Kista Epidermoid – Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Diagnosis, Komplikasi dan Pencegahan

2 min read

Kista Epidermoid

Hallo pembaca Dhikly.com. Pada artikel ini kita akan membahas tentang kista epidermoid yang meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, komplikasi dan pencegahan. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Kista epidermoid

Kista epidermoid adalah benjolan yang berada dibawah kulit dan tidak bersifat kanker. Kista ini dapat tumbuh pada kulit bagian manapun pada tubuh, namun pada umumnya kista ini muncul pada area wajah, leher, punggung, kepala dan area kelamin.

kista epidermoid pada umumnya berukuran sebesar kelereng hingga sebesar bola pingpong, berwarna kecokelatan, dan berisi cairan kental yang berbau tidak sedap.

Kista ini pada umumnya bersifat jinak dan tidak menimbulkan masalah kesehatan yang berarti. Namun pada beberapa kasus kista epidermoid dapat mengganggu penampilan, menimbulkan rasa nyeri, pecah hingga menimbulkan infeksi.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan yaitu munculnya benjolan pada area kulit di bagian tubuh tertentu, misalnya pada pergelangan tangan.

Namun tidak semua benjolan pada area perkelangan tangan merupakan kista epidermoid, berikut ini beberapa karakteristik kista jenis ini, yaitu

  • Benjolan pada umumnya berukuran sebesar kelereng hingga sebesar bola pingpong.
  • Benjolan tumbuh pada area wajah, leher, atau tubuh bagian atas.
  • Pada ujung benjolan terlihat seperti komedo hitam.
  • Pada area benjolan berwarna kemerahan atau bengkak jika terjadi infeksi.
  • Bila benjolan kista pecah akan mengeluarkan cairan berwarna kuning dan berbau tidak sedap

Kapan harus ke dokter

Meskipun kista epidermoid tidak bersifat kanker dan jarang membutuhkan bantuan medis, disarankan untuk memeriksa semua benjolan yang tumbuh pada tubuh.

Disarankan segera konsultasi dengan dokter ketika anda memiliki beberapa keluhan seperti:

  • Penampilan jadi terganggu
  • TUmbuh pada bagian jari tangan atau jari kaki
  • Benjolan tumbuh dengan cepat
  • Terasa nyeri
  • infeksi
  • pecah

Baca juga: Kista Payudara – Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Diagnosis, Pengobatan dan Komplikasi

Penyebab

Kista epidermoid tumbuh akibat sel sel kulit yang mati terjebak di dalam kulit. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi HPV, cedera pada kulit, atau paparan sinar matahari yang berlebihan.

Kista epidermoid lebih sering menyerang pada orang yang telah melewati masa puber dan memiliki kulit jerawat.

Faktor risiko

Seseorang yang mengalami trauma kulit, jerawat, infeksi HPV dan paparan matahari yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kista epidermoid.

Kista dermoid umumnya menyerang seseorang yang berusia 30 tahun hingga 40 tahun. Meskipun kista ini dapat menyerang siapa saja, namun kemungkinan terserang meningkat jika seseorang memiliki kulit berjerawat.

Diagnosis

Dokter dapat menentukan jenis benjolan dari karakteristik benjolan. Jika diperlukan dokter akan mengambil sampel jaringan atau cairan pada kista untuk diperiksa di laboratorium.

Kista ini sebenarnya dapat menghilang dengan sendirinya tanpa bantuan medis. Namun jenis kista yang mengganggu bagi penderitanya, seperti mengganggu penampilan, nyeri, infeksi dan lain sebagainya, dokter akan menyarankan anda untuk melakukan :

  • Operasi kecil. Hal ini dilakukan untuk mengangkat kista secara keseluruhan.
  • Suntik obat. Suntik obat dilakukan untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan pada kista.
  • Membuat sayatan kecil pada kista. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan isi di dalam benjolan kista.
  • Terapi laser. hal ini dilakukan untuk mengecilkan ukuran kista.

Tidak disarankan untuk menekan benjolan karena dapat menimbulkan infeksi. Jika kista pecah dan mengeluarkan cairan segera bersihkan dan tutup dengan perban lalu segera periksakan ke dokter.

Dari beberapa kemungkinan tindakan medis, yang paling efektif adalah pengambilan kista melalui pembedahan. Prosedurnya menggunakan bius lokal, membuat sayatan kecil pada kulit, dan kista diangkat.

Pada saat akan melakukan operasi tidak boleh ada peradangan pada kista, jika terjadi kemungkinan yaitu menunda operasi dan diberikan salep anti radang terlebih dahulu.

Adapun efek samping dari tindakan pembedahan yaitu kemungkinan terjadinya infeksi dan pendarahan luka memungkinkan timbulnya bekas luka akibat operasi.

Setelah melakukan operasi, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat yang dapat menyebabkan jahitan menjadi lepas dalam 7 hari hingga 10 hari. Pada umumnya bekas operasi membutuhkan sekitar 8 minggu untuk mencapai 80% kekuatan kulit normal.

Jaga luka operasi agar tetap kering dan bersih, konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi agar dapat membantu dalam pembentukan jaringan baru.

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat kista epidermoid, antara lain

  • Peradangan pada area benjolan kista
  • Infeksi, terutama jika penderitanya melakukan penekanan hingga pecah
  • Kista tumbuh kembali, terutama jika kista tidak dihilangkan melalui operasi

Pada kasus yang jarang kista epidermoid dapat berkembang menjadi kanker kulit.

Pencegahan

Pada umumnya kista epidermoid tidak dapat dicegah. Namun Anda dapat mengurangi risiko terkena kista ini dengan melindungi kulit dari paparan sinar UV matahari seperti, mengenakan topi, kacamata hitam, dan tabir surya.

Referensi:
Epidermoid cysts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sebaceous-cysts/symptoms-causes/syc-20352701

Add a Comment