Gejala Batu Empedu Yang Harus Anda Waspadai Sejak Dini!

4 min read

gejala batu empedu

Halo sobat dhikly, kali ini kita akan membahas tentang Gejala Batu Empedu Yang Harus Anda Waspadai Sejak Dini! Tanpa tindakan medis yang tepat, batu empedu dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya yaitu peradangan (kanker kantong empedu).

Batu empedu terbentuk dari kolesterol, lemak dan cairan sisa lainnya yang mengeras di dalam kantong empedu dan menjadi batuan. Anda harus mewaspadai ini dari awal jika tidak ingin terserang batu empedu. lalu apa saja gejala batu empedu? Yuk kita simak ulasannya berikut ini.

Gejala batu empedu akut

Menurut para ahli, batu empedu terbentuk dari campuran garam empedu, bilirubin da kolesterol.

Mulanya batu terbentuk kecil dan sedikit sehingga pada umumnya tidak muncul gejala yang berarti. Tapi jika batu empedu terus membesar, umumnya gejala mulai bermunculan.

1. Batuan di dalam kantung empedu

Pada umumnya dari gejala batu empedu yang muncul adalah adanya batuan di dalam kantung empedu. Keberadaaan batuan ini bisa dilihat dengan menggunakan alat ultrasound atau CT scan.

Jenis Jenis batuan yang terdapat di dalam kantung empedu antara lain:

Kolesterol

Batu kolestrol adalah jenis batuan yang paling umum dan disebabkan oleh kolesterol tinggi. Batu ini berwarna kuning ketika dikeluarkan. Batu Kolesterol sering ditemukan pada wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Empedu pigmen

Batuan ini berwarna kecokelatan atau hitam karena disebabkan penumpukan pigmen yang berasal dari kalsium murni bilirubin.

Kerusakan hati dan kelainan darah atau masalah kesehatan lainnya dapat menyebabkan tubuh memproduksi bilirubin yang berlebihan. batu yang terbuat dari pigmen bilirubin ini sering menyumbat dan ditemukan pada empedu yang sudah terkena infeksi.

2. Nyeri di perut kanan atas

Gejala nyeri di perut kanan atas atau kolik bilier adalah gejala batu empedu yang paling umum terjadi.

Semakin besar dan banyak batu empedu yang terbentuk di dalam kantung empedu, makin besar juga risiko saluran empedu tersumbat. sumbatan ini dapat menyebabkan cairan empedu tidak mengalir dengan lancar hingga ke usus kecil.

Salah satu dampak dari sumbatan yang terjadi didalam kantung empedu yaitu rasa nyeri perut kanan bagian atas, atau tepat berada di lokasi empedu berada. Gejala ini sering muncul pada saat malam hari terutama jika anda makan dengan porsi besar sebelum tidur.

Gejal kolik biler pada umumnya berlangsung selama 30 menit higga satu jam. Lalu nyeri daat belanjut higga beberapa jam namun dengan intensitas yang lebih ringan. gejala satu ini juga memungkinkan terjadi sepanjang malam selama anda tidur.

Jika batuan empedu sudah sampai menghalangi jalan menuju pankreas, nyeri pada perut akan terasa di sebelah kiri. Karena pankreas adalah bagian tubuh yang berfungsi membuat cairan yang nantinya digunakan sistem pencernaan untuk memproses makanan dalam tubuh.

3. Mual dan muntah

Gejala batu empedu selanjutnya yaitu mual dan muntah.

Batu yang terbentuk di dalam kantung empedu dapat menyebabkan peradangan ringan pada empedu. Pada kasus peradangan kronis, kantung empedu berisiko menimbulkan jaringan kaku dan parut. Hal ini yang dapat menyebabkan mual, kembung atau bahkan muntah setelah makan dan diare kronis.

Tanda jika batu empedu terjadi komplikasi

Jika terjadi sumbatan yang di sebabkan oleh batu empedu dapat menyebabkan komplikasi yang disebut dengan pankreatitis batu empedu. gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan infeksi kantung empedu yang disebabkan sumbatan batu.

berikut tanda jika komplikasi mulai terjadi

1. Demam

Gejala batu empedu ini merupakan salah satu tanda jika batu empedu sudah mulai menginfeksi kantung empedu atau saluran empedu.

Gejala ini juga bisa muncul apabila terjadi pecah empedu, terdapat jaringan mati, atau bahkan hingga muncul infeksi pada aliran darah.

Jika batu empedu menyebabkan sumbatan besar hingga mengganggu aliran enzim pangkreas, hal yang bisa terjadi yaitu enzim pankreas mengalir kembali ke pankreas (tidak berjalan semestinya).

2. Jaundice atau sakit kuning

Sakit kuning terjadi ketika batu empedu menghalangi aliran bilirubin.

Batu empedu yang menumpuk dapat menyebabkan bilirubin mengalir balik ke dalam darah dan menyebabkan penumpukan. Padahal, seharusnya bilirubin masuk ke sistem pencernaan.

Akhirnya, bilirubin yang dibawa oleh darah dan di alirkan ke seluruh tubuh ini lah yang menyebabkan klit, mata, dan kuku berwarna kuning.

Hal ini juga dapat mengakibatkan warna urin Anda berubah warna menjadi kuning keruh

3. Badan gatal-gatal

Gejala batu empedu lain yang dapat terjadi yaitu badan terasa gatal. badan gatal atau yang biasa disebut dengan Pruritus ini terjadi karena peradangan kronis yang terjadi di hati dan kantung empedu. Rasa gatal ini disebabkan oleh zat di dalam tubuh yang disebut sebagai rangsangan pruritogen.

Salah satu penyebab batu empedu muncul adalah tubuh kelebihan zat bilirubin yang mengeras. Bilirubin itu sendiri termasuk dalam zat pruritogen. pruritogen inilah yang dapat memicu rasa gatal. Saraf pada otak akan merespon kerja zat prutitogen dengan menghasil kan rasa gatal pada tubuh.

Pada kondisi normal bilirubin dibuang melalui feses dan sisanya melalui urin. Apabila kadar bilirubin di dalam hati terlalu banyak hingga menyebabkan terbentuknya batu empedu, maka pigmen kuning dari bilirubin akan di bawa oleh darah dan akan disimpan dibawah kulit. Hal ini menyebabkan badan menjadi gatal sebagai reaksi dari gejala adanya batu pada empedu.

Jenis komplikasi yang terjadi

1. Radang kantung empedu akut.

Radang kantong empedu akut akan terjadi saat cairan empedu mulai menumpuk pada kantung empedu. hal ini akibat dari saluran keluarnya batu empedu yang tersumbat.

Gejala batu empedu yang disebabkan antara lain sakit pada perut bagian atas yang dapat menjalar ke tulang belikat, demam tinggi, atau bahkan detak jantung menjadi lebih cepat.

2. Abses kantung empedu

Nanah atau abses bisa muncul di dalam kantung empedu akibat dari infeksi yang parah. Jika hal ini terjadi, yang diperlukan adalah penyedotan nanah didalamnya, dan tidak bisa jika hanya menggunakan obat antibiotik.

3. Peritonitis

Komplikasi yang satu ini atau yang biasa disebut dengan peritoneum adalah jenis peradangan pada lapisan perut. Peritonitis terjadi akibat kantung empedu yang pecah dan mengalami peradangan yang parah.

Untuk mengatasi hal ini, penderita batu empedu perlu mendapatkan infus antibiotik atau bahkan sampai operasi untuk mengangkat bagian peritonium yang mengalami kerusakan.

4. Penyumbatan saluran empedu

Saluran empedu yang tersumbat oleh batu empedu dapat menyebabkan penderita rentan terserang bakteri. Akibatnya penderita mengalami kolangitis akut.

Penderita yang mengalami ini akan merasakan sakit pada perut bagian atas, sakit kuning, meriang, demam tinggi, lingkung dan gatal-gatal pada kulit.

5. Pankreatitis akut

Pankreatitis diakibatkan oleh batu empedu. Kondisi ini terjadi pada saat batu empedu keluar dan menyumbat saluran pankreas. Peradangan yang satu ini dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa terutama setelah makan.

6. Kanker kantung empedu

Penderita batu empedu rentan terinfeksi kanker batu empedu. Tapi kondisi ini sangat jarang sekali terjadi.

Kanker kantung empedu dapat diatasi dengan mengangkat melalui operasi untuk mencegah kanker muncul kembali. Terutama jika Anda mempunyai kadar kalsium yang tinggi di dalam kantung empedu.

Gejala kanker ini meliputi, demam tinggi, sakit perut, serta sakit kuning. Pengobatan seperti kemoterapi dan radioterapi juga bisa dilakukan jika Anda mengalami kanker ini.

Kapan harus ke dokter?

Gejala batu empedu yang muncul bisa berbeda beda pada tiap orang. Beberapa orang merasakan gejala hanya hitungan menit atau bahkan ada beberapa orang yang merasakan gejala hingga berhari hari atau hingga tahunan.

Maka dari itu, untuk mendapat perawatan yang tepat periksakan diri anda ke dokter jika sudah mulai merasakan gejala diatas.

Operasi kolesistektomi merupakan pemeriksaan dan perawatan dini untuk mencegah risiko koplikasi seperti pankreatitis atau batu empedu muncul lagi di kemudian hari.

Selain itu, risiko kanker empedu tetap ada meskipun kemungkinannya sangat kecil terjadi. Tapi risiko akan meningkat jika terdapt kerusakan pada katung dan saluran empedu.

Jika anda melakukan pemeriksaan ke dokter hal yang dilakukan untuk mengetahui secara akurat meliputi CT scan, USG perut, ERCP, dan MRI. terkadang juga dilakukan tes darah untuk mendeteksi penyakit yang disebabkan oleh batu empedu.

Pencegahan batu empedu

Batu empedu atau kolelitiasis dapat dicegah dengan menjalani pola makan sehat dan seimbang, hindari santan, makanan berminya, bumbu kacang, mengandung mentega dan konsumsilah makanan dengan tinggi serat.

Selain itu, pencegahan batu empedu juga dapat dilakukan dengan berolahraga secara teratur, perbanyak konsumsi cairan, hindari diet terlalu ketat dan batasi konsumsi alkohol.

Add a Comment