Jatuh Saat Hamil, Apa Yang Harus Dilakukan?

2 min read

Jatuh Saat Hamil

Halo, pembaca Dhikly.com. Anda mengalami jatuh saat hamil? anda perlu tahu beberapa hal berikut ini yang harus diperhatikan. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Jatuh saat hamil

Kehamilan tidak hanya mengubah bentuk tubuh Anda, tetapi juga mengubah cara anda berjalan. Tubuh anda akan menyesuaikan gravitasi sehingga menyebabkan anda kesulitan menjaga keseimbangan tubuh.

Maka dari itu, tidak heran jika 27 persen wanita mengalami jatuh saat hamil. Untungnya, tubuh memiliki beberapa perlindungan untuk melindungi tubuh dari cedera, seperti bantalan cairan ketuban dan otot-otot yang kuat di dalam rahim.

Jatuh saat hamil bisa terjadi pada siapa saja. Ada beberapa hal penting yang harus anda ketahui terkait jatuh saat hamil.

Kemungkinan komplikasi

Rahim mungkin tidak akan mengalami kerusakan parah atau trauma karena jatuh ringan. Namun jika jatuh sangat keras atau perut anda mengenai sesuatu yang keras, mungkin anda mengalami beberapa komplikasi.

Contoh komplikasi yang terkait dengan jatuh saat hamil:

  • Solusio plasenta atau komplikasi kehamilan yang menyebabkan plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum kehamilan.
  • Patah tulang pada ibu hamil
  • Perubahan status mental
  • Cedera tengkorak janin

Sekitar 10 persen wanita yang jatuh saat hamil melakukan perawatan medis.

Kapan harus mengunjungi dokter?

Pada umumnya, jatuh ringan tidak akan menyebabkan masalah pada ibu hamil atau bayinya. Tetapi ada beberapa gejala yang menunjukkan mungkin anda memerlukan perawatan medis, seperti

  • Jatuh tepat pada perut
  • Mengalami kebocoran air ketuban dan pendarahan vagina
  • Mengalami sakit parah, terutama pada panggul, perut, atau rahim
  • Mengalami kontraksi yang lebih cepat atau mulai mengalami kontraksi
  • Bayi dalam kandungan jarang bergerak

Jika anda mengalami gejala diatas atau yang mungkin membuat anda khawatir, segera hubungi dokter atau segera cari perawatan medis.

Baca juga: Bisakah Hamil Setelah Menelan Sperma?

Seberapa parah cedera yang terjadi

Jika anda mengalami jatuh, hal pertama yang akan dilakukan dokter adalah memeriksa cedera yang mungkin memerlukan perawatan, seperti patah tulang atau terkilir, cedera pada dada yang dapat memengaruhi pernapasan.

Setelah itu, dokter akan memeriksa bayi Anda. Beberapa tes yang mungkin akan digunakan adalah mengukur nada jantung janin menggunakan doppler atau ultrasound.

Dokter juga akan menanyakan kepada anda apakah menunjukkan perubahan yang menyebabkan kekhawatiran pada bayi, seperti kontraksi, pendarahan rahim, atau nyeri tekan uterus.

Dokter dapat menggunakan pemantau janin elektronik. Hal tersebut untuk memonitor setiap kontraksi yang mungkin dialami ibu hamil serta detak jantung pada bayi. Dengan informasi tersebut, dokter dapat menentukan apakah anda mengalami komplikasi seperti solusio plasenta atau detak jantung bayi lambat.

Tes darah, terutama untuk mengetahui jumlah darah dan golongan darah, mungkin juga direkomendasikan. Hal tersebut dilakukan karena wanita yang memiliki golongan Rh-negatif dapat berisiko mengalami pendarahan internal yang dapat memengaruhi bayi mereka.

Terkadang dokter akan menyarankan untuk memberi suntikan yang dikenal dengan suntikan Rho-GAM untuk mengurangi kemungkinan cedera.

Mencegah jatuh berulang

Anda tidak selalu bisa menghindari jatuh, tetapi ada beberapa langkah yang dapat anda ambil untuk mencegah jatuh berulang di masa mendatang. Berikut ini langkah dalam menjaga diri agar terhindar dari jatuh saat hamil

  • Untuk menghindari tergelincir, selalu perhatikan permukaan lantai, apakah ada cairan, sabun atau hal lainnya yang menyebabkan lantai licin.
  • Gunakan sepatu dengan permukaan yang kasar
  • Hindari sepatu hak tinggi yang mudah tersandung ketika digunakan.
  • Gunakan langkah keamanan seperti memegang pegangan tangan ketika turun dari tangga.
  • Hindari membawa beban berat yang menyebabkan anda tidak dapat melihat kaki anda.
  • Berjalanlah di permukaan yang rata dan hindari berjalan di area rumput

Anda tidak harus menghindari aktivitas fisik karena takut terjatuh, tetap berhati hati adalah kuncinya.

Catatan

Sepanjang kehamilan, dokter akan terus memantau penempatan bayi dan plasenta. Mendapatkan perawatan pranatal secara teratur dan mengelola segala kondisi yang mungkin muncul sepanjang kehamilan dapat membantu anda melahirkan bayi yang sehat.

Itulah beberapa tips yang harus anda lakukan ketika jatuh saat hamil terjadi. Jika anda khawatir akan kesehatan anda setelah jatuh, segera hubungi dokter agar mendapat perawatan medis.

Referensi:
Fear of falling: understanding pregnant women’s changing gaits. (n.d.) hhd.psu.edu/kines/fear-falling-understanding-pregnant-womens-changing-gaits
I’m pregnant and recently fell. Should I be worried? (2015, January 15) mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/fall-during-pregnancy/faq-20119023
Murphy, N. J., & Quinlan, J. D. (2014, November 15). Trauma in pregnancy: Assessment, management, and prevention. American Family Physician, 90(10), 717-724.

Add a Comment