Kista Payudara – Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Diagnosis, Pengobatan dan Komplikasi

4 min read

Kista Payudara

Halo pembaca Dhikly.com. Pada artikel kali ini kita membahas tentang kista payudara yang meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, pengobatan dan komplikasi. Yuk simal ulasannya berikut ini!

Kista Payudara

Kista payudara adalah kantung berisi cairan di dalam payudara yang biasanya bersifat jinak (tidak bersifat kanker). Seseorang dapat memiliki satu atau banyak kista pada satu atau kedua payudaranya.

Kista payudara pada umumnya berbentuk bulat atau oval. Kista ini biasanya akan terasa seperti anggur atau balon berisi air, namun terkadang juga beberapa kasus terasa keras atau padat.

Kista payudara pada umumnya tidak memerlukan perawatan medis kecuali jika kista membesar dan menyakitkan sehingga mengganggu aktivitas.

Kista payudara pada umumnya terjadi pada wanita sebelum menopause, antara usia 35 hingga 50 tahun. Namun beberapa kasus juga ditemukan pada wanita pasca menopause, biasanya terjadi pada seseorang yang menggunakan terapi hormon.

Gejala

Kista payudara dapat ditemukan pada salah satu atau kedua payudara. Tanda dan gejala kista payudara meliputi :

  • Terdapat benjolan satu atau lebih di bawah kulit payudara
  • Terdapat benjolan bulat atau oval yang halus dan mudah berpindah pindah.
  • Benjolan terasa empuk dan terkadang terasa sakit saat disentuh
  • Puting susu mengeluarkan cairan berwarna kuning, putih atau cokelat tua.
  • Nyeri pada payudara di area benjolan
  • Benjolan menjadi lebih besar dan terasa nyeri sesaat sebelum menstruasi
  • Ukuran menjadi lebih kecil setelah menstruasi

Keberadaan kista payudara tidak ada hubungannya dengan peningkatan risiko kanker payudara. Namun jika anda memiliki kista payudara dapat menyebabkan dokter sulit untuk mendeteksi benjolan baru atau perubahan lainnya yang mungkin perlu mendapat perawatan medis.

Kenali payudara Anda sehingga dapat mengetahui jika terdapat perubahan pada payudara Anda.

Kapan harus ke dokter

Jika anda merasakan benjolan payudara baru yang bertahan setelah periode menstruasi atau jika benjolan payudara yang ada tumbuh atau berubah, segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Penyebab

Setiap payudara mengandung lobus jaringan kelenjar, yang disusun seperti kelopak bunga aster. Lobus dibagi menjadi lobus kecil yang menghasilkan ASI selama kehamilan dan menyusui.

Jaringan pendukung yang memberikan bentuk pada payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan ikat berserat. Kista payudara dapat berkembang sebagai akibat dari akumulasi cairan di dalam kelenjar payudara.

Dikutip dari Halodoc, Kista payudara dapat diakibatkan karena adanya penyumbatan saluran pada kelenjar payudara sehingga dapat menyebabkan penumpukan cairan.

Sumbatan saluran tersebut dapat diakibatkan oleh

  • Fibrokistik payudara. Hal ini terjadi akibat perubahan hormonal selama siklus menstruasi. Pada umumnya kista yang diakibatkan bersifat jinak dan tidak berbahaya, namun dapat tumbuh lebih dari satu.
  • Jaringan atau kelenjar payudara yang tumbuh berlebih
  • Bekas luka pada jaringan payudara
  • Hormon esterogen dan progesteron yang berubah ubah.

Kista payudara dapat dibagi berdasarkan ukurannya, meliputi

  • Mikro kista. Kista ini sangat kecil sehingga sulit untuk dirasakan, jenis kista ini dapat dilihat melalui tes pencitraan, seperti mamografi atau ultrasonografi
  • Makro kista. Kista ini berukuran lebih besar, sehingga dapat dirasakan tanpa bantuan alat. Makro kista dapat tumbuh dengan diameter sekitar 2,5 cm hingga 5 cm. Kista payudara yang berukuran besar dapat menyebabkan penekanan jaringan payudara di sekitarnya sehingga menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan pada payudara.

Selain itu juga terdapat satu jenis kista yang disebut Galactocele yang merupakan jenis kista berisi cairan susu.

Para peneliti masih tidak dapat memastikan apa penyebab kista payudara. Kista kemungkinan berkembang sebagai akibat dari perubahan hormonal dari menstruasi bulanan. Beberapa bukti menguatkan hal tersebut, seperti kelebihan esterogen dalam tubuh dapat merangsang jaringan payudara, dan hal tersebut berkontribusi pada kista payudara.

Baca juga: Kista Ovarium – Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Komplikasi, Pencegahan dan Pengobatan

Faktor risiko

Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena kista payudara

  • Usia. Pada umumnya usia seseorang memengaruhi terbentuk kista ini, semakin tua seseorang maka akan semakin tinggi risiko terkena kista payudara.
  • Kadar hormon yang tidak stabil. Kadar hormon (esterogen) yang tidak stabil dapat memicu kemunculan kista pada payudara. Hal ini yang menyebabkan wanita pasca menopause yang melakukan terapi hormonal sering mengalami kista.

Diagnosis

Agar dokter dapat memastikan jenis benjolan pada payudara merupakan kista, Dokter akan melakukan diagnosis dengan memeriksa riwayat kesehatan penderita dan memeriksa gejala yang ditimbulkan.

Setelah itu, pemeriksaan fisik akan dilakukan secara menyeluruh, terutama pada bagian payudara. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan lain pada benjolan yang tumbuh dan pada bagian payudara lainnya.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang direkomendasikan dokter, meliputi:

Pemindaian

Pemindaian payudara pada umumnya dilakukan dengan metode USG atau mammografi. Mammografi dilakukan untuk mendeteksi adanya pemadatan jaringan atau perubahan pada kelenjar payudara. USG dilakukan untuk memastikan benjolan tersebut berupa kista atau jenis lainnya.

Aspirasi jarum halus

Metode ini dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam bagian benjolan pada payudara yang bertujuan untuk mengambil cairan di dalamnya. Pemeriksaan ini pada umumnya memerlukan bantuan USG atau ultrasound agar posisi jarum pada area yang tepat.

Jika cairan yang disedot dapat menyebabkan benjolan hilang, dokter dapat memastikan bahwa benjolan tersebut merupakan kista payudara. Jika hal ini terjadi biasanya tidak diperlukan tindakan lebih lanjut untuk memastikan kondisi Anda.

Namun, jika cairan yang keluar merupakan darah dan benjolan tidak hilang, dokter akan melakukan tes lab terkait dengan darah tersebut. Ada biasanya akan diminta untuk melakukan cek kesehatan lanjutan ke dokter bedah payudara atau ahli radiologi guna melakukan berbagai tes pencitraan.

Pada kondisi tertentu seperti benjolan padat yang ketika disedot tidak mengeluarkan apa pun, biasanya dokter akan merekomendasikan anda untuk langsung melakukan tes pencitraan.

Pada umumnya dokter akan merekomendasikan tes ultrasonografi dan mammografi diagnostik.

Operasi

Hanya beberapa kasus saja yang memerlukan operasi untuk melakukan pengangkatan kista yang abnormal. Yang dimaksud abnormal, yaitu kista yang berukuran cukup besar, nyeri berkepanjangan, berulang kali muncul dan mengandung darah didalamnya.

Minta penjelasan dokter terkait kelebihan dan kekurangan pada tiap prosedur, Penjelasan yang rinci mungkin anda perlukan untuk menentukan tindakan yang tepat.

Pengobatan

Pada umumnya kista payudara tidak memerlukan perawatan medis khusus dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus kista dapat menyebabkan nyeri sehingga mengganggu aktivitas, beberapa tips berikut ini dapat anda lakukan, meliputi :

  • Kompres payudara. Mengompres dengan air dingin atau air hangat dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan kista.
  • Hindari kafein. Pada beberapa kasus, rasa nyeri pada payudara dapat berkurang pada saat penderita membatasi konsumsi kafein.
  • Menggunakan bra yang nyaman. Rasa tidak nyaman dapat dikurangi dengan menggunakan bra yang tepat dan terasa nyaman.
  • Konsumsi obat pereda nyeri. Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol dapat meredakan nyeri akibat kista.
  • Minyak evening primrose. Minyak ini merupakan suplemen asam lemak yang di dalamnya mengandung asam linoleat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak ini dapat meredakan nyeri payudara pada saat menjelang menstruasi.
  • Konsumsi pil KB. Pil KB tidak hanya digunakan sebagai alat kontrasepsi saja. Pil KB juga dapat membantu mengurangi kekambuhan pada kista payudara.
    Pil KB hanya direkomendasikan untuk penderita yang mengalami gejala berat saja karena terdapat efek samping yang membuat tidak nyaman.

Komplikasi

Kista pada umumnya bukan penyakit yang berbahaya. Namun, pemeriksaan dokter perlu dilakukan. Meskipun pada kasus yang jarang, beberapa kista dapat tumbuh menjadi suatu penyakit yang serius, seperti kanker payudara. Selain itu, kista payudara juga dapat terinfeksi oleh bakteri dan dapat berubah menjadi abses payudara

Referensi :
Breast cysts – Diagnosis and treatment. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cysts/symptoms-causes/syc-20370284
10 most common birth control pill side effects. https://www.medicalnewstoday.com/articles/290196

Add a Comment