Diabetes Pada Pria: Gejala, Pengobatan, Pencegahan dan Lainnya

3 min read

diabetes pada pria

Halo pembaca Dhikly.com. artikel ini akan membahas tentang gejala diabetes pada pria yang harus anda ketahui meliputi gejala, pengobatan, pencegahan dan lainnya. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Diabetes

Diabetes adalah penyakit dimana tubuh anda tidak dapat memproduksi cukup insulin, tidak dapat menggunakan insulin atau campuran keduanya. Pada diabetes, kadar gula dalam darah tinggi. Hal ini yang dapat menyebabkan komplikasi jika dibiarkan tanpa pengobatan.

Diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat menyebabkan masalah pada mata, ginjal, dan kulit. Diabetes juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan masalah urologis lainnya pada pria.

Namun, banyak dari komplikasi yang ditimbulkan dapat dicegah atau diobati dengan perubahan gaya hidup dan kesadaran terhadap kesehatan diri.

Gejala

Gejala awal diabetes pada umumnya tidak disadari karena mungkin hanya gejala ringan pada awalnya. Beberapa gejala diabetes awal yang paling ringan, meliputi

  • Sering buang air kecil
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Penglihatan kabur
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki

Jika anda membiarkan diabetes tanpa melakukan pengobatan, komplikasi dapat terjadi. Komplikasi yang ditimbulkan dapat berdampak pada tubuh, seperti

  • Pada kulit
  • Mata
  • Ginjal
  • Saraf, termasuk kerusakan saraf

Berhati-hatilah terhadap infeksi bakteri pada kelopak mata, folikel rambut, atau kuku. Selain itu, seringkali seseorang dengan diabetes mengalami nyeri pada bagian tangan dan kaki. semua hal tersebut merupakan sinyal bahwa anda mungkin mengalami komplikasi akibat diabetes..

Gejala diabetes pada pria

Diabetes Pada Pria
Gambr 1.1 Alat Reproduksi Pria

Disfungsi ereksi adalah salah satu gejala diabetes pada pria yang dapat ditimbulkan yaitu ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi.

Hal ini bisa menjadi gejala dari banyak masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dan kondisi pendarahan atau sistem saraf. Disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh stres, merokok atau minum obat obatan tertentu.

Diabetes pada pria berisiko mengalami disfungsi ereksi. Menurut sebuah penelitian, lebih dari 50 persen pria dengan diabetes mengalami disfungsi ereksi.[1]

Kerusakan sistem saraf otonom

Diabetes pada pria dapat membahayakan sistem saraf otonom dan menyebabkan masalah seksual.

Jika pembuluh darah dan saraf di penis terluka oleh diabetes, disfungsi ereksi dapat terjadi.

Pembuluh darah bisa rusak oleh diabetes yang bisa memperlambat aliran darah ke penis. Hal ini adalah penyebab umum terjadinya disfungsi ereksi pada pria dengan diabetes.

Ejakulasi retrograde

Pria dengan diabetes juga dapat menghadapi ejakulasi retrograde. Hal ini merupakan kondisi dimana semen hanya diproduksi dalam jumlah yang sedikit untuk dilepaskan ke kandung kemih. Gejala yang mungkin terjadi yaitu semen yang dikeluarkan lebih sedikit saat ejakulasi.

Masalah urologi

Masalah urologi dapat terjadi pada pria dengan diabetes karena merusak saraf diabetes. Hal ini termasuk kandungan kemih yang terlalu aktif, ketidakmampuan untuk mengontrol buang air kecil dan infeksi saluran kemih.

Mencari bantuan

Berbicara terus terang dengan dokter tentang disfungsi ereksi dan komplikasi seksual atau urologis lainnya sangat penting dilakukan. Tes darah sederhana dapat membantu mendiagnosa diabetes. Menyelidiki penyebab disfungsi ereksi juga dapat membantu anda menemukan masalah lain yang mungkin tidak terdiagnosis.

Faktor risiko

Banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko diabetes dan komplikasi pada pria, seperti

  • Merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Menghindari aktivitas fisik
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi
  • Berusia lebih dari 45 tahun

Mencegah gejala diabetes pada pria

Berhenti atau mengurangi rokok, berolahraga secara teratur dan mempertahankan berat badan yang sehat adalah cara yang sangat efektif salam mencegah timbulnya diabetes.

Pengobatan

Menjaga kadar glukosa pada darah dapat membantu mencegah masalah terkait urologis dan diabetes pada pria lainnya. Jika anda mengalami masalah terkait diabetes, obat dibutuhkan untuk mengatasinya. Segera periksakan diri anda ke dokter.

Jenis obat

Obat-obatan disfungsi ereksi, seperti tadalafil (Cialis), vardenafil (Levitra), dan sildenafil (Viagra) dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Obat-obatan yang dicampur dengan prostaglandin yang merupakan senyawa sejenis hormon, juga dapat membantu mengobati disfungsi ereksi anda dengan menyuntikkannya ke penis.

Dokter juga mungkin akan merujuk anda ke ahli urologi atau ali endokrin untuk mengobati efek testosteron rendah. Testosteron rendah diakibatkan dari diabetes pada pria.

Testosteron rendah dapat menyebabkan anda kehilangan minat untuk melakukan hubungan seks, mengalami penurunan massa tubuh, dan merasa tertekan. Konsultasikan dengan dokter tentang gejala tersebut agar anda mendapat perawatan yang tepat seperti menyuntikkan testosteron atau patch dan gel yang dapat mengobati testosteron rendah.

Diskusikan semua obat dan suplemen yang anda konsumsi dengan dokter untuk menghindari interaksi obat yang berpotensi membahayakan. Bagikan perubahan pola tidur anda dan kebiasaan gaya hidup lainnya dengan dokter.

Perubahan gaya hidup

Pilihan gaya hidup tertentu juga sangat memengaruhi kesejahteraan fisik dan mental anda jika menderita diabetes.

Menyeimbangkan makanan dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan menunda timbulnya gejala diabetes. Cobalah untuk mengonsumsi beberapa jenis makanan berikut ini

  • Buah buahan
  • Sayuran
  • Lemak
  • Protein

Anda harus menghindari gula yang berlebihan, terutama minuman berkarbonasi seperti soda dan permen.

Pertahankan jadwal olahraga teratur. Hal ini memungkinkan anda untuk mendapat manfaat penuh dari olahraga tanpa merasa goyah, lelah, pusing atau cemas.

Kapan harus ke dokter?

Menjadi proaktif sangat penting. Lakukan tes darah rutin untuk mengetahui glukosa darah secara realtime, terutama jika anda mengalami disfungsi ereksi atau komplikasi diabetes pada pria lainnya.

Diabetes dan komplikasi seperti penyakit jantung dapat menyebabkan masalah emosional, termasuk kecemasan atau depresi. Hal ini dapat memperburuk disfungsi ereksi dan aspek lain dari kesehatan tubuh anda. Bicarakan dengan dokter jika anda mulai mengalami perasaan putus asa, sedih, cemas atau khawatir.

Catatan

Menurut CDC, pria sedikit lebih mungkin terkena diabetes dibanding wanita. Peningkatan obesitas dapat menjadi penyebab masalah tersebut.[2]

Jika anda memiliki gula darah tinggi dan berisiko terkena diabetes tipe 2, anda mungkin bisa mencegahnya. Anda masih bisa hidup sehat dengan diabetes. Dengan merubah gaya hidup menjadi sehat dan pengobatan yang tepat, anda juga mungkin dapat mencegah dan menghindari komplikasi.

Add a Comment