Kista pilonidal – Gejala, penyebab, pengobatan

2 min read

Kista pilonidal

Halo pembaca Dhikly.com. Pada artikel kali ini kita akan membahas kista pilonidal yang meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, komplikasi, pengobatan, dan pencegahan. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Kista pilonidal

Kista pilonidal adalah benjolan abnormal pada kulit yang berisi rambut dan kulit mati. Kasus yang umum terjadi, kista ini terletak pada tulang ekor pada bagian atas belahan bokong.

Kista pilonidal terjadi ketika rambut pada area belahan bokong menembus kulit sehingga sistem kekebalan tubuh akan menganggap rambut sebagai benda asing, dan menyebabkan tubuhnya kista.

Jika kista ini terinfeksi, benjolan akan terasa menyakitkan. Kista dapat disembuhkan melalui penyedotan hingga pengangkatan melalui operasi.

Kista ini umum terjadi pada pria yang berusia masih muda dan ketika sudah pernah terserang, kemungkinan bisa kambuh di kemudian hari. Pada seseorang yang duduk terlalu lama, seperti pengemudi truk, berisiko lebih tinggi terkena kista pilonidal.

Gejala

Ketika seseorang sudah terinfeksi kista pilonidal, pada umumnya akan terjadi pembengkakan (abses) pada benjolan tersebut.

Tanda dan gejala, meliputi :

  • Terasa nyeri
  • Warna kemerahan pada kulit
  • Benjolan mengeluarkan nanah atau darah
  • Keluar bau busuk dari benjolan
  • Demam

Kapan harus ke dokter?

Jika anda melihat tanda atau gejala kista pilonidal, segera periksakan diri anda ke dokter, agar cepat mendapat perawatan yang tepat dan cepat.

Penyebab

Kista pilonidal tidak dapat diketahui penyebabnya secara pasti. Namun pada umumnya kista ini disebabkan oleh rambut yang tumbuh didalam (normalnya rambut tumbuh keluar) atau biasa disebut dengan ingrown hair.

Gesekan dan tekanan seperti pada saat bersepeda, menggunakan pakaian kulit, duduk dalam waktu lama, atau faktor serupa merupakan penyebab ingrown hair.

Faktor risiko

Kista pilonidal dapat terjadi pada siapa saja. Namun beberapa faktor dibawah ini meningkatkan seseorang terserang kista jenis ini, seperti :

  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Berusia antara 15 sampai 24 tahun
  • Kelebihan berat badan (obesitas
  • Terlalu lama duduk sehingga tubuh kurang gerak
  • Seseorang yang memiliki rambut tubuh lebat dan bertekstur kaku
  • Seseorang yang sering mengangkat beban berat
  • Keringat berlebihan (hiperhidrosis)
  • Memiliki keluarga yang mempunyai penyakit kista pilonidal

Diagnosis

Dokter, ketika mendiagnosis penderita kista pilonidal pertama yang akan dilakukan adalah menanyakan keluhan dan gejala, lalu menelusuri riwayat penyakit pasien dan keluarga.

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik guna melihat kondisi benjolan kista.

Pemeriksaan penunjang lainnya jarang dilakukan, kecuali penderita mengalami infeksi yang parah. Pada kondisi tersebut, tes darah dan foto rontgen pada umumnya dipilih sebagai pemeriksaan penunjang.

Komplikasi

Kista pilonidal yang tidak diobati dan mendapat perawatan yang tepat dapat menyebabkan infeksi kronis. Beberapa kasus, kista ini dapat menjadi buruk menjadi sejenis kanker kulit atau yang biasa disebut dengan karsinoma sel skuamosa

Pengobatan

Untuk mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman, penderita dapat melakukan pengobatan secara mandiri seperti:

  • Mengompres area kista dengan air hangat
  • Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol, hal ini perlu dilakukan jika nyeri sudah mulai mengganggu aktivitas sehari hari
  • Menjaga tubuh tetap dalam kondisi bersih dan kering, seperti mengganti pakaian ketika berkeringat
  • Konsumsi suplemen seperti vitamin C, vitamin A, untuk membantu proses penyembuhan.
  • Duduk di tempat yang nyaman atau tidak keras

Tidak disarankan untuk memencet atau memecahkan benjolan, hal ini dapat menyebabkan risiko terjadinya infeksi dan terbentuknya bekas luka pada area kista

Bila kista terjadi infeksi, kemungkinan dapat ditangani dengan operasi. Hal ini dilakukan dokter dengan membuat sayatan kecil pada benjolan kista untuk mengeluarkan rambut dan nanah didalamnya.

Setelah dilakukan operasi, pasien disarankan untuk tetap menjaga kebersihan luka operasi.

Pencegahan

Beberapa tips agar terhindar dari kista pilonidal, antara lain :

  • Jaga kebersihan
  • Cukur rambut yang tumbuh berlebihan pada bokong
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Menjaga kebersihan tubuh terutama pada area bokong
  • Melakukan aktivitas fisik seperti berjalan setiap satu jam.
  • Hindari duduk yang terlalu lama
  • Hindari menggunakan pakaian ketat

Jika sebelumnya anda pernah menderita kista pilonidal, sebaiknya anda mencukur rambut tumbuh pada bagian yang pernah terjangkit atau menggunakan produk hair removal untuk mengurangi risiko terjangkit kembali.

Add a Comment