Kista Ganglion – Gejala, Penyebab, Pengobatan

2 min read

Kista Ganglion

Halo pembaca Dhikly.com. Pada artikel ini kita akan membahas kista ganglion yang meliputi gejala, penyebab, diagnosis, faktor risiko, pengobatan, pencegahan dan komplikasi. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Kista ganglion

Kista ganglion adalah benjolan yang paling sering tumbuh pada sepanjang sendi pergelangan tangan (tendon). Kista ini juga dapat tumbuh pada kaki dan pergelangan kaki.

Kista ganglion berbentuk bulat atau lonjong dan berisi cairan seperti jeli. Benjolan akan terasa sakit ketika anda menekan saraf disekitarnya. Benjolan ini pada umumnya dapat mengganggu pergerakan sendi.

Pada banyak kasus, kista ganglion tidak menimbulkan gejala apa pun dan dapat hilang dengan sendirinya, sehingga tidak diperlukan perawatan medis.

Gejala

Benjolan yang disebabkan kista ganglion dapat di tandai dengan:

  • Lokasi. Pada umumnya benjolan ini tumbuh pada sendi pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
  • Bentuk dan ukuran. Benjolan berbentuk bulat atau lonjong dan pada umumnya diameter kurang dari 2,5cm. Pada umumnya benjolan akan semakin membesar ketika sendi sering digunakan.
  • Nyeri. Kista ganglion pada umumnya tidak menimbulkan nyeri. Namun pada kondisi tertentu, benjolan dapat menyebabkan rasa sakit, kesemutan, mati rasa hingga melemahnya otot.

Kapan harus ke dokter?

Jika anda merasakan gejala atau merasakan nyeri pada area pergelangan tangan dan kaki, hingga rasa nyeri mengganggu aktivitas Anda, cepat periksakan diri anda agar cepat mendapat perawatan medis.

Penyebab

Para peneliti masih belum bisa memastikan apa yang menyebabkan benjolan dapat tumbuh.

Diagnosis

Benjolan dapat terbentuk karena banyak hal. Untuk memastikan bahwa benjolan tersebut merupakan kista ganglion, pada umumnya dokter memerlukan pemeriksaan penunjang, seperti

  • Ultrasonografi (USG). Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah benjolan berisi cairan atau jaringan padat.
  • Aspirasi. Pemeriksaan jenis ini dilakukan dengan cara menyuntik benjolan untuk menyedot didalamnya untuk kemudian diperiksa di dalam laboratorium.
  • MRI. MRI merupakan pemeriksaan paling akurat untuk mengetahui apakah benjolan merupakan kista atau bukan.

Faktor risiko

Faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kista ganglion meliputi

  • Jenis kelamin dan usia. Kista ganglion dapat menyerang siapa saja, namun sering terjadi pada wanita yang berusia antara 20 hingga 40 tahun.
  • Osteoartritis. Orang yang menderita radang sendi memiliki risiko lebih tinggi terkena kista ganglion di sekitar sendi tersebut.
  • Cidera sendi. Sendi yang pernah mengalami cidera memiliki risiko lebih tinggi terserang kista jenis ini.

Baca juga: Kista pilonidal – Gejala, penyebab, pengobatan

Pengobatan

Pada umumnya kista ganglion tidak menimbulkan gejala dan dapat hilang dengan sendirinya, sehingga tidak diperlukan tindakan medis.

Namun pada beberapa kasus, benjolan mengganggu aktivitas dan menimbulkan nyeri, sehingga dokter dapat melakukan beberapa cara, antara lain:

  • Mengurangi gerakan sendi. Dokter akan mengurangi pergerakan sendi dengan menahan sendi yang bermasalah. Hal ini dapat menahan saraf agar tidak lagi tertekan dan nyeri akan hilang seiring mengecilnya benjolan.
  • Penyedotan cairan. Tindakan ini dilakukan dengan cara menusuk benjolan menggunakan jarum untuk mengeluarkan cairan di dalamnya. Setelah penyedotan cairan, umumnya dokter akan menyuntikkan obat kortikosteroid untuk mencegah kista ganglion muncul kembali.

Pada kasus yang parah dokter akan menyarankan untuk tindakan operasi. Dua jenis operasi yang sering digunakan untuk mengangkat kista ganglion yaitu

  • Artroskopi. Operasi ini dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil untuk memasukkan alat khusus yang dilengkapi dengan kamera.
  • Pembedahan terbuka. Operasi ini dilakukan dengan cara membuat sayatan sepanjang tusuk gigi pada lokasi sendi yang terjangkit kista ganglion.

Pencegahan

Ada beberapa tips agar benjolan tidak semakin membesar, seperti :

  • Adaptasi. Hindari benjolan gesekan secara langsung dengan benda lain. Anda dapat menggunakan alas kaki yang lembut, empuk hingga memasukkan bantalan untuk menghindari benjolan semakin buruk.
  • Imobilisasi. Kurangi gerakan sendi yang terjangkit, seperti menggunakan belat atau penahan yang berguna untuk membatasi gerak.
  • Obat penghilang rasa sakit. Jika rasa sakit yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas fisik. Anda dapat mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen.

Komplikasi

Komplikasi muncul ketika gerakan sendi terganggu akibat kista menekan saraf pada persendian. Penekanan saraf dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, mati rasa, hingga melemahnya otot.

Selain itu komplikasi juga dapat disebabkan akibat penanganan yang dilakukan. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Infeksi. Infeksi bisa terjadi pada luka setelah melakukan operasi.
  • Jaringan parut. Tumbuhnya jaringan parut pada luka bekas operasi.
  • Gangguan saraf.
  • Kerusakan pada pembuluh darah.

Add a Comment