Diabetes Pada Wanita: Gejala, Faktor Risiko, Pengobatan dan Lainnya

4 min read

diabetes pada wanita

Halo pembaca Dhikly.com. Artikel ini akan membahas diabetes pada wanita yang meliputi gejala, faktor risiko, pengobatan, komplikasi dan lainnya. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Diabetes pada wanita

Diabetes merupakan kelompok penyakit metabolik dimana seseorang memiliki gula darah akibat adanya masalah produksi insulin. Diabetes dapat terjadi pada orang dari segala usia, ras atau jenis kelamin. Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu faktor penyebabnya.

Pada tahun 1972 hingga 2000, tingkat kematian untuk pria dengan diabetes menurun. Menurut sebuah penelitian, penurunan ini merupakan bentuk dari kemajuan pengobatan diabetes.[1]

Namun, penelitian ini juga menunjukkan tingkat kematian untuk wanita dengan diabetes terus meningkat. Selain itu, perbedaan tingkat kematian diabetes pada wanita dan pria berkisar dua kali lipat.

Temuan tersebut menekankan bagaimana diabetes berpengaruh terhadap wanita dan pria secara berbeda. Faktor berikut ini mungkin berpengaruh, seperti

  • Beberapa komplikasi diabetes pada wanita lebih sulit didiagnosis
  • Wanita sering memiliki berbagai jenis penyakit jantung dibanding pria
  • Hormon pada pria berbeda dengan wanita

Laporan global pada tahun 2014 oleh WHO, menyatakan sekitar 422 juta orang dewasa yang hidup dengan diabetes naik hingga 108 juta dari tahun 1980.[2]

Gejala diabetes pada wanita

jika anda seorang wanita dengan diabetes, anda mungkin mengalami beberapa gejala yang sama dengan pria. Namun, beberapa gejala hanya terjadi pada wanita. Pengetahuan lebih banyak gejala yang timbul pada wanita dengan diabetes dapat membantu anda dalam mengidentifikasi diabetes sedini mungkin dan mendapat perawatan tepat waktu.

Gejala diabetes pada wanita, antara lain

1. Infeksi vagina dan kandidiasis vagina

Pertumbuhan berlebihan jamur candida dapat menyebabkan infeksi ragi wanita, infeksi ragi mulut, dan sariawan vagina. Hal tersebut adalah infeksi yang umum terjadi pada wanita.

Ketika infeksi berkembang di area vagina, kemungkinan akan muncul gejala, berupa

  • Gatal
  • Nyeri
  • Keputihan
  • Seks yang menyakitkan

Infeksi ragi sering menyebabkan lapisan putih di lidah dan di dalam mulut. Tingginya kadar glukosa dalam darah memicu tumbuhnya jamur.

2. Infeksi saluran kemih

Risiko infeksi saluran kemih lebih tinggi pada wanita yang menderita diabetes. Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih. Infeksi tersebut dapat menimbulkan:

  • Nyeri pada saat buang air kecil
  • Menimbulkan sensasi seperti terbakar
  • Urin berdarah atau berwarna keruh

Infeksi saluran kemih pada wanita dengan diabetes sebagian besar disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terganggu karena hiperglikemia.

3. Disfungsi seksual wanita

Neuropati diabetes terjadi ketika glukosa darah tinggi merusak serabut saraf. Hal ini dapat memicu kesemutan pada beberapa bagian tubuh, seperti tangan dan kaki.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi sensasi di area vagina dan menurunkan gairah seks wanita.

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Gangguan ini terjadi ketika seseorang memproduksi hormon dalam jumlah yang banyak dan cenderung mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS). Tanda sindrom ovarium polikistik, meliputi

  • Periode menstruasi tidak teratur
  • Berat badan bertambah
  • Jerawat
  • Depresi
  • Infertilisasi

PCOS juga dapat menyebabkan resisten insulin sehingga kadar gula darah meningkat dan risiko diabetes pada wanita juga meningkat.

Gejala pada pria dan wanita

Baik pria maupun wanita dapat mengalami gejala diabetes tidak terdiagnosa seperti

  • Rasa haus dan lapar meningkat
  • Sering buang air kecil
  • Penurunan atau kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur
  • Ketika terjadi luka, lama dalam penyembuhannya
  • Mual
  • Infeksi kulit
  • Bercak hitam pada beberapa area tubuh
  • Nafas memiliki bau yang amis atau aseton

Penting untuk diingat bahwa banyak orang dengan diabetes tipe 2 tidak memiliki gejala yang jelas.

Kehamilan dan diabetes tipe1 dan tipe 2

Beberapa diabetes pada wanita mungkin akan bertanya tanya apakah mengalami kehamilan dengan diabetes aman?

Berita baiknya adalah anda dapat memiliki kehamilan yang sehat meskipun menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2. Tetapi, penting untuk mengatur kondisi anda sebelum dan selama kehamilan untuk menghindari komplikasi.

Jika anda menderita diabetes dan sedang hamil atau berharap hamil, bicarakan dengan dokter tentang cara terbaik mengelola kesehatan anda dan bayi anda. Misalnya, kadar glukosa darah anda dan kesehatan umum memerlukan beberapa tes sebelum dan selama kehamilan.

Saat anda hamil, glukosa darah dan keton akan didistribusikan melalui plasenta ke bayi. Bayi membutuhkan energi dari glukosa ibu hamil. Namun bayi berisiko mengalami cacat lahir jika kadar glukosa anda terlalu tinggi. Mentransfer gula darah tinggi ke bayi yang belum lahir dapat meningkatkan risiko seperti

  • Gangguan kognitif
  • Keterlambatan perkembangan
  • Tekanan darah tinggi

Baca juga: Prediabetes: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Komplikasi

Diabetes gestasional atau diabetes kehamilan

Diabetes gestasional terjadi pada wanita hamil dan berbeda dari diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes gestasional terjadi pada sekitar 9,2 persen orang hamil.

Hormon-hormon kehamilan mengganggu cara kerja insulin. Hal ini dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak dari normalnya. Namun, bagi sebagian wanita, mengalami masalah dalam mencukupi kebutuhan insulin, dan mereka akan mengalami diabetes kehamilan.

Diabetes gestasional sering berkembang di akhir kehamilan. Pada kebanyakan wanita, diabetes gestasional akan menghilang setelah kelahiran. Jika anda menderita diabetes gestasional, risiko anda terkena diabetes tipe 2 akan meningkat. Dokter dapat merekomendasikan anda untuk melakukan tes diabetes dan prediabetes setiap beberapa tahun.

Faktor risiko

Menurut OWH[3], anda berisiko terkena diabetes tipe 2 jika anda

  • Berusia lebih dari 45 tahun
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes
  • Pernah memiliki bayi yang dilahirkan dengan berat lebih dari 9 kg
  • Menderita diabetes gestasional
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Berolahraga kurang dari tiga kali seminggu
  • Memiliki kondisi kesehatan lain yang terkait dengan insulin, seperti PCOS
  • Memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke

Pengobatan

Beberapa hal berikut ini dapat memengaruhi dalam pengelolaan diabetes pada wanita, seperti

  • Beberapa jenis pil KB, dapat meningkatkan glukosa darah. Untuk mempertahankan kadar glukosa darah yang sehat, konsultasikan dengan dokter untuk beralih ke pil kB yang berdosis rendah.
  • Glukosa dalam tubuh anda dapat menyebabkan infeksi jamur. Hal ini dikarenakan glukosa dapat mempercepat pertumbuhan jamur. Beberapa obat-obatan bebas maupun resep dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur. Beberapa dapat menghilangkan infeksi jamur dengan mempertahankan gula darah dalam tubuh. Konsumsi insulin sesuai resep, olahraga teratur, kurangi asupan karbohidrat dan pilih makanan rendah glikemik dan pantau gula darah anda.

Anda dapat menggunakan beberapa langkah untuk mencegah atau menunda diabetes pada wanita, menghindari komplikasi dan mengelola gejala yang ditimbulkan.

1. Obat obatan

Beberapa obat dapat anda gunakan untuk mengelola gejala dan komplikasi diabetes pada wanita. Banyak jenis obat baru untuk diabetes tersedia, namun obat yang paling umum digunakan yaitu

  • Terapi insulin, untuk semua orang dengan diabetes tipe 1
  • Metformin (Glucophage), untuk mengurangi kadar gula darah

2. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup dapat membantu mengelola diabetes, seperti

  • Berolahraga dan menjaga berat badan tetap pada batas sehat
  • Menghindari rokok
  • Makan makanan sehat seperti, buah-buahan, sayuran dan biji-bijian
  • Memonitor gula darah secara keberlanjutan

3. Obat alternatif diabetes

Wanita dengan diabetes dapat mencoba berbagai obat alternatif untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan, seperti

  • Konsumsi suplemen, seperti kronium dan magnesium
  • Makan lebih banyak brokoli, gandum dan kacang polong
  • Konsumsi suplemen nabati

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum anda mencoba metode perawatan lainnya, meskipun hal tersebut bersifat alami. Karena ada kemungkinan hal tersebut mengganggu obat yang sedang anda konsumsi.

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang harus diketahui oleh wanita dengan diabetes antara lain

  • Gangguan makan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan makan lebih sering terjadi pada wanita dengan diabetes[4]
  • Penyakit jantung koroner. Banyak wanita yang menderita diabetes tipe 2 sudah memiliki penyakit jantung ketika didiagnosis.
  • Kondisi kulit, seperti infeksi yang disebabkan oleh jamur
  • Kerusakan saraf, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit, gangguan sirkulasi pada beberapa anggota tubuh
  • Kerusakan mata, gejala ini dapat menyebabkan kebutaan
  • Kerusakan kaki. jika tidak segera ditangani, hal ini dapat menyebabkan amputasi

Catatan

Sebuah penelitian menemukan bahwa diabetes pada wanita 40 persen lebih mungkin meninggal karena penyakit ini.[5]

Studi ini juga menemukan bahwa mereka yang menderita diabetes tipe 1 memiliki harapan hidup yang lebih pendek. Orang dengan diabetes tipe 1 mungkin mengalami penurunan harapan hidup hingga 20 tahun, dan mereka yang menderita diabetes tipe 2 mengalami penurunan harapan hidup hingga 10 tahun.

Berbagai macam obat, perubahan gaya hidup dan pengobatan alternatif dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai perawatan baru, bahkan jika anda berfikir hal tersebut aman.

Add a Comment