Gastrointestinal (Pendarahan Saluran Pencernaan): Penyebab, Gejala, Pengobatan dan lainnya

3 min read

Gastrointestinal (Pendarahan Saluran Pencernaan)

Halo pembaca Dhikly.com. Artikel ini akan membahas tentang gastrointestinal (GI) atau pendarahan saluran pencernaan yang meliputi penyebab, gejala, pengobatan, komplikasi dan lainnya. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Gastrointestinal

Penyakit gastrointestinal (GI) adalah gejala serius yang terjadi pada saluran pencernaan. Saluran pencernaan terdiri dari:

  • Kerongkongan
  • Perut
  • Usus kecil, termasuk duodenum
  • Usus besar
  • Dubur

Gangguan gastrointestinal dapat terjadi pada organ-organ tersebut. Jika pendarahan terjadi di kerongkongan, lambung atau bagian awal usus kecil (duodenum), hal tersebut dianggap sebagai pendarahan saluran cerna bagian atas. Pendarahan pada usus kecil bagian bawah, usus besar, rektum atau anus disebut dengan pendarahan gastrointestinal bagian bawah.

Jumlah pendarahan yang dialami dapat terjadi hanya sedikit atau bahkan hingga pendarahan yang dapat mengancam jiwa. Dalam beberapa kasus, mungkin ada pendarahan yang sangat sedikit, darah hanya dapat ditemukan ketika melakukan uji tinja.

Apa yang menyebabkan perdarahan gastrointestinal?

Berbagai bagian saluran pencernaan dipengaruhi oleh kondisi tertentu. Ada berbagai penyebab di setiap bagian pendarahan.

Penyebab pendarahan GI bagian atas

Ulkus peptika adalah penyebab umum perdarahan GI. Ulkus ini adalah luka terbuka yang berkembang di lapisan perut atau duodenum.

Infeksi dari H. Pylori biasanya menyebabkan tukak lambung.

Pembuluh darah yang membesar di kerongkongan juga dapat robek dan berdarah sebagai akibat dari kondisi yang disebut dengan varises esofagus.

Penyebab lain yang dapat terjadi, meliputi

  • Pembesaran vena abnormal di esofagus (varises esofagus). Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dengan penyakit hati yang serius.
  • Esofagitis. Peradangan pada esofagus ini sering disebabkan oleh penyakit reflux gastroesofageal (GERD)

Penyebab pendarahan GI bagian bawah

Salah satu penyebab paling umum dari pendarah GI adalah kolitis, yang terjadi ketika usus meradang. Kolitis memiliki banyak penyebab, seperti

  • Infeksi
  • Keracunan makanan
  • Parasit
  • Penyakit cohn atau kolitis ulserativa
  • Kurangnya aliran darah di usus besar

Wasir adalah penyebab umum lainnya dari gastrointestinal atau pendarahan dubur. Wasir terjadi ketika pembuluh darah membesar di bagian dubur atau anus. Pembesaran vena ini dapat pecah dan berdarah, sehingga menyebabkan pendarahan dubur.

Fisura anal juga dapat menyebabkan GI. Hal ini diakibatkan karena adanya sobekan pada cincin otot yang membentuk sfingter anal. Biasanya disebabkan oleh konstipasi atau feses yang keras.

Penyebab lain gastrointestinal, meliputi

  • Penyakit divertikular. Hal ini ditandai dengan adanya kantong kantong kecil yang menonjol di saluran pencernaan (diverticulosis). Jika satu atau lebih kantong meradang atau terinfeksi, disebut dengan divertikulitis.
  • Penyakit radang usus. Hal ini termasuk kolitis ulserativa, yang menyebabkan peradangan dan luka di usus besar dan dubur, penyakit crohn, dan peradangan pada lapisan saluran pencernaan.
  • Tumor. Tumor noncanerous (jinak) atau kanker pada kerongkongan, lambung, usus besar dan dubur dapat melemahkan lapisan saluran pencernaan dan dapat menyebabkan pendarahan.
  • Polip usus besar. Gumpalan kecil yang terbentuk pada lapisan usus dapat menyebabkan pendarahan. Sebagian besar tidak berbahaya, tetapi beberapa mungkin bersifat kanker atau dapat menjadi kanker jika tidak segera diatasi.
  • Proktitis. Peradangan pada lapisan dubur dapat menyebabkan pendarahan dubur.

Gejala gastrointestinal

Terdapat beberapa hal yang dapat anda amati jika anda menduga bahwa anda mengalami GI atau pendarahan dubur. Kotoran anda mungkin menjadi lebih gelap dan lengket, seperti tar, jika pendarahan berasal dari lambung atau saluran pencernaan bagian atas.

Mungkin juga akan mengeluarkan darah dari dubur selama buang air besar. Darah ini biasanya berwarna merah terang.

Perdarahan GI dapat menandakan kondisi yang mengancam jiwa. Perawatan medis sangat perlu dilakukan secepatnya. Selain itu, segera mendapatkan perawatan jika anda mengalami beberapa hal berikut ini, yaitu

  • Kulit menjadi pucat
  • Lemas
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Muntah darah yang berwarna merah atau coklat gelap dan menyerupai bubuk kopi
  • Pendarahan dubur, biasanya terdapat pada tinja

Gejala tersebut juga dapat menandakan adanya pendarahan hebat pada tubuh anda.

Jika pendarahan anda terjadi dengan tiba tiba dan berkembang dengan cepat, anda dapat mengalami syok. Tanda dan gejalanya meliputi

  • Penurunan tekanan darah
  • Jarang buang air kecil
  • Denyut nadi cepat
  • Tidak sadar

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi gejala yang timbul?

Endoskopi dapat bermanfaat, tidak hanya dalam mendiagnosa gangguan GI, tetapi juga untuk mengobatinya.

Penggunaan lingkup khusus dengan kamera dan laser, bersama dengan obat obatan, dapat digunakan untuk menghentikan pendarahan. Selain itu dokter juga dapat menggunakan alat samping cakupan untuk menerapkan klip ke pembuluh darah untuk menghentikan pendarahan.

Jika wasir adalah penyebab pendarahan, perawatan tanpa resep mungkin cocok untuk anda. Jika anda menemukan obat tersebut tidak bekerja dengan baik, dokter mungkin akan menggunakan perawatan untuk mengecilkan wasir. Antibiotik biasanya dapat mengobati infeksi yang ditimbulkan.

Diagnosis

Diagnosis penyebab pendarah GI biasanya akan dimulai dengan menanyakan gejala dan riwayat medis. Dokter juga dapat meminta sampel tinja untuk memeriksa keberadaan darah bersama dengan tes lain untuk memeriksa tanda-tanda anemia.

Perdarahan GI bagian atas paling sering didiagnosis dokter dengan melakukan pemeriksaan endoskopi.

Endoskopi adalah prosedur yang melibatkan penggunaan kamera kecil yang terletak diatas tabung endoskopi panjang dan fleksibel yang akan digunakan dokter pada tenggorokan anda.

Kamera memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam saluran GI dan berpotensi menemukan sumber pendarahan.

Karena endoskopi terbatas pada saluran GI atas, dokter mungkin akan melakukan enteroskopi. Prosedur ini dilakukan jika penyebab pendarahan anda tidak ditemukan selama endoskopi.

Pemeriksaan enteroskopi mirip dengan endoskopi, tapi biasanya ada balon yang terpasang pada ujung kamera. Balon tersebut memungkinkan dokter untuk membuka usus dan melihat ke dalam.

Untuk menentukan penyebab pendarahan GI, dokter akan melakukan kolonoskopi. Selama tes ini, dokter akan memasukkan tabung kecil yang fleksibel ke dalam dubur anda. Sebuah kamera terpasang pada tabung sehingga dokter dapat melihat seluruh usus anda.

Udara bergerak melalui tabung untuk memberikan pandangan yang lebih baik. Dokter mungkin akan mengambil biopsi untuk pengujian tambahan.

Anda juga dapat menjalani pemindaian untuk menemukan pendarahan GI. Pelacak radioaktif yang tidak berbahaya akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Pel;acak akan menyala pada x ray sehingga dokter dapat melihat di daerah mana yang berdarah.

Jika dokter tidak dapat menemukan sumber pendarahan anda dengan endoskopi atau pemindaian pendarahan gastrointestinal, dokter mungkin akan melakukan tes pilcam. Dokter akan meminta anda menelan pil yang berisi kamera kecil yang akan mengambil gambar usus anda untuk menemukan sumber pendarahan.

Pencegahan

Untuk membantu mencegah gangguan GI anda dapat melakukan

  • Batasi penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid
  • Batasi penggunaan alkohol
  • Hindari rokok
  • Jika anda memiliki GERD, ikuti instruksi dokter untuk mengobatinya.

Komplikasi

Pendarahan saluran cerna dapat menyebabkan

  • Syok
  • Anemia
  • Kematian

Sumber:
Mayo Clinic Staff. Capsule endoscopy. (2018). mayoclinic.org/tests-procedures/capsule-endoscopy/about/pac-20393366
Mayo Clinic Staff. (2015). Gastrointestinal bleeding. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastrointestinal-bleeding/symptoms-causes/syc-20372729
Mayo Clinic Staff. (2016). Peptic ulcer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peptic-ulcer/symptoms-causes/syc-20354223
Gastrointestinal (GI) bleeding. (2016). https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gastrointestinal-bleeding/all-content
Hemorrhoids. (2016). https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/hemorrhoids/all-content

Add a Comment