitannya dengan diabetes mellitus, meskipun memiliki nama yang mirip. Kondisi ini terjadi ketika ginjal mengeluarkan banyak cairan dari tubuh anda.

Setiap diabetes memiliki gejala, penyebab, dan perawatan yang berbeda. Anda dapat membaca tentang tipe diabetes lebih lanjut pada artikel Jenis Diabetes

Gejala

Gejala umum

Gejala yang umum terjadi, meliputi:

  • Sering merasa kelaparan
  • Kebutuhan cairan meningkat
  • Penurunan berat badan
  • Sering buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan ekstrim
  • Luka tidak kunjung sembuh

Gejala pada pria

Selain gejala umum, pria dengan diabetes dapat mengalami penurunan gairah seks, disfungsi ereksi dan kekuatan otot yang buruk.

Gejala pada wanita

Wanita dengan diabetes juga dapat memiliki gejala seperti infeksi saluran kemih, infeksi ragi dan kulit menjadi kering dan gatal

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 dapat menimbulkan gejala berupa

  • Merasa sangat lapar
  • Rasa haus meningkat
  • Penurunan berat badan secara cepat
  • Sering buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Mudah lelah
  • Perubahan suasana hati

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 dapat menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Merasa sangat lapar
  • Rasa haus meningkat
  • Peningkatan buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Mudah lelah
  • Luka yang lambat sembuh

Hal ini juga dapat menyebabkan infeksi berulang. Hal ini karena kadar glukosa yang tinggi mempersulit tubuh untuk pulih.

Diabetes gestasional

Sebagian besar, wanita dengan diabetes gestasional tidak memiliki gejala apa pun. Kondisi ini sering terdeteksi ketika melakukan tes gula darah rutin atau tes toleransi glukosa oral yang biasanya dilakukan antara usia kehamilan 24 dan 28 minggu.

Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang wanita dengan diabetes gestasional juga akan mengalami peningkatan rasa haus atau sering buang air kecil.

Catatan

Gejala diabetes bisa sangat ringan sehingga sulit dikenali pada awalnya. Direkomendasikan untuk kontrol kandungan gula darah tubuh anda secara rutin.

Penyebab

Setiap jenis diabetes mempunyai penyebab yang berbeda beda.

Diabetes tipe 1

diabetes
Gambar 1.1 DNA

Dokter tidak tahu persis apa yang menyebabkan diabetes tipe 1. Beberapa alasan, sistem kekebalan tubuh salah menyerang dan menghancurkan sel beta penghasil insulin di pankreas.

Gen mungkin memengaruhi dalam hal ini pada beberapa orang. Mungkin juga virus yang memicu serangan sistem kekebalan tubuh.

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 dapat disebabkan dari kombinasi faktor genetika dan gaya hidup. Kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko.

Kondisi ini dapat terjadi pada satu keluarga. Anggota keluarga akan berbagi gen yang membuat mereka lebih mungkin untuk mendapatkan diabetes tipe 2 apalagi ditambah dengan kelebihan berat badan.

Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah hasil dari perubahan hormon selama kehamilan. Plasenta menghasilkan hormon yang membuat sel-sel pada wanita hamil kurang sensitif terhadap efek insulin. Hal ini dapat menyebabkan gula darah tinggi selama kehamilan.

Wanita dengan kelebihan berat badan saat hamil atau yang terlalu banyak menambah berat badan selama kehamilan lebih mungkin mengalami diabetes gestasional.

Faktor risiko

Beda tipe beda juga faktor risiko diabetes, berikut ini faktor risiko menurut jenisnya:

Diabetes tipe 1

Anda lebih mungkin terkena diabetes tipe 1 jika:

  • Masih anak anak atau remaja
  • Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 1
  • Anda membawa gen tertentu terkait dengan penyakit ini

Diabetes tipe 2

Risiko anda terkena diabetes tipe 2 dapat meningkat jika:

  • Kelebihan berat badan
  • Berusia 45 tahun atau lebih
  • Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2
  • Tidak aktif secara fisik atau jarang bergerak
  • Menderita diabetes gestasional
  • Menderita prediabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau trigliserida tinggi

Diabetes gestasional

Risiko diabetes gestasional dapat meningkat jika:

  • Kelebihan berat badan
  • Berusia diatas 25 tahun
  • Menderita diabetes gestasional selama kehamilan terakhir
  • Telah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 kg
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
  • Memiliki sindrom ovarium polikistik

Catatan

Keluarga, lingkungan dan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dapat memengaruhi peluang anda terkena diabetes.

Komplikasi

Gula darah tinggi dapat merusak organ dan jaringan diseluruh tubuh anda. Semakin tinggi gula darah anda dan semakin lama anda hidup dengan gula darah tinggi, akan meningkat juga risiko anda untuk komplikasi.

Komplikasi yang dapat dikaitkan dengan diabetes antara lain:

  • Penyakit jantung, serangan jantung dan stroke
  • Nefropati
  • Retinopati dan kehilangan penglihatan
  • Gangguan pendengaran
  • Kerusakan kaki seperti infeksi dan luka yang tidak kunjung sembuh
  • Kondisi kulit seperti bakteri dan jamur infeksi
  • Depresi
  • Demensia

Diabetes gestasional

Diabetes gestasional yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah yang dapat memengaruhi ibu dan bayi. Komplikasi yang memengaruhi bayi dapat meliputi:

  • Lahir prematur
  • Memiliki berat badan lebih tinggi dati berat normal saat lahir
  • Peningkatan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari
  • Gula darah rendah
  • Penyakit kuning
  • Kelahiran mati

Sang ibu dapat mengalami komplikasi seperti tekanan darah tinggi (preeklampsia) atau diabetes tipe 2. Sang ibu mungkin juga memerlukan bedah sesar dalam kelahirannya.

Risiko ibu terhadap diabetes gestasional pada kehamilan berikutnya juga meningkat.

Catatan

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi medis yang serius, tetapi anda dapat mengelola kondisi ini dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup.

Pengobatan

Dokter mengobati diabetes dengan beberapa obat yang berbeda. Beberapa obat ini dapat dilakukan secara oral sedangkan yang lainnya tersedia sebagai suntikan.

Diabetes tipe 1

Insulin adalah pengobatan utama untuk diabetes tipe 1. Hal ini dilakukan untuk menggantikan hormon yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh anda.

Ada empat jenis insulin yang paling umum digunakan, yaitu

  • Insulin kerja cepat mulai bekerja dalam 15 menit dan efeknya akan bertahan selama 3 hingga 4 jam
  • Insulin kerja pendek, mulai bekerja dalam 30 menit dan berlangsung selama 6 hingga 8 jam
  • Insulin kerja menengah, mulai bekerja dalam 1 hingga 2 jam dan berlangsung selama 12 hingga 18 jam
  • Insulin kerja lama, mulai bekerja beberapa jam setelah injeksi dan dapat berlangsung selama 24 jam atau lebih

Diabetes tipe 2

Diet dan olahraga dapat membantu beberapa orang dalam mengatasi diabetes tipe 2. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk menurunkan gula darah, mungkin anda perlu untuk minum obat.

Obat obatan berikut ini dapat menurunkan gula darah pada tubuh:

Jenis ObatBagaimana Obat BekerjaContoh
Inhibitor alfa-glukosidaseMemperlambat pemecahan gula dan makanan bertepung dalam tubuhAcarbose (Precose) dan Miglitol (glyset)
BiguanidesMengurangi jumlah glukosa yang dihasilkan oleh hatiMetformin (Glukofag)
Inhibitor DPP-4Meningkatkan gula darahLinagliptin (Tradjenta), saxagliptin (Onglyza)
Peptida seperti glukagonMengubah cara tubuh dalam memproduksi insulinDulaglutide (Trulicity), exenatide (Byetta), dan liraglutide (Victoza)
MeglitinidaMerangsang pankreas Anda untuk melepaskan lebih banyak insulinNateglinide (Starlix) dan repaglinide (Prandin)
Inhibitor SGLT2Melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam urinCanagliflozin (Invokana) dan dapagliflozin (farxiga)
SulfonilureaMerangsang pankreas Anda untuk melepaskan lebih banyak insulinGlyburide (DiaBeta, Glynase), 
glipizide (Glucotrol), dan 
glimepiride (Amaryl)
Tiazolidinedionesmembantu insulin bekerja lebih baikPioglitazone (Actos) dan rosiglitazone (Avandia)

Anda mungkin perlu minum lebih dari satu obat diatas. Beberapa orang dengan diabetes tipe 2 juga menggunakan obat insulin.

Diabetes gestasional

Anda perlu memonitor kadar gula darah anda beberapa kali sehari selama kehamilan. Jika tinggi, perubahan pola makan dan olahraga mungkin tidak cukup untuk menurunkannya.

Menurut Mayo Clinic, Sekitar 10 hingga 20 persen wanita dengan diabetes gestasional akan membutuhkan insulin untuk menurunkan gula darah mereka. Insulin aman untuk bayi yang sedang tumbuh.[1]

Catatan

Obat atau kombinasi obat yang diresepkan oleh dokter tergantung pada jenis diabetes yang anda miliki dan penyebabnya.

Diet diabetes

Makanan sehat adalah bagian yang harus diperhatikan dalam mengatasi diabetes. Dalam beberapa kasus, mengubah diet anda mungkin cukup untuk mengatasi penyakit.

Diabetes tipe 1

Kadar gula darah yang naik atau turun dipengaruhi dari jenis makanan yang anda makan. Makanan bertepung atau mengandung gula dapat membuat kadar gula darah anda meningkat dengan cepat.

Tim medis mungkin menyarankan agar membatasi jumlah karbohidrat yang anda makan setiap harinya. Anda juga harus menyeimbangkan asupan karbohidrat dengan dosis insulin anda.

Diabetes tipe 2

Mengonsumsi jenis makanan yang tepat dapat mengontrol gula darah dan membantu anda dalam menurunkan berat badan berlebih.

Menghitung jumlah karbohidrat dalam makanan harian sangat penting bagi penderita diabetes tipe 2. Seorang ahli diet mungkin dapat membantu anda mengetahui berapa gram karbohidrat yang harus anda makan pada setiap porsi makan.

Agar kadar gula darah anda tetap stabil, cobalah untuk makan dalam porsi kecil sepanjang hari. Usahakan selalu ada makanan sehat dalam setiap porsinya seperti

  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Biji-bijian
  • Protein tanpa lemak seperti unggas dan ikan
  • Lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang kacangan

Diabetes gestasional

Makan makanan yang seimbang sangat penting bagi ibu dan bayi selama kehamilan. Membuat pilihan makanan yang tepat dapat membantu anda terhindar dari obat diabetes.

Perhatikan ukuran porsi makan anda, dan batasi makanan manis atau asin. Meskipun anda membutuhkan gula untuk memberi makan bayi anda yang sedang tumbuh, anda juga harus menghindari makan terlalu banyak.

Pertimbangkan untuk membuat jadwal makan dengan bantuan ahli gizi. Mereka akan memastikan bahwa diet anda memiliki kandungan yang tepat bagi tubuh anda.

Diagnosis

Siapapun yang memiliki gejala diabetes atau yang berisiko harus dilakukan pengecekan. Wanita secara rutin harus melakukan uji diabetes gestasional selama trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Dokter akan menggunakan tes darah untuk mendiagnosis prediabetes dan diabetes.

  • Tes glukosa plasma, dapat mengukur gula darah anda setelah berpuasa selama 8 jam.
  • Tes A1C memberikan gambaran kadar gula darah anda selama 3 bulan sebelumnya.

Untuk mendiagnosis diabetes gestasional, dokter akan menguji kadar gula darah anda antara 24 dan 28 minggu kehamilan anda.

  • Selama tes glukosa, gula darah anda akan diperiksa satu jam setelah anda minum cairan manis.
  • Selama tes toleransi glukosa, gula darah anda akan diperiksa setelah anda berpuasa semalaman dan kemudian minum cairan manis

Semakin dini anda didiagnosis menderita diabetes, semakin cepat anda dapat memulai perawatan.

Pencegahan

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah karena disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh. Beberapa penyebab diabetes tipe 2, seperti gen atau usia, juga tidak dapat dikendalikan oleh anda.

Namun banyak faktor risiko diabetes lainnya dapat dikendalikan. Sebagian besar strategi pencegahan diabetes dapat dilakukan dengan membuat jadwal diet dan olahraga rutin.

Jika anda telah didiagnosis menderita prediabetes, berikut adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menunda atau mencegah diabetes tipe 2:

  • Sempatkan setidaknya 150 menit setiap minggu untuk olahraga seperti berjalan atau bersepeda.
  • Kurangi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans dalam menu makanan harian anda.
  • Makan lebih banyak buah, sayuran dan biji-bijian
  • Makanlah dalam porsi yang kecil
  • Coba untuk mengurangi 7 persen dari berat badan anda jika anda mengalami obesitas[2]

Diabetes selama kehamilan

Wanita yang belum pernah menderita diabetes juga dapat terserang diabetes gestasional selama kehamilan. Hormon yang diproduksi oleh plasenta dapat membuat tubuh anda lebih tahan terhadap efek insulin.

Beberapa wanita yang menderita diabetes sebelum mereka mengandung bayi mereka, dapat disebut dengan pra-kehamilan

Diabetes gestasional harus hilang setelah anda melahirkan, tetapi secara signifikan dapat meningkatkan risiko diabetes di kemudian hari nanti.

Sekitar setengah dari wanita dengan diabetes gestasional akan menderita diabetes tipe 2 dalam waktu 5 hingga 10 tahun setelah melahirkan.[3]

Memiliki diabetes selama kehamilan juga dapat menyebabkan komplikasi bagi bayi yang baru lahir, seperti penyakit kuning atau masalah pernapasan.

Jika anda didiagnosis menderita diabetes pra-kehamilan atau gestasional, anda perlu pemantauan khusus untuk mencegah komplikasi.

Diabetes pada anak

Anak-anak bisa mendapatkan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Mengontrol gula darah sangat penting dilakukan pada anak usia muda, karena penyakit ini dapat merusak organ-organ penting seperti jantung dan ginjal

Diabetes tipe 1

Bentuk diabetes autoimun sering dimulai pada masa anak-anak. Salah satu gejala utama adalah peningkatan buang air kecil.

Rasa haus yang ekstrim, kelelahan, dan kelaparan juga merupakan tanda kondisi tersebut. Sangat penting bahwa anak anak dengan diabetes tipe 1 untuk segera dirawat. Penyakit ini dapat menyebabkan gula darah tinggi dan dehidrasi, yang bisa menjadi keadaan darurat medis.

Diabetes tipe 2

Diabates tipe 1 dulu disebut dengan diabetes remaja, karena tipe 2 sangat jarang terjadi pada anak anak. Namun sekarang banyak anak anak dengan berat badan berlebih atau obesitas, sehingga diabetes tipe 2 menjadi lebih umum terjadi pada anak anak.

Sekitar 40 persen anak anak dengan diabetes tipe 2 tidak memiliki gejala. Penyakit ini sering didiagnosis selama pemeriksaan fisik.[4]

Diabetes tipe 2 yang tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi seumur hidup, termasuk penyakit jantung, penyakit ginjal hingga kebutaan. Makan sehat dan berolahraga dapat membantu anak mengelola gula darah secara optimal dan mencegah masalah ini terjadi.

Catatan

Beberapa jenis diabetes seperti tipe 1, disebabkan oleh faktor yang diluar kendali kita. Sedangkan tipe lainnya mungkin dapat dicegah dengan pilihan makanan yang lebih baik, peningkatan aktivitas, dan penurunan berat badan.

Diskusikan potensi risiko diabetes dengan dokter. Jika anda berisiko, periksakan gula darah anda dan ikuti saran dokter untuk mengelola gula darah anda.

Add a Comment