Hamil Setelah Keguguran: Jawaban atas Pertanyaan Umum

4 min read

Hamil Setelah Keguguran

Halo, pembaca Dhikly.com. Artikel ini membahas hamil setelah keguguran yang meliputi pertanyaan umum yang sering diajukan. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Hamil Setelah Keguguran

Kehamilan bisa menjadi saat yang menyenangkan, tetapi juga bisa diisi dengan kekhawatiran dan bahkan kesedihan – terutama jika anda sebelumnya mengalami keguguran.

Merupakan hal yang normal jika anda merasakan serangkaian emosi setelah keguguran. Meskipun anda mungkin jarang mendengarkan langsung dari seseorang yang mengalami keguguran, namun hal ini merupakan hal yang umum terjadi.

Kabar baiknya, kebanyakan wanita yang mengalami hamil setelah keguguran akan memiliki bayi yang sehat.

Perjalanan hidup tidak selalu berjalan mulus sesuai rencana, tapi inilah yang perlu anda ketahui tentang hamil dan memiliki kehamilan yang sehat setelah keguguran.

Memahami keguguran

Sekitar 10 hingga 15 persen kehamilan berakhir dengan keguguran pada trimester pertama atau sebelum minggu ke-12 kehamilan. 1 hingga 5 persen dari wanita keguguran di awal trimester kedua, antara minggu 13 dan 19.

Dan mungkin hingga 50 persen, kehamilan berakhir dengan keguguran karena seorang wanita tidak menyadari bahwa ia sedang mengalami kehamilan.

Keguguran disebabkan oleh hal berikut ini

  • Masalah dengan kromosom bayi (blighted ovum atau hamil kosong, kehamilan mola, translokasi)
  • Masalah dengan uterus atau leher rahim (uterus septat, jaringan parut, fibroid)
  • Masalah dengan kesehatan ibu (penyakit autoimun, ketidakseimbangan hormon)
  • Infeksi (infeksi menular seksual, listeriosis)

Beberapa keguguran terjadi secara tiba-tiba, dan keguguran dapat terjadi tanpa gejala. Anda mungkin tidak menemukan ada yang salah dengan kehamilan hingga anda mengunjungi dokter dan anda mengetahui hal tersebut.

Tidak peduli bagaimana itu terjadi, Anda mungkin mengalami perasaan marah hingga sedih yang berlarut larut.

Mungkin diperlukan beberapa minggu hingga sebulan atau lebih bagi tubuh anda untuk pulih dari keguguran. Penentunya adalah individu tersebut, tergantung pada jenis keguguran yang anda alami dan apakah anda memerlukan intervensi medis atau tidak, seperti pelebaran dan kuretase.

Berapa lama anda bisa hamil setelah keguguran?

Anda mungkin terkejut setelah mengetahui bahwa anda bisa hamil setelah keguguran bahkan tanpa memiliki periode menstruasi “normal”. Bagaimana hal tersebut terjadi?

Nah, setelah anda keguguran, tubuh anda memulai proses untuk kembali ke rutinitas reproduksi biasa. Ini berarti anda akan mengalami ovulasi sebelum mendapatkan kehamilan selanjutnya.

Ovulasi dapat terjadi 2 minggu setelah keguguran. Jika anda hamil setelah ovulasi pertama, anda mungkin melihat tanda positif pada tes kehamilan lebih cepat dari yang anda bayangkan.

Ada beberapa studi yang mendukung bahwa kehamilan dapat terjadi dalam 1 hingga 3 bulan setelah keguguran.

Studi tahun 2017 mengungkapkan bahwa hamil dalam 3 bulan setelah keguguran mungkin memiliki hasil yang lebih baik – risiko lebih rendah mengalami keguguran selanjutnya.

Dokter mungkin memiliki rekomendasi bagi anda untuk mengikuti rangkaian kesehatan atas keguguran Anda.

Misalnya, jika anda memiliki prosedur D dan C, dokter mungkin menyarankan anda menunggu beberapa bulan sebelum mencoba lagi untuk memberi waktu rahim pulih hingga keadaan sehat.

Jika anda mengalami keguguran yang berulang, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes untuk menentukan apakah ada penyebab lain sebelum anda mencobanya kembali.

Secara emosional, mungkin anda tidak merasa siap untuk segera kembali mencoba hamil setelah keguguran. Jadi, pada dasarnya tubuh sudah siap untuk hamil kembali, namun ada berbagai situasi yang mungkin mengharuskan anda menundanya.

Pada akhirnya, anda harus menunda hingga anda siap secara fisik dan emosional untuk hamil setelah keguguran – tetapi tidak ada alasan untuk menunda lebih lama setelah anda mendapat persetujuan dari dokter.

Baca juga: Vaksin HPV: Seputar Vaksin Pencegah Kanker

Apa ada risiko keguguran selanjutnya?

Sebagian besar wanita mengalami kehamilan yang sehat setelah terjadi keguguran pertama. Risiko mengalami keguguran pada umumnya sebesar 20 persen, dan tidak meningkat meskipun anda telah mengalami keguguran pertama.

Namun sekitar 1 dari 100 wanita mengalami yang disebut dengan keguguran berulang, lebih dari satu keguguran secara berurutan.

Keguguran yang berulang dapat disebabkan oleh banyak hal seperti masalah pembekuan darah, masalah hormon, gangguan autoimun tertentu, gula darah tinggi hingga sindrom ovarium polikistik.

Jika anda mengalami dua kali keguguran berturut turut, risiko anda mengalami keguguran lainnya meningkat hingga 28 persen. setelah tiga keguguran berturut-turut, risiko keguguran selanjutnya naik menjadi 43 persen.

Apa yang terjadi jika anda mengalami keguguran lagi?

Pastikan anda konsultasi dengan dokter jika anda mengalami keguguran berulang.

Hingga 75 persen keguguran berulang tidak diketahui penyebabnya, ada situasi kesehatan tertentu yang dapat menempatkan anda pada risiko keguguran yang lebih besar. Jika anda dapat menentukan hal tersebut, perawatan penyebabnya dapat membantu anda tetap hamil.

Tes yang dapat anda lakukan terkait dengan kehamilan

  • Tes darah. Hal ini dilakukan untuk memeriksa kadar hormon (tiroid, progesteron), gangguan pembekuan darah, dan gangguan autoimun.
  • Tes genetik. Tes ini dilakukan untuk mencari variasi genetik pada salah satu pasangan yang mungkin memengaruhi kromosom pada saat pembuahan.
  • USG. USG dilakukan untuk memeriksa uterus, ovarium, dan saluran tuba.
  • Hysterosalpingogram, prsedur untuk menvisualkan uterus dan tuba fallopi di mana rahim anda akan disuntik dengan pewarna radioaktif agar terbaca pada sinar-X.
  • Sonohysterogram, Prosedur untuk menvisualkan uterus dan lapisannya dengan cara menyuntikkan cairan ke rahim untuk membaca gambar melalui USG transvaginal.
  • Histeroskopi, prosedur yang digunakan untuk menvisualkan serviks dan uterus dengan cara tabung tipis dan terang (histeroskopi) dimasukkan ke dalam vagina.
  • Laparoskopi, prosedur yang digunakan untuk menvisualkan bagian luar rahim, saluran tuba, dan indung telur dengan menggunakan kamera khusus (endoskop) dimasukkan ke dalam tubuh melalui sayatan di perut.

Sekali lagi, anda mungkin tidak pernah menemukan penyebab pasti keguguran bahkan setelah pengujian.

Meskipun ini mungkin mengkhawatirkan dan mengecewakan, kabar baiknya adalah bahwa bahkan setelah tiga keguguran tanpa sebab yang diketahui, sekitar 65 persen pasangan akan mengalami kehamilan yang sehat.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Wanita Agar Cepat Hamil

Apa lagi yang bisa anda lakukan?

Penting untuk dipahami bahwa anda tidak bisa mencegah keguguran. Sekitar 50 persen keguguran terjadi karena apa yang disebut dengan kelainan kromosom.

Wanita diatas 35 tahun juga lebih cenderung mengalami keguguran karena telur memiliki lebih banyak kelainan kromosom seiring bertambahnya usia.

Tetap saja, mengikuti gaya hidup sehat dapat membantu agar terjadi kehamilan yang sehat.

  • Cobalah untuk minum banyak air dan makan makanan seimbang. Para ahli merekomendasikan agar wanita minum 10 gelas air dan makan 300 kalori tambahan setiap hari mulai pada trimester kedua untuk mendukung kehamilan.
  • Saat anda sedang melakukannya, pastikan untuk mengonsumsi multivitamin harian dengan asam folat untuk membantu menjaga persediaan nutrisi anda.
  • Berolahraga secukupnya setidaknya 150 menit setiap minggu. Berjalan atau joging, berenang, yoga adalah pilihan yang baik. Anda harus menghindari aktivitas tertentu, seperti olahraga kontak fisik, aktivitas dengan risiko jatuh dan lain sebagainya.
  • Hindari zat seperti alkohol, nikotin, dan obat-obatan. Konsumsi kafein juga perlu diperhatikan. Direkomendasikan untuk membatasi konsumsi hingga 200 mg kafein setiap harinya.

Sambil melakukan semua hal fisik, pastikan anda juga memeriksa emosi anda. Sangat normal untuk merasakan serangkaian emosional selama hamil setelah keguguran.

Jika anda merasa mengalami masalah kecemasan atau depresi, anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk mencari bantuan terapis.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Hamil setelah keguguran bukanlah hal yang diharapkan seseorang pada umumnya – pada umumnya seseorang tidak ingin mengalami keguguran. Anda mungkin ingin merasa senang dan bahagia, namun pada akhirnya merasa bersalah atau sedih setelah keguguran. Mungkin anda dipenuhi kecemasan tentang keguguran lagi.

Apapun yang anda alami – luangkan waktu untuk bersyukur atas segala sesuatu yang sudah diberikan kepada anda.

Risiko kecemasan dan depresi, terutama depresi pascapersalinan, sedikit meningkat setelah mengalami keguguran awal. Banyak yang harus diperbaiki, jadi hubungi bantuan jika anda membutuhkannya.

Kesimpulan

Ingat: tidak ada cara yang benar atau salah untuk menyalahkan atas keguguran anda.

Hal yang sama berlaku ketika anda hamil setelah keguguran.

Apapun yang terjadi, ketahuilah bahwa anda tidak sendirian. Jangkau teman dan keluarga untuk mendapatkan dukungan saat anda membutuhkannya.

Dan jika anda mengalami keguguran berulang, periksakan diri anda ke dokter. Anda mungkin memiliki kondisi kesehatan mendasar yang membutuhkan perawatan.

Referensi:
Diagnosing recurrent miscarriage. (n.d.). nyulangone.org/conditions/recurrent-miscarriage/diagnosis
Eat right before and during pregnancy. (n.d.). ucsfhealth.org/education/eating_right_before_and_during_pregnancy/
Mayo Clinic Staff. (2017). Pregnancy nutrition: Healthy eating basics. mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-nutrition/art-20046955
Repeated miscarriages. (2016). https://www.acog.org/patient-resources/faqs/gynecologic-problems/repeated-miscarriages

Add a Comment