Ketoasidosis Diabetik: Gejala, Penyebab, Pengobatan Dan Lainnya

3 min read

Ketoasidosis Diabetik

Halo, pembaca Dhikly.com. Artikel ini akan membahas tentang ketoasidosis diabetik yang meliputi gejala, penyabab, pengobatan, komplikasi dan lainnya. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Apa itu ketoasidosis diabetik?

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi serius dari diabetes tipe 1 dan jarang terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Ketoasidosis terjadi ketika gula darah anda sangat tinggi dan zat asam yang disebut keton menumpuk hingga tingkat yang berbahaya bagi tubuh.

Ketoasidosis diabetik tidak sama dengan ketosis, ketosis pada umumnya lebih tidak berbahaya. Ketosis dapat terjadi sebagai akibat dari diet karbohidrat yang sangat rendah, atau dikenal sebagai diet ketogenik. Ketoasidosis hanya terjadi ketika anda tidak memiliki cukup insulin dalam tubuh untuk memproses kadar glukosa dalam darah yang tinggi.

Hal ini jarang terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2 karena kadar insulin biasanya tidak turun terlalu rendah, namun, bisa saja terjadi. Ketoasidosis diabetik mungkin merupakan tanda awal dari diabetes tipe 1, karena orang dengan penyakit ini tidak dapat membuat insulin sendiri.

Gejala

Gejala ketoasidosis diabetik dapat muncul dengan cepat, seperti:

  • Sering buang air kecil
  • Haus ekstrim
  • Kadar gula darah meningkat
  • Terdapat kandungan keton pada urin
  • Mual atau muntah
  • Sakit perut
  • Kebingungan
  • Wajah memerah
  • Mudah lelah
  • Pernapasan menjadi lebih cepat
  • Mulut dan kulit kering

Ketoasidosis diabetik membutuhkan perawatan medis segera.

Jika tidak diobati, ketoasidosis diabetik dapat menyebabkan koma hingga kematian. Jika anda menggunakan insulin, pastikan anda mendiskusikan risiko Ketoasidosis dengan tim layanan kesehatan. Jika anda memiliki diabetes tipe 1, anda harus memiliki persediaan tes keton urin di rumah.

Jika anda memiliki diabetes tipe 1 dan gula darah anda lebih dari 250 mg/dL, anda juga harus menguji keton pada urin.

Hubungi dokter jika keton yang terkandung dalam urin tinggi.

Pengobatan

Perawatan untuk ketoasidosis diabetik biasanya menggunakan kombinasi pendekatan untuk menormalkan kadar gula darah dan insulin. Jika anda didiagnosis dengan ketoasidosis tapi belum didiagnosis diabetes, dokter akan membuat rencana perawatan diabetes untuk menjaga agar ketoasidosis tidak berulang.

Infeksi dapat meningkatkan risiko ketoasidosis diabetik. Jika ketoasidosis anda diakibatkan oleh infeksi atau penyakit lainnya, dokter akan mengobatinya juga dengan antibiotik.

Penggantian insulin

Dirumah sakit, dokter kemungkinan akan memberi anda cairan, jika memungkinkan, mereka dapat memberinya dalam bentul oral, tetapi mungkin anda juga harus menerima cairan melalui infus. Penggantian cairan membantu mengobati dehidrasi, yang dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi.

Terapi insulin

Insulin kemungkinan akan diberikan kepada anda secara intravena sampai kadar gula darah anda turun dibawah 240 mg/dL. Ketika kadar gula darah anda dalam kisaran normal, dokter akan membantu anda dalam menghindari ketoasidosis diabetik terjadi kembali.

Penggantian elektrolit

Ketika kadar insulin anda terlalu rendah, elektrolit tubuh anda juga bisa menjadi lebih rendah secara tidak normal. Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik yang membantu dalam proses tubuh anda, seperti jantung dan saraf agar berfungsi dengan baik. Penggantian elektrolit juga bisa dilakukan melalui infus.

Penyebab

Ketoasidosis diabetik terjadi ketika kadar gula darah sangat tinggi dan kadar insulin rendah. Tubuh kita membutuhkan insulin untuk menggunakan glukosa yang tersedia dalam darah. Pada ketoasidosis, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel, sehingga menumpuk, menghasilkan kadar gula darah yang tinggi.

Selanjutnya tubuh mulai memecah lemak menjadi bahan bakar yang bisa digunakan tanpa memerlukan insulin. Bahan bakar tersebut disebut dengan keton. Ketika terlalu banyak keton menumpuk, darah akan menjadi asam. Hal inilah yang disebut dengan ketoasidosis diabetik.

Penyebab ketoasidosis diabetik, antara lain:

  • Tubuh tidak memiliki insulin yang cukup atau melewati suntikan insulin atau tidak menyuntikkan cukup insulin
  • Penyakit atau infeksi
  • Penyumbatan pompa insulin

Faktor risiko

Risiko ketoasidosis diabetik meningkat pada orang dengan:

  • Menderita diabetes tipe 1
  • Berusia dibawah 19 tahun
  • Memiliki trauma baik emosional maupun fisik
  • Demam tinggi
  • Perokok
  • Kecanduan narkoba atau alkohol
  • Pernah mengalami serangan jantung atau stroke

Meskipun ketoasidosis diabetik kurang umum terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2, kenyatannya beberapa orang dengan diabetes tipe 2 dianggap lebih rentan terhadap keton dan berisiko lebih tinggi mengalami ketoasidosis diabetik. Beberapa obat dapat meningkatkan risiko ketoasidosis diabetik.

Diagnosis

Pengujian keton dalam sampel urin adalah salah satu langkah pertama untuk mendiagnosis ketoasidosis diabetik. Mereka kemungkinan juga akan menguji kadar gula darah anda. Tes lain yang dapat digunakan dokter untuk pemeriksaan ini meliputi:

  • Pemeriksaan darah dasar, termasuk kalium dan natrium untuk melihat fungsi metabolisme
  • Gas darah arteri, dimana darah diambil dari arteri untuk menentukan keasamannya
  • Tekanan darah
  • Jika terdapat penyakit penyerta, akan dilakukan tes lain, seperti rontgen dada untuk mencari tanda infeksi seperti pneumonia

Pencegahan

Terdapat banyak cara yang dapat digunakan untuk mencegah ketoasidosis diabetik. Salah satu yang paling penting adalah manajemen diabetes yang tepat, seperti:

  • Minum obat diabetes sesuai petunjuk
  • Ikuti rencana makan harian anda dan penuhi kebutuhan cairan tubuh anda
  • Tes gula darah anda secara konsisten. Hal ini akan membantu anda membiasakan diri memastikan angka-angka tersebut dalam jangkauan anda. Jika anda memiliki masalah lain, konsultasikan dengan dokter tentang penyesuaian rencana perawatan anda.

Meskipun anda tidak dapat sepenuhnya menghindari penyakit atau infeksi, anda dapat mengambil langkah-langkah untuk membantu anda ingat dalam memenuhi insulin dan membantu mencegah dan merencanakan keadaan darurat ketoasidosis diabetik, seperti:

  • Atur alarm jika anda menggunakannya pada waktu yang sama setiap harinya, atau unduh aplikasi pengingat obat pada ponsel anda untuk membantu mengingatkan anda
  • Konsultasikan dengan dokter tentang penyesuaian tingkat dosis insulin anda berdasarkan tingkat aktivitas, penyakit, atau faktor lain seperti makanan harian anda dan lain lain
  • Tes kadar urin keton selama periode stres tinggi atau sakit. Hal ini dapat membantu anda memonitor kandungan keton pada urin anda sebelum pada level yang parah
  • Mencari perawatan medis jika kadar gula darah anda lebih tinggi dari normal atau memiliki kandungan keton. Deteksi dini sangat penting dilakukan.

Komplikasi

Ketoasidosis diabetik dapat diobati dengan cairan elektrolit (natrium, kalium dan klorida) dan insulin. Komplikasi yang umum terjadi berkaitan dengan pengobatan yang dilakukan, seperti:

  • Gula darah rendah (hipoglikemia). Insulin memungkinkan gula masuk ke sel dan menyebabkan kadar gula darah anda turun. Jika kadar gula anda turun terlalu cepat, anda dapat terkena penyakit gula darah rendah
  • Kalium rendah (hipokalemia). Cairan dan insulin yang digunakan untuk mengobati ketoasidosis dapat menyebabkan kadar kalium anda turun terlalu rendah. Tingkat kalium yang rendah dapat mengganggu aktivitas jantung, otot, dan saraf.
  • Pembengkakan di otak (edema serebral). Menyesuaikan kadar gula darah anda terlalu cepat dapat menghasilkan pembengkakan di otak. Komplikasi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang menderita diabetes yang baru didiagnosis.

Jika tidak diobati risikonya jauh lebih besar. Ketoasidosis diabetik dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan pada akhirnya dapat berakibat fatal.

Catatan

Ketoasidosis diabetik merupakan penyakit serius tapi dapat dicegah. Ikuti rencana perawatan anda dan jadilah proaktif tentang kesehatan anda.

Beritahu dokter jika anda mengalami masalah kesehatan. Dokter dapat menyesuaikan rencana keperawatan anda atau membantu anda menemukan solusi untuk mengelola diabetes anda lebih baik.

Sumber:
Mayo Clinic Staff. (2018). Diabetic ketoacidosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-ketoacidosis/symptoms-causes/syc-20371551
Misra S, et al. (2013). Diabetic ketoacidosis: Not always due to type 1 diabetes. DOI: https://www.bmj.com/content/346/bmj.f3501
Ketone testing: What you need to know. (n.d.). https://www.joslin.org/patient-care/education-programs-and-classes

Add a Comment