Kista Baker – Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasi, dan Pencegahan

2 min read

Kista Baker

Halo, pembaca Dhikly.com. Pada artikel ini kita akan menjelaskan tentang kista baker yang meliputi gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, komplikasi, dan pencegahan. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Kista baker

Kista baker atau kista popliteal adalah kista yang menyebabkan benjolan berisi cairan di dalam lutut bagian belakang. Rasa nyeri bisa menjadi lebih buruk pada saat anda meluruskan lutut atau ketika anda sedang beraktivitas aktif.

Kista baker pada umumnya disebabkan karena adanya masalah pada lutut seperti radang sendi atau tulang rawan yang robek. Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan lutut menghasilkan cairan yang berlebihan, sehingga menyebabkan kista baker.

Gejala

Pada beberapa kasus, kista baker tidak menimbulkan rasa sakit dan kemungkinan tidak disadari keberadaannya. Namun, ada beberapa tanda da gejala kista baker, yaitu:

  • Bengkak pada lutut bagian belakang, pada kasus tertentu juga dapat menimbulkan bengkak pada kaki
  • Lutut menjadi nyeri
  • Kaki menjadi kaku dan tidak dapat diluruskan

Jika anda merasa sakit atau bengkak pada bagian lutut disarankan untuk segera menemui dokter untuk mengetahui apakah anda terserang kista baker ini atau tidak.

Penyebab

Cairan pelumas atau yang disebut dengan cairan sinovial dapat membantu sendi anda dapat bergerak dengan lancar dan mengurangi gesekan pada bagian sendi yang digerakkan.

Namun jika sendi khususnya pada lutut memproduksi terlalu banyak cairan sinovial, sehingga menyebabkan cairan menumpuk pada daerah belakang lutut, hal ini dapat menyebabkan tumbuhnya kista baker.

Hal tersebut dapat terjadi karena:

  • Peradangan pada sendi lutut
  • Cidera lutut, seperti tulang rawan yang robek

Baca juga: Kista Ganglion – Gejala, Penyebab, Pengobatan

Diagnosis

Biasanya pada langkah awal dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti memeriksa lutut pada saat diluruskan atau ditekuk.

Pemeriksaan lebih lanjut, dokter akan melakukan pemeriksaan meliputi:

  • USG. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui isi benjolan serta memastikan letak dan ukuran kista.
  • MRI. Pemeriksaan MRI dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya cedera yang berhubungan dengan kista baker.
  • Rontgen. Rontgen dilakukan untuk mengetahui keadaan tulang di dalam sendi lutut.

Pengobatan

Pada umumnya kista baker tidak berbahaya dan dapat hilang sendiri tanpa pengobatan. Pada kondisi yang ringan, kista baker dapat diatasi secara mandiri untuk meredakan bengkak dan nyeri. Berikut ini adalah beberapa langkat menanganinya:

  • Kompres pada kista dengan air dingin.
  • Kurangi aktivitas yang menggunakan lutut, seperti berdiri, berjalan
  • Berjalan menggunakan tongkat
  • Konsumsi obat penghilang nyeri, jika nyeri yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas.

Jika kista bertambah parah meskipun sudah melakukan langkah diatas, segera periksakan diri anda ke dokter. Kemungkinan yang dapat dokter lakukan untuk mengatasinya adalah

  • Suntik kortikosteroid. Dokter akan menyuntikkan obat ini langsung ke sendi lutut yang bertujuan untuk mengurangi nyeri dan bengkak, namun hal ini tidak dapat menjamin kista akan hilang selamanya.
  • Mengeluarkan cairan. Hal ini dilakukan dengan cara menusuk benjolan dengan jarum dan menggunakan bantuan USG agar letak dan tempatnya tepat sasaran.
  • Fisioterapi. Terapi fisik dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot disekitar lutut.
  • Operasi. Hal ini dilakukan ketika kista baker menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan gerak dan untuk mencegah tumbuh kembali. Pada umumnya ada dua metode untuk mengatasi hal ini, pertama bedah terbuka, kedua arthroskopi atau operasi dengan sayatan kecil menggunakan alat artroskop.

    pada umumnya pemulihan setelah operasi membutuhkan waktu antar 1 hingga 3 bulan, namun hal ini dapat sembuh lebih cepat jika dibantu dengan fisioterapi.

Baca juga: Kista pilonidal – Gejala, penyebab, pengobatan

Komplikasi

Hanya beberapa kasus saja kista baker pecah, dan cairan sinoval bocor ke bagian betis. Namun jika hal ini terjadi, dapat menyebabkan:

  • Nyeri pada bagian lutut
  • Pembengkakan pada bagian betis
  • Kemerahan pada bagian betis atau terasa ada air yang mengalir pada bagian betis

Jika anda mengalami pembengkakan dan kemerahan pada betis, anda harus segera memeriksakan diri untuk menghindari kemungkinan yang lebih buruk.

Pencegahan

Cedera lutut merupakan salah satu penyebab kista baker ini. Maka dari itu untuk menghindari cedera pada lutut perlu dilakukan beberapa tips, yaitu

  • Melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga
  • Menggunakan sepatu yang nyaman saat melakukan aktivitas fisik
  • Menggunakan pelindung lutut saat melakukan aktivitas yang melibatkan lutut.
  • Segera periksakan diri anda pada dokter jika terasa nyeri pada saat usai melakukan aktivitas fisik.

Add a Comment