Diabetes Tipe 2: Semua Hal Yang Perlu Anda Ketahui

7 min read

diabetes tipe 2

Halo pembaca Dhikly.com, artikel ini membahas seputar diabetes tipe 2 termasuk gejala, pengobatan, diabetes tipe 2 pada anak dan lain sebagainya. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Diabetes tipe 2

Diabetes adalah kondisi medis kronis dimana kadar gula atau glukosa menumpuk di dalam aliran darah. Hormon insulin membantu memindahkan glukosa dari darah ke sel tubuh, yang nantinya berfungsi sebagai energi.

Pada diabetes tipe 2, sel tubuh anda tidak mampu merespon insulin sebagaimana mestinya, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan insulin dalam tubuh.

Diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kadar glukosa darah menjadi tinggi, menyebabkan beberapa gejala muncul dan berpotensi terjadi komplikasi serius.

Gejala

Pada diabetes 2, tubuh anda tidak dapat menggunakan insulin secara efektif untuk membawa glukosa ke dalam sel tubuh anda. Hal ini menyebabkan tubuh anda bergantung pada energi alternatif di jaringan, otot dan organ lainnya. Hal ini lah yang menyebabkan berbagai gejala muncul.

Diabetes tipe 2 berkembang dalam waktu yang lama. Gejalanya mungkin ringan dan mudah disingkirkan pada awalnya. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain

  • Merasa lapas secara terus menerus
  • Kekurangan energi
  • Mudah lelah
  • Penurunan berat badan
  • Haus yang berlebihan
  • Sering buang air kecil
  • Mulut kering
  • Kulit menjadi gatal
  • Penglihatan kabur

Seiring berkembangnya penyakit, gejalanya akan menjadi lebih parah dan berpotensi pada gangguan yang lebih berbahaya.

Pada waktu yang lama jika gula darah pada tubuh anda tetap tinggi, kemungkinan gejala yang muncul meliputi

  • Infeksi
  • Luka dengan penyembuhan yang lambat
  • Bercak gelap pada kulit atau disebut dengan acanthosis nigricans
  • Nyeri pada kaki
  • Mati rasa pada ektremitas tubuh anda atau neuropati

Jika anda memiliki dua atau lebih gejala diatas, Anda harus mengunjungi dokter agar cepat mendapat perawatan medis. Tanpa pengobatan, diabetes bisa mengancam jiwa.

Penyebab

Insulin adalah hormon yang terbentuk secara alami. Pankreas akan menghasilkan dan melepaskannya saat anda makan. Insulin membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke sel sel di seluruh tubuh anda, untuk digunakan sebagai energi.

Jika anda memiliki diabetes tipe 2, tubuh akan menjadi resisten terhadap insulin. Tubuh anda tidak lagi menggunakan hormon secara efisien. Hal ini memaksa pankreas untuk bekerja lebih keras agar menghasilkan lebih banyak insulin.

Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat merusak sel sel di pankreas, dan akhirnya pankreas anda tidak dapat memproduksi insulin kembali.

Jika anda tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tubuh anda tidak menggunakannya secara efektif, glukosa akan menumpuk di aliran darah. Hal ini yang menyebabkan sel sel kekurangan energi.

Hal ini juga berhubungan dengan disfungsi sel di pankreas. Pada beberapa orang, hati memproduksi terlalu banyak glukosa. Mungkin ada kecenderungan genetik yang menyebabkan anda terkena diabetes tipe 2.

Pengobatan

Anda dapat secara efektif mengobati diabetes tipe 2. Dokter akan memberitahu seberapa sering anda harus memeriksa kadar glukosa darah anda. Tujuannya adalah untuk mengontrol agar tetap berada pada kisaran normal.

Berikut ini tips yang dapat anda gunakan untuk mengelola diabetes tipe 2

  • Sertakan makanan yang kaya serat dan karbohidrat sehat dalam makanan harian anda. Makan buah, sayuran dan biji-bijian akan membantu anda dalam menjaga glukosa darah anda stabil.
  • Makan secara teratur
  • Kontrol berat badan anda dan jaga kesehatan jantung anda. Hal itu berarti membatasi makan makanan karbohidrat olahan, permen dan lemak hewani.
  • Luangkan waktu untuk berolahraga yang bertujuan menjaga kesehatan jantung anda. Selain itu olahraga juga dapat membantu mengontrol glukosa darah dalam tubuh anda.

Dokter akan menjelaskan bagaimana cara mengenali gejala awal gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dan apa yang harus lakukan disetiap situasi. Dokter juga akan membantu anda dalam memilih makanan yang tepat untuk anda.

Tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 perlu menggunakan insulin. Jika anda melakukannya, hal itu dikarenakan pankreas tidak menghasilkan cukup insulin sendiri. Sangat penting bagi anda untuk mengonsumsi insulin sesuai aturan. Beberapa jenis obat juga dapat membantu anda.

Obat diabetes tipe 2

Dalam beberapa kasus, perubahan gaya hidup cukup untuk mengendalikan diabetes tipe 2. Jika tidak, ada beberapa obat yang dapat membantu anda, seperti

  • Metformin, obat ini dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin. Kebanyakan penderita diabetes tipe 2 menggunakan obat jenis ini.
  • Sulfonylureas, obat ini merupakan obat oral yang dapat membantu tubuh membuat insulin lebih banyak
  • Meglinides, merupakan obat jangka pendek yang merangsang pankreas untuk melepas lebih banyak insulin
  • Thiazolidinediones, merupakan obat yang dapat membuat tubuh anda lebih sensitif terhadap insulin
  • Inhibitor dipeptidyl peptidase-4, merupakan obat ringan yang dapat membantu mengurangi kadar glukosa dalam darah
  • Agonis reseptor glucagon, berguna untuk memperlambat pencernaan dan meningkatkan kadar glukosa dalam darah
  • Inhibitor sodium, dapat membantu mencegah ginjal menyerap kembali glukosa ke dalam darah.

Masing masing obat tersebut mempunyai efek samping. Mungkin perlu beberapa waktu untuk menemukan obat atau kombinasi obat terbaik untuk mengobati diabetes anda.

Jika tekanan darah atau kadar kolesterol bermasalah, anda mungkin perlu obat untuk mencegah mengatasi tersebut.

Jika tubuh anda tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup, anda mungkin memerlukan terapi insulin. Anda mungkin hanya memerlukan suntikan insulin jangka panjang yang dapat anda lakukan di malam hari, atau anda mungkin perlu mendapatkan insulin beberapa kali dalam sehari.

Diet untuk diabetes tipe 2

Diet merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan jantung dan menjaga kadar glukosa dalam darah agar tetap stabil dalam kisaran aman dan sehat.

Berikut ini diet yang direkomendasikan untuk penderita diabetes tipe 2, meliputi

  • Makan sesuai jadwal
  • Pilih berbagai makanan yang kaya nutrisi dan rendah kalori
  • Hindari makan berlebihan
  • Baca label makanan dengan cermat

Makanan dan minuman yang harus dihindari

Beberapa makanan dan minuman tertentu harus anda batasi atau bahkan harus anda hindari, seperti

  • Makanan dengan kandungan lemak jenuh atau lemak trans
  • Daging organ atau jeroan
  • Daging olahan
  • Kerang
  • Margarin
  • Makanan yang di panggang seperti roti, bagel
  • Makanan ringan olahan
  • Minuman manis
  • Produk susu tinggi lemak
  • Pasta atau nasi putih

Menghindari makanan asin dan gorengan juga dianjurkan.

Makanan yang direkomendasikan untuk diabetes tipe 2

Beberapa karbohidrat yang aman untuk dikonsumsi seperti

  • Buah
  • Sayuran non tepung
  • Polong polongan
  • Biji-bijian utuh seperti gandum
  • Ubi jalar

Makanan dengan kandungan asam lemak omega-3 yang dapat menyehatkan jantung, seperti

  • Tuna
  • Sarden
  • Salmon
  • Ikan kembung
  • Ikan pecak
  • Ikan kod
  • Biji rami

Anda juga bisa mendapatkan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang sehat, seperti

  • Minyak zaitun, minyak kacang dan minyak canola
  • Kacang-kacangan, seperti almond dan kenari
  • Alpukat

Meskipun opsi untuk lemak sehat baik untuk anda, perlu diingat bahwa mereka juga memiliki kandungan kalori. Membatasi makanan tertentu adalah kuncinya. Memilih produk susu rendah lemak juga akan membuat asupan lemak anda tetap terkendali.

Faktor risiko

Faktor-faktor tertentu dapat menyebabkan diabetes tipe 2 menjadi lebih buruk. Beberapa faktor yang berada diluar kendali anda, seperti

  • Risiko anda lebih besar jika memiliki saudara laki-laki, saudara perempuan, atau orang tua yang menderita diabetes tipe 2
  • Anda dapat menderita diabetes tipe 2 pada usia berapa pun, tetapi risiko akan meningkat seiring bertambahnya usia. Risiko anda sangat tinggi setelah anda mencapai 45 tahun
  • Wanita dengan kondisi yang disebut dengan sindrom ovarium polikistik berada pada risiko yang tinggi

Beberapa faktor yang dapat anda rubah, seperti

  • Kelebihan berat badan yang artinya pada tubuh anda terdapat banyak jaringan lemak, yang menyebabkan sel sel anda lebih tahan terhadap insulin.
  • Risiko anda dapat meningkat ketika anda memiliki gaya hidup yang buruk. Olahraga teratur dapat membantu sel anda merespons insulin dengan baik.
  • Makan terlalu banyak junk food atau makan makanan yang memberi dampak buruk terhadap kadar glukosa darah anda.

Anda juga berisiko lebih tinggi jika menderita diabetes gestasional atau prediabetes, dua kondisi tersebut di sebabkan oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah.

Diagnosis

Anda harus mengunjungi dokter untuk mengetahui apakah anda menderita diabetes tipe 2 atau tidak, beberapa tes yang mungkin akan dilakukan, yaitu

  • Tes hemoglobin A1C. Tes ini mengukur kadar glukosa darah rata-rata untuk dua atau tiga bulan sebelumnya. Anda tidak perlu berpuasa untuk tes ini dan dokter dapat mendiagnosis anda berdasarkan hasil. Hal ini juga dapat disebut dengan tes hemoglobin glikosilasi.
  • Tes glukosa plasma puasa. Tes ini mengukur seberapa banyak glukosa dalam plasma anda. Anda mungkin perlu berpuasa selama delapan jam sebelum melakukannya.
  • Tes toleransi glukosa oral. selama tes ini dilakukan, darah anda diambil tiga kali yaitu sebelum, satu jam setelahnya, dan dua jam setelah anda minum dosis glukosa. Hasil tes menunjukkan seberapa baik tubuh anda mengolah glukosa sebelum dan sesudah minum.

Jika anda menderita diabetes, dokter akan memberi anda informasi tentang cara mengelola penyakit, seperti

  • Cara memantau kadar glukosa darah sendiri
  • Rekomendasi diet
  • Rekomendasi aktivitas fisik
  • Informasi tentang obat apapun yang anda butuhkan

Anda mungkin perlu menemui ahli endokrin yang sudah berpengalaman dalam pengobatan diabetes. Anda mungkin harus mengunjungi dokter lebih sering pada awalnya untuk memastikan rencana keperawatan anda berfungsi dengan baik.

Diagnosis dini adalah kunci untuk mengatasi diabetes.

Baca juga: Apa Saja Jenis-Jenis Diabetes?

Pencegahan

Anda tidak selalu dapat mencegah diabetes tipe 2. Tidak ada yang bisa anda lakukan jika hal itu disebabkan terkait dengan genetika, etnis atau usia anda.

Namun beberapa perubahan gaya hidup dapat menunda atau bahkan mencegah timbulnya diabetes tipe 2.

1. Diet

Dalam diet anda harus membatasi konsumsi gula dan karbohidrat olahan dan menggantinya dengan biji-bijian, karbohidrat dan serat glikemik rendah. Daging tanpa lemak, unggas atau ikan dapat digunakan sebagai pengganti protein. Anda juga membutuhkan asam lemak omega-3 yang dapat menyehatkan bagi jantung yang dapat berasal dari jenis ikan tertentu, lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.

Bukan hanya apa yang anda makan, tetapi juga seberapa banyak anda makan itu juga merupakan hal penting. Anda harus berhati-hati mengenai ukuran porsi dan usahakan makan pada waktu yang hampir bersamaan setiap hari.

2. Olahraga

Diabetes tipe 2 dapat dikaitkan dengan kurangnya gerak tubuh anda. Melakukan 30 menit olahraga setiap hari dapat meningkatkan kesehatan anda secara keseluruhan. Cobalah untuk menambahkan gerak ekstra sepanjang hari.

3. Manajemen berat badan

Anda lebih mungkin terserang diabetes tipe 2 jika anda memiliki kelebihan berat badan. Makan makanan yang sehat, seimbang dan berolahraga setiap hari dapat membantu anda dalam mengendalikan berat badan.

Jika hal tersebut tidak berhasil, dokter mungkin dapat membuat beberapa rekomendasi untuk menurunkan berat badan dengan aman.

Komplikasi

Bagi banyak orang dengan diabetes tipe 2 dapat dikelola secara efektif. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat mempengaruhi hampir semua organ pada tubuh anda, dan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti

  • Masalah kulit, seperti bakteri atau jamur infeksi
  • Kerusakan saraf atau neuropati yang dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau mati rasa dan kesemutan di ekstrimitas anda serta masalah pencernaan, seperti muntah, diare dan sembelit.
  • Gangguan pendengaran
  • Kerusakan retina atau retinopati dan kerusakan mata yang dapat menyebabkan penglihatan memburuk, glukoma dan katarak
  • Penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, penyempitan pembuluh darah, serangan jantung hingga stroke.

1. Hipoglikemia

Hipoglikemia dapat terjadi ketika gula darah anda rendah. Gejalanya dapat berupa pusing hingga kesulitan berbicara. Anda biasanya dapat mengatasinya dengan mengonsumsi makanan atau minuman seperti jus buah, minuman ringan atau permen.

2. Hiperglikemia

Hiperglikemia dapat terjadi ketika gula darah tinggi. Hal ini biasanya ditandai dengan sering buang air kecil dan rasa haus yang meningkat.

3. Komplikasi selama dan setelah kehamilan

Jika anda menderita diabetes saat hamil, anda harus memantau kondisi anda dengan cermat. Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan

  • Mempersulit persalinan
  • Membahayakan organ bayi anda yang sedang berkembang
  • Menyebabkan bayi anda kelebihan berat badan

Hal ini juga dapat meningkatkan risiko bayi anda terkena diabetes selama masa hidup mereka

Wanita dengan diabetes memiliki kemungkinan dua kali terkena serangan jantung. Risiko gagal jantung empat kali lipat dari wanita tanpa diabetes. Pria dengan diabetes 3,5 kali lebih mungkin untuk mengalami disfungsi ereksi.

Diabetes tipe 2 pada anak-anak

Diabetes tipe 2 pada anak adalah masalah yang berkembang pada zaman sekarang. Sebuah studi menemukan bahwa kejadian diabetes tipe 2 pada remaja telah meningkat sekitar 5.0000 kasus baru setiap tahunnya.[1] Studi lain menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama pada ras minoritas dan kelompok etnis tertentu.[2]

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi, meliputi

  • Kelebihan berat badan atau memiliki indeks massa tubuh lebih dari normal
  • Memiliki berat lahir 4 kg lebih
  • Dilahirkan dari seorang ibu yang menderita diabetes saat dia hamil
  • Memiliki anggota keluarga dekat dengan diabetes tipe 2
  • Memiliki gaya hidup yang buruk

Gejala diabetes tipe 2 pada anak anak sama dengan orang dewasa, meliputi

  • Haus atau kelaparan yang berlebihan
  • Peningkatan buang air kecil
  • Luka yang lambat sembuh
  • Infeksi
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur
  • Beberapa area kulit menjadi gelap

Tes glukosa darah acak dapat digunakan untuk mengetahui glukosa darah dalam tubuh. Tes hemoglobin A1C dapat digunakan untuk mengetahui rata rata gula darah dalam tubuh beberapa bulan yang lalu. Anak mungkin juga membutuhkan tes glukosa darah puasa.

Jika anak anda didiagnosa menderita diabetes, dokter biasanya perlu menentukan apakah itu diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2 sebelum menyarankan perawatan tertentu.

Anda dapat membantu menurunkan risiko anak anda dengan mendorong mereka untuk makan makanan yang sehat dan menjadi aktif secara fisik setiap harinya.

Mengelola diabetes tipe 2

Mengelola diabetes tipe 2 membutuhkan kerja tim. Anda harus bekerja sama dengan dokter, namun banyak dipengaruhi oleh tindakan anda sendiri.

Dokter mungkin akan melakukan tes darah secara berkala untuk mengetahui kadar glukosa darah anda. Hal ini akan dapat membantu dalam menentukan seberapa baik anda mengelola penyakit. Jika anda minum obat, tes ini akan membantu mengukur seberapa baik kinerjanya.

Karena diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, dokter mungkin juga akan memantau tekanan darah dan kadar kolesterol darah anda.

Jika anda memiliki gejala penyakit jantung, anda mungkin memerlukan tes tambahan, seperti EKG atau tes stres jantung.

Beberapa tips berikut ini dapat anda gunakan untuk mengelola diabetes anda

  • Pertahankan diet seimbang yang mencakup sayuran non tepung, serat whole grain, protein tanpa lemak, dan lemak tak jenuh. Hindari lemak, gula dan karbohidrat tidak sehat.
  • Raih dan pertahankan berat badan yang sehat
  • Berolahraga setiap hari
  • Minum semua obat sesuai anjuran dokter
  • Gunakan sistem pemantau rumahan untuk menguji kadar glukosa darah anda. Dokter akan memberi tahu anda seberapa sering anda harus melakukan itu dan berapa kisaran target harian anda.

Sumber:
Statistics about diabetes. (2018). diabetes.org/diabetes-basics/statistics/
Symptoms and causes of diabetes. (2016). niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/symptoms-causes
Taking a closer look at labels. (2014). diabetes.org/food-and-fitness/food/what-can-i-eat/food-tips/taking-a-closer-look-at-labels.html

Add a Comment