Kista – Gejala, Jenis, Faktor Risiko

4 min read

kista

Halo pembaca Dhikly.com. Pada artikel kali ini kita akan membahas kista meliputi Gejala, Jenis, Faktor risiko, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Kista merupakan penyakit dengan ciri-ciri benjolan dibawah kulit yang berisi cairan, udara, atau benda padat seperti rambut. Benjolan kista ini dapat tumbuh pada tubuh bagian mana pun.

Penyakit ini disebabkan oleh berbagai faktor, yang paling umum terjadi disebabkan oleh infeksi, radang, maupun keturunan.

Gejala Kista

Gejala utama pada penyakit kista yaitu tumbuhnya benjolan pada bagian tubuh tertentu. Letak penyakit ini dipengaruhi dari jenis yang dialami seperti pada tubuh bagian wajah, dada, punggung, leher, kepala, telapak tangan hingga telapak kaki.

Ukuran benjolan yang diakibatkan penyakit ini beragam, pada umumnya disertai dengan gejala :

  • Warna kulit kemerahan disekitar benjolan
  • Benjolan mengeluarkan darah atau nanah yang berbau tidak sedap
  • Infeksi, sehingga menyebabkan nyeri
  • Terasa kaku atau kesemutan pada bagian tubuh yang terjangkit
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Pusing

Jenis

Wanita maupun pria dapat terjangkit kista. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi, radang, penyumbatan atau merupakan penyakit keturunan.

Berikut ini merupakan penyebab berdasarkan jenisnya

Popliteal

Kista popliteal atau yang biasa disebut kista baker adalah benjolan yang berisi air dan terdapat pada lutut bagian belakang.

Benjolan ini dapat menimbulkan nyeri saat lutut ditekuk atau saat diluruskan sekalipun, hal ini juga dapat menyebabkan penderita menjadi terbatas.

Penyakit ini disebabkan oleh cairan sendi atau sinovial yang menumpuk pada lutut bagian belakang. Penumpukan ini dapat disebabkan oleh peradangan pada sendi lutut.

Celah brankial

Kista celah brankial merupakan penyakit yang di tandai dengan munculnya benjolan pada salah satu atau kedua sisi leher anak, pada umumnya penyakit ini merupakan bawaan lahir.

Jaringan yang membentuk tenggorokan dan leher tidak normal merupakan penyebab penyakit ini. Hal ini dapat mengakibatkan terbentuknya celah pada salah satu atau pada kedua sisi leher.

Epidermoid

Kista epidermoid adalah benjolan kecil, berwarna coklat, keras, dan berisi cairan kental yang berbau tidak sedap. Benjolan ini tumbuh pada bagian bawah kulit secara perlahan dan bersifat jinak.

Penyakit ini dapat tumbuh pada tubuh bagian kepala, leher, punggung, wajah hingga pada area kelamin.

Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan keratin atau protein pembentuk rambut, kulit dan kuku yang berada dibawah kulit. Jika terinfeksi, kista jenis epidermoid ini dapat berwarna merah, bengkak, dan terasa nyeri.

Ganglion

Kista ganglion adalah benjolan yang berisi cairan pada jaringan penghubung otot, tulang dan pada persendian. Pada umumnya benjolan terdapat pada bagian tubuh lengan, pergelangan tangan, kaki dan juga pergelangan kaki.

Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan cairan yang diakibatkan oleh osteoartritis serta cedera pada tendon atau persendian. Namun, pada banyak kasus belum diketahui pasti penyebab penumpukan cairan tersebut.

Kalazion

Kista kalazion adalah benjolan atau pembengkakan pada bagian kelopak mata, yang dapat terjadi pada kelopak mata bagian atas, kelopak mata bawah, maupun keduanya.

Penyakit ini disebabkan oleh penyumbatan pada kelenjar meibom atau kelenjar minyak pada kelopak mata.

Bila terjadi infeksi, penyakit ini akan menimbulkan nyeri, pembengkakan hingga gangguan penglihatan.

Mucocele

Kista mucocele adalah benjolan yang berisis cairan pada bagian bibir atau sekitar mulut.

Penyakit ini dapat terbentuk ketika kelenjar saliva atau ludah tersumbat oleh lendir. Meskipun kista ini pada umumnya tidak menimbulkan nyeri dan bersifat sementara, namun pada kasus yang parah hal ini dapat menjadi permanen jika tidak segera ditangani.

Ovarium

Kista ovarium adalah benjolan yang berisi cairan dan terbentuk pada permukaan ovarium ataupun di dalam ovarium.

Pada umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala, bahkan pada umumnya dapat hilang sendiri meskipun tidak diobati apapun.

Namun kista jenis ini dapat tumbuh menjadi lebih besar sehingga menimbulkan nyeri pada bagian panggul, punggung, dan paha.

Payudara

Kista payudara adalah benjolan berisi cairan, berbentuk bulat atau lonjong yang disebabkan oleh penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

Pada umumnya benjolan tersebut bersifat lunak, namun pada beberapa kasus juga dapat bersifat padat.

Pilar

Kista pilar atau yang biasa disebut dengan kista triklemal adalah jenis kista yang disebabkan karena penumpukan keratin pada folikel rambut.

Benjolan tersebut berbentuk bulat, terasa padat dab berwarna seperti kulit. Pada umumnya penyakit ini tumbuh pada tubuh bagian kepala.

Pilonidal

Kista pilonidal adalah benjolan pada bagian atas belahan bokong. Benjolan ini pada umumnya berisi rambut, kotoran, dan dapat menimbulkan nyeri.

Penyebab penyakit jenis ini masih belum diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian menduga benjolan diakibatkan oleh rambut pada area belahan bokong menembus kulit, sehingga sistem kekebalan tubuh akan menganggap rambut sebagai benda asing, dan menyebabkan tubuhnya kista.

Aterom

Kista aterom atau dikenal dengan kista sebaseus adalah benjolan yang berisi cairan dan pada umumnya ditemukan pada tubuh bagian wajah, dada, leher dan punggung.

Benjolan tersebut akan tubuh perlahan dan bersifat jinak, namun dapat menimbulkan nyeri seiring dengan membesarnya benjolan tersebut.

Kista aterom disebabkan karena terjadi penyumbatan pada kelenjar minyak (sebaseus) atau pada saluran minyak dari dalam tubuh (duktus). Penyakit ini juga dapat tubuh akibat sel yang rusak akibat operasi atau faktor keturunan seperti sindrom gardner.

Jerawat

jerawat kista adalah jenis jerawat yang terbentuk dari kombinasi minyak, bakteri dan sel kulit kering yang terperangkap pada pori-pori. Penyakit ini pada umumnya berukuran berbentuk seperti bisul, berisi nanah dan terasa nyeri jika disentuh.

Semua orang dapat terjangkit kista jenis ini, namun pada umumnya dialami oleh orang dengan tipe kulit berminyak dan mengalami ketidakseimbangan hormon.

Selain dapat terbentuk pada wajah, penyakit ini juga dapat timbul pada tubuh bagian leher, dada, bahu, lengan, punggung dan pada bagian telinga.

Baca juga: Anemia – Gejala, Penyebab dan Komplikasi

Faktor risiko

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kista yaitu, faktor genetik, infeksi, cacat pada organ yang berkembang, tumor dan obstruksi pada aliran cair, dan zat lainnya.

Beberapa penyebabnya, antara lain :

  • Usia. Menurut peneliti, wanita yang berusia di antara usia pebertas hingga menopause memiliki risiko paling tinggi terkena kista pada bagian ovarium, karena pada masa ini wanita mengalami menstruasi.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik memiliki risiko lebih tinggi terkena kista pada bagian ovarium.
  • Endometriosis. Penyakit ini terjadi pada saat jaringan yang melapisi rahim (endometrium) terbentuk di bagian luar rahim. Benjolan yang disebabkan oleh endometriosis ini disebut dengan endometrioma.
  • Obat obatan. Beberapa obat seperti obat penyubur kandungan yang dipakai untuk membantu ovulasi dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan risiko terkena kista lebih tinggi.
  • Kemoterapi. Wanita yang mengidap kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi dengan temoxifen memiliki risiko tumbuhnya benjolan pada bagian ovarium.

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis kita melalui pemeriksaan fisik pada benjolan. Namun untuk memastikan, dokter memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti

  • Uji pencitraan. Dokter akan memeriksa melalui USG, MRi atau CT scan. Uji pencitraan dibutuhkan untuk melihat isi dan kondisi pada benjolan
  • Biopsi. Biopsi dilakukan untuk mengetahui apakah benjolan bersifat kanker atau tidak.

Pengobatan

Kista pada umumnya dapat sembuh meskipun tanpa diobati. Penderita penyakit ini dapat mempercepat penyembuhan dengan melakukan kompres menggunakan air hangat.

Tidak disarankan untuk memecahkan kista, karena dapat menyebabkan infeksi.

Pada beberapa kasus, penyakit ini tidak mudah hilang, jika terjadi hal ini disarankan untuk cepat memeriksakan diri anda ke dokter. Beberapa metode yang dapat dilakukan dokter untuk menghilangkan benjolan yaitu

  • Dengan menyuntikkan kartikosteroid yang berguna untuk mengurangi radang pada kista
  • Menusuk benjolan dengan jarum dan melakukan penyedotan cairan didalamnya.
  • Operasi, bila penyedotan tidak berhasil.

Terdapat beberapa pengobatan yang dapat anda lakukan dirumah :

  • Enchinacea. Tanaman ini telah lama dikenal sebagai ramuan tradisional asli amerika dan dapat membantu beberapa jenis kista. Tanaman ini dapat meningkatkan jumlah sel darah putih dalam tubuh.

    Sel darah putih dalam tubuh bermanfaat untuk memecah sel abnormal yang dapat menyebabkan benjolan pada ovarium.
  • Dandelion. Bunga dandelion dapat mudah ditemukan pada tanah lapang, bunga ini sering digunakan sebagai obat herbal yang berguna untuk mengurangi terjadinya benjolan pada tubuh Anda.
  • Komsumsi karbohidrat kompleks. Untuk mencegah adanya benjolan pada tubuh, anda dapat mengganti karbohidrat Anda dengan karbohidrat kompleks, seperti buah, sayur dan biji-bijian.
  • Makan makanan dengan indeks glikemik rendah. Makanan dengan indeks glikemik yang tinggi seperti kentang dan jagung pada dasarnya memang sehat, namun tidak disarankan bagi wanita yang sebelumnya didiagnosis fibrois atau benjolan pada rahim.

    Para peneliti menyarankan pola makanan dengan glikemik rendah seperti sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan dapat membantu meredakan atau menghindari adanya benjolan pada tubuh.

Pencegahan

Pada umumnya kista tidak dapat dicegah, namun dapat dihindari.

Misalnya, Pada wanita yang menderita kista ovarium dapat melakukan pencegahan terbentuknya benjolan dengan mengonsumsi pil KB.

Kista kalazion dapat dicegah dengan membersihkan kelopak mata dengan menggunakan pembersih yang lembut.

Kista pilonidal dapat dicegah dengan menjaga kulit tetap kering dan bersih dan menghindari duduk yang terlalu lama.

Add a Comment