Efek Diabetes Pada Tubuh Yang Harus Anda Ketahui

4 min read

efek diabetes pada tubuh

Halo pembaca Dhikly.com. Artikel ini akan membahas tentang apa saja sih efek diabetes pada tubuh seseorang? Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Efek diabetes pada tubuh

Ketika anda mendengar kata diabetes, yang pertama terpikirkan mungkin gula darah. Kenyataannya, gula darah adalah salah satu komponen kesehatan yang sering diremehkan. Ketika hal itu terjadi dalam waktu yang lama, maka akan berkembang menjadi diabetes.

Diabetes dapat memengaruhi tubuh dalam produksi atau penggunaan insulin, hormon yang memungkinkan tubuh mengubah glukosa menjadi energi.

Dibetes dapat dikelola secara efektif ketika diketahui lebih awal. Namun jika tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi potensial yang meliputi penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal dan kerusakan saraf.

Biasanya setelah anda makan atau minum, tubuh anda akan memecah gula dari makanan dan menggunakannya untuk energi dalam sel. Untuk mencapai hal itu, pankreas perlu menghasilkan hormon yang disebut dengan insulin. Insulin memfasilitasi proses pengubahan gula dari darah dan mendistribusikan ke sel untuk digunakan sebagai energi.

Jika anda menderita diabetes, pankreas menghasilkan terlalu sedikit insulin atau bahkan tidak memproduksi sama sekali, sehingga insulin tidak dapat digunakan secara efektif. Hal ini memungkinkan kadar glukosa darah meningkat sementara sel-sel anda kekurangan energi yang sangat dibutuhkan. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah yang memengaruhi setiap sistem organ tubuh.

Jenis diabetes

Efek diabetes pada tubuh juga tergantung pada jenis yang anda miliki. Terdapat dua jenis utama diabetes yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1 atau biasa disebut dengan diabetes remaja seringkali disebut juga dengan gangguan kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas, menghancurkan kemampuan tubuh untuk membuat insulin.

Ketika anda menderita diabetes tipe 1, anda harus menggunakan insulin untuk tetap hidup. Sebagian besar orang didiagnosis diabetes tipe 1 masih berumur kisaran remaja atau dewasa awal.

Diabetes tipe 2 dapat dikaitkan dengan resistensi insulin. Dulu, diabetes tipe 2 sering terjadi pada orang yang lebih tua, namun sekarang banyak populasi yang lebih muda didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Hal ini adalah hasil dari kebiasaan gaya hidup, pola makan, dan olahraga yang buruk.

Seseorang dengan diabetes tipe 2, pankreas akan berhenti menggunakan insulin secara efektif. Hal ini dapat menyebabkan masalah dalam kemampuan mencerna gula dari darah hingga mengubahnya menjadi energi. Pada akhirnya, hal ini dapat mengarah pada kebutuhan akan obat insulin.

Fase sebelum diabetes atau disebut dengan prediabetes dapat dikelola secara efektif dengan diet, olahraga dan pemantauan gula darah secara berkelanjutan. Hal ini juga dapat mencegah perkembangan diabetes tipe 2 yang kemungkinan dapat terjadi di kemudian hari. Atau dalam kata lain, diabetes dapat dikendalikan dalam hal ini.

Diabetes gestasional atau diabetes kehamilan terjadi ketika gula darah tinggi selama kehamilan berlangsung. Anda dapat mengontrol diabetes gestasional melalui diet dan olahraga. Hal ini juga biasanya sembuh setelah bayi dilahirkan.

Diabetes gestasional juga dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko perkembangan diabetes tipe 2 di kemudian hari bagi ibu dan anak.

Sistem endokrin, ekskresi dan pencernaan

Efek diabetes pada tubuh dapat berdampak pada sistem endokrin, ekskresi dan pencernaan.

Jika pankreas menghasilkan sedikit atau tidak menghasilkan insulin sama sekali, hormon alternatif akan digunakan untuk mengubah lemak menjadi energi. Hal ini dapat menciptakan bahan kimia beracun, seperti asam dan keton, yang dapat menyebabkan kondisi yang disebut ketoasidosis diabetikum. Hal ini adalah komplikasi penyakit yang serius. Gejala yang sering ditimbulkan yaitu rasa haus yang ekstrem, buang air kecil berlebihan dan mudah lelah.

Napas anda mungkin memiliki aroma manis yang disebabkan oleh peningkatan kadar keton dalam darah. Kadar gula darah tinggi dan keton berlebihan dalam urin merupakan tanda dari ketoasidosis diabetik. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya kesadaran atau bahkan kematian.

Sindrom hiperglikemik terjadi pada diabetes tipe 2. Hal ini menyebabkan kadar glukosa darah sangat tinggi. Anda mungkin mengalami dehidrasi pada kondisi ini. Anda mungkin juga akan kehilangan kesadaran.

Sindrom hiperglikemik paling umum terjadi pada orang yang diabetesnya tidak terdiagnosis atau yang belum mampu mengendalikan diabetesnya. Hal ini juga dapat disebabkan oleh serangan jantung, stroke, atau infeksi.

Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan gastroparesis. Akibatnya anda mungkin akan mengalami mual, muntah, kembung dan mulas.

Kerusakan ginjal

Efek diabetes pada tubuh juga dapat berdampak pada kerusakan ginjal dan memengaruhi kemampuan mereka untuk menyaring limbah dari darah. Jika dokter mendeteksi mikroalbuminuria atau peningkatakan jumlah protein dalam urin, hal itu bisa menjadi tanda bahwa ginjal anda tidak berfungsi dengan baik.

Penyakit ginjal yang berhubungan dengan diabetes disebut dengan nefropati diabetik. Kondisi ini tidak menunjukkan gejala sampai pada tahap selanjutnya. Jika anda menderita diabetes, dokter akan mengevaluasi nefropati pada tubuh anda untuk membantu mencegah kerusakan ginjal yang tidak dapat diperbaiki atau gagal ginjal.

Sistem sirkulasi

Diabetes meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi, yang dapat menyebabkan jantung anda bekerja lebih keras. Ketika anda memiliki glukosa darah tinggi, dapat menyebabkan pembentukan timbunan lemak di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, hal ini dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah.

Diabetes dapat melipatgandakan risiko penyakit jantung dan stroke. Selain memantau dan mengendalikan glukosa darah, kebiasaan makan yang baik dan olahraga teratur dapat membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi.

Anda juga harus mempertimbangkan berhenti merokok jika berisiko terkena diabetes. Diabetes dan merokok adalah kombinasi yang sangat buruk. Hal ini dapat meningkatkan risiko anda terkena masalah kardiovaskular dan dapat menghambat aliran darah.

Kurangnya aliran darah pada akhirnya dapat memengaruhi tangan dan kaki dan dapat menyebabkan rasa nyeri saat berjalan. Hal ini disebut dengan kaludikasio intermiten.

Pembuluh darah yang menyempit di kaki juga dapat menyebabkan masalah pada area tersebut. Misalnya, kaki anda mungkin akan terasa dingin atau anda mungkin tidak bisa merasakan panas karena kurangnya sensitifitas pada kaki. kondisi ini dikenal sebagai neuropati perifer, yang merupakan jenis neuropati diabetik yang menyebabkan penurunan sensitifitas pada ekstremitas.

Selain itu, efek diabetes pada tubuh juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi pada kaki. aliran darah yang buruk dan kerusakan saraf meningkatkan kemungkinan kaki diamputasi. Jika anda menderita diabetes, penting bagi anda untuk merawat kaki dengan baik dan memeriksanya sesering mungkin.

Sistem integumen

Diabetes juga dapat memengaruhi kulit, organ terbesar pada tubuh manusia. Seiring dengan dehidrasi dan kurangnya kelembaban tubuh anda karena gula darah tinggi, dapat menyebabkan kulit di kaki anda kering dan pecah pecah.

Sangat penting untuk benar benar mengeringkan kaki anda setelah mandi atau berenang. Anda bisa menggunakan petroleum jelly atau krim pelembut, tetapi jangan biarkan area tersebut terlalu lembab.

Lipatan lembab pada kulit rentan terhadap infeksi jamur, bakteri atau ragi. Hal ini cenderung berkembang diantara jari tangan dan kaki, selangkangan, ketiak atau disudut mulut. Gejalanya meliputi kemerahan, lepuh dan gatal.

Bintik-bintik akibat tekanan darah tinggi dibawah kaki dapat menyebabkan kapalan. Hal ini dapat terinfeksi atau mengembangkan bisul. Jika anda mengalami bisul, segera temui dokter untuk menurunkan risiko amputasi kaki. Anda juga lebih rentan terhadap bisul, folikulitis (infeksi pada folikel rambut), sties dan kuku yang terinfeksi.

Diabetes yang tidak dikelola dengan baik juga dapat menyebabkan beberapa kondisi pada kulit, seperti

  • Xantomatosis erupsi, yang dapat menyebabkan benjolan berwarna kuning dan kemerahan disekitarnya
  • Sclerosis digital, yang menyebabkan kulit menebal, paling sering di tangan dan kaki
  • Dermopati diabetes, yang menyebabkan bercak coklat pada kulit

Untuk demopati diabetes tidak perlu anda khawatirkan dan tidak memerlukan pengobatan.

Gangguan kondisi kulit pada umumnya akan menghilang ketika gula darah teratasi.

Sistem saraf pusat

Efek diabetes pada tubuh juga dapat menyebabkan neuropati diabetik atau kerusakan saraf. Hal ini dapat memengaruhi sensitifitas terhadap panas, dingin dan sakit. Hal itu juga dapat membuat anda lebih rentan terhadap cedera. Kemungkinan hal ini juga dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Diabetes juga dapat menyebabkan pembengkakan, kebocoran pembuluh darah di mata atau yang disebut dengan retinopati diabetik. Hal ini juga dapat menyebabkan kebutaan. Gejala gangguan mata bisa ringan pada awalnya, jadi penting untuk memeriksakan diri anda ke dokter mata secara teratur.

Sistem reproduksi

Perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan diabetes kehamilan dan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Terdapat dua jenis kondisi tekanan darah tinggi yang harus diwaspadai oleh wanita hamil yaitu preeklampsia dan eklampsia.

Dalam kebanyakan kasus, diabetes gestasional mudah dikendalikan dan kadar glukosa akan kembali normal setelah bayi lahir. Gejalanya mirip dengan tipe diabetes lainnya, tetapi hal ini dapat menyebabkan infeksi berulang yang memengaruhi vagina dan kandung kemih.

Jika anda menderita diabetes gestasional, bayi anda mungkin memiliki berat lahir lebih tinggi. Anda juga berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 beberapa tahun setelah kelahiran bayi.

Sumber:
Diabetes and skin care. (n.d.). www.diabetes.co.uk/diabetes-and-skin-care.html
Foot complications. (2016). www.diabetes.org/living-with-diabetes/complications/foot-complications/
Gastroparesis: What is gastroparesis? (2012). niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gastroparesis
Kidney disease (nephropathy). (2017). www.diabetes.org/living-with-diabetes/complications/kidney-disease-nephropathy.html
Mayo Clinic Staff. (2015). Diabetic ketoacidosis: Definition. www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-ketoacidosis/basics/definition/con-20026470

Add a Comment