Kista Ovarium – Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Komplikasi, Pencegahan dan Pengobatan

2 min read

Kista Ovarium

Halo, pembaca Dhikly.com. Pada artikel ini kita akan membahas kista ovarium yang meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, komplikasi, pencegahan dan pengobatan

Kista Ovarium

Kista ovarium adalah benjolan yang berisi cairan yang terletak pada ovarium.

Wanita memiliki dua ovarium yang masing masing menyerupai bentuk almond pada setiap sisi rahim. Telur (ovum) yang berkembang dan matang di dalam ovarium, akan dikeluarkan melalui siklus bulanan (dari masa pubertas hingga menopause).

Banyak wanita yang memiliki kista ovarium tanpa disadari. Sebagian besar kasus tidak menunjukkan gejala, rasa sakit, tidak berbahaya dan dapat hilang sendirinya.

Namun, kista ovarium yang telah pecah dapat menimbulkan gejala serius. Untuk menghindari hal tersebut, lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan ketahui gejala apa saja yang memungkinkan terjadi ketika kista ovarium menyerang tubuh.

Gejala

  • Pada umumnya kista tidak menimbulkan gejala apa pun dan dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, kista ovarium yang tumbuh besar dapat menyebabkan gejala, meliputi
  • Nyeri pada panggul
  • Kembung

Kapan harus ke dokter

Jika anda memiliki beberapa gejala berikut ini, segera periksakan diri anda ke dokter.

  • Tiba tiba perut dan panggul terasa nyeri parah
  • Nyeri menyebabkan anda demam hingga muntah

Jika anda mengalami beberapa gejala tersebut segera periksakan diri anda ke dokter, ditambah jika tubuh anda terasa dingin, kulit menjadi lembab, nafas menjadi cepat, sakit kepala, lemas.

Penyebab

Pada umumnya kista ovarium tumbuh dari hasil siklus menstruasi. Terdapat dua jenis kista berdasarkan penyebabnya yaitu kista fungsional dan non-fungsional.

Kista fungsional

Kista fungsional merupakan kista yang terbentuk pada saat ovarium wanita melepaskan sel telur untuk dibuahi.

Ovarium biasanya menumbuhkan struktur seperti kista yang disebut dengan folikel dan ini terjadi setiap bulan. Folikel menghasilkan hormon esterogen dan progesteron yang melepaskan sel telur saat anda berovulasi.

Jika folikel terus tumbuh, maka hal ini disebut dengan kista fungsional. Terdapat 2 jenis kista fungsional, meliputi

  • Kista folikel. Pada pertengahan siklus menstruasi, sebutir telur keluar dari folikelnya dan bergerak ke tuba fallopi. Kista folikel dimulai ketika folikel tidak pecah atau melepaskan telurnya, namun tetap terus tumbuh.
  • Kista corpus luteum. Pada saat folikel melepaskan se telur, ia akan memproduksi esterogen dan progesteron untuk pembuahan. Folikel ini dapat disebut dengan corpus luteum. Terkadang, cairan menumpuk di dalam folikel dan menyebabkan korpus luteum tumbuh menjadi kista.

Pada umumnya kista fungsional tidak berbahaya, tidak menyebabkan nyeri, dan sering menghilang dengan sendirinya dalam dua atau tiga siklus menstruasi.

Kista non-funsional

  • Kista dermoid atau teratoma disebabkan oleh sel ambrionik yang tumbuh abnormal sehingga di dalam benjolan ditemukan jaringan seperti rambut, kulit dan gigi.
  • Kistadenoma. Kista ini berkembang pada permukaan ovarium dan kemungkinan berisi bahan berair atau lendir.
  • Endometrioma. Jenis benjolan ini tumbuh akibat dari kondisi dimana sel endometrium rahim tumbuh di luar rahim (endometriosis). Beberapa jaringan dapat menempel pada ovarium dan menyebabkan benjolan.

Kista dapat menjadi besar dan dapat menyebabkan ovarium bergerak keluar dari posisinya. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya torsi ovarium. Torsi ovarium juga dapat menyebabkan aliran darah menuju ovarium terhenti.

Baca juga: Kista Baker – Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasi, dan Pencegahan

Faktor risiko

Risiko dapat meningkat ketika anda mengalami beberapa hal berikut ini

  • Masalah hormonal. Jika anda merupakan seseorang yang mengonsumsi obat kesuburan seperti clomiphese (clomid), perlu diwaspadai, pasalnya hal ini dapat menyebabkan anda berovulasi secara tidak normal dan menyebabkan kista.
  • Kehamilan. Terkadang, kista yang terbentuk ketika ovulasi akan tetap berada pada ovarium selama kehamilan.
  • Endometriosis. Kondisi ini menyebabkan sel endometrium uterus tumbuh diluar rahim. beberapa jaringan dapat menempel pada ovarium dan menyebabkan kista tumbuh.
  • Infeksi panggul. Jika infeksi menyebar hingga ovarium, hal tersebut dapat menyebabkan kista.
  • Terdapat kista ovarium. Jika anda sedang menderita kista, cenderung akan berkembang lebih banyak.

Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi akibat dari kista ovarium meliputi :

  • Torsi ovarium. Kista yang membesar dapat menyebabkan ovarium bergerak, sehingga meningkatkan kemungkinan memutar yang menyebabkan nyeri pada ovarium. Gejala dapat berupa timbulnya nyeri panggul yang parah, mual dan muntah. Torsi ovarium juga dapat menyebabkan aliran darah ke ovarium terhenti.
  • Pecah. Kista ovarium yang pecah dapat menyebabkan nyeri hebat dan pendarahan internal. Semakin besar kista, semakin besar risiko pecahnya. Aktivitas kuat yang memengaruhi panggul, seperti hubungan intim juga dapat meningkatkan risiko.

Pencegahan

Meskipun tidak ada cara untuk mencegah kista ovarium, pemeriksaan panggul secara teratur dapat membantu memastikan bahwa adanya perubahan dalam ovarium sehingga dapat didiagnosa sedini mungkin.

Waspadai perubahan dalam siklus bulanan Anda, termasuk gejala menstruasi yang tidak biasa, terutama yang terus terasa meskipun siklus menstruasi sudah berakhir. Bicarakan dengan dokter tentang perubahan yang terjadi pada anda.

Pengobatan

Pengobatan pada penderita kista ovarium akan disesuaikan dengan usia, ukuran dan tipe dari kista serta gejala yang ditimbulkan. Dokter akan menyarankan pengobatan yang meliputi

  • Observasi
  • Kotrasepsi hormonal
  • Tindakan operasi. Pada beberapa kasus operasi menyebabkan pengangkatan ovarium (ooforektomi), namun pada umumnya dilakukan tanpa mengambil ovarium. Pengangkatan akan dilakukan jika massa kista bersifat ganas.

Add a Comment