Pengobatan Radioterapi (Terapi Radiasi): Semua Hal Yang Perlu Anda Ketahui

2 min read

Pengobatan Radioterapi (Terapi Radiasi)

Halo, pembaca Dhikly.com Artikel ini membahas tentang pengobatan radioterapi atau terapi radiasi. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Terapi radiasi

Pengobatan radioterapi atau terapi radiasi adalah perawatan kanker yang menggunakan sinar radiasi terkonsentrasi untuk membunuh sel-sel kanker.

Jenis radioterapi yang paling umum digunakan adalah radiasi sinar eksternal. Jenis ini menggunakan mesin yang mengarahkan radiasi berenergi tinggi pada sel kanker.

Mesin tersebut memungkinkan radiasi untuk ditargetkan pada daerah tertentu, itulah sebabnya dokter menggunakan radiasi sinar eksternal untuk pengobatan hampir semua jenis kanker.

Menurut NCI, sekitar setengah dari penderita kanker menggunakan radioterapi dalam pengobatannya.[1]

Kapan radioterapi dilakukan?

Terapi radiasi atau radioterapi adalah alat penting dalam pengobatan kanker dan sering digunakan bersamaan dengan terapi lain, seperti kemoterapi atau operasi pengangkatan tumor.

Tujuan utama terapi radiasi adalah mengecilkan tumor dan membunuh sel kanker. Selain itu, pengobatan ini juga dapat berdampak pada sel sel tubuh yang sehat, namun sel sel normal atau non kanker memiliki kemampuan untuk pulih dengan cepat dari dampak terapi radiasi.

Untuk meminimalkan efek radiasi pada tubuh, radiasi akan ditargetkan ke titik-titik tertentu pada tubuh anda.

Terapi radiasi dapat digunakan untuk:

  • Meringankan gejala pada kanker stadium lanjut
  • Sebagai pengobatan utama kanker
  • Mengecilkan tumor sebelum operasi
  • Membunuh sel kanker yang tersisa setelah operasi

Risiko radioterapi

Apa pun jenis yang digunakan, kelelahan dan kerontokan rambut adalah efek samping yang umum terjadi.

Radiasi juga memengaruhi sel-sel kulit. Perubahan pada kulit, meliputi

  • Kering
  • Gatal
  • Mengupas

Efek samping lain dari radiasi tergantung pada area mana dari tubuh yang akan menerima tembakan radiasi, beberapa dapat menimbulkan:

  • Diare
  • Sakit telinga
  • Sariawan
  • Mulut kering
  • Mual
  • Disfungsi seksual
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan buang air kecil, nyeri pada saat buang air kecil
  • Muntah

Menurut NCI, sebagian besar efek samping ini akan hilang dalam waktu dua bulan setelah perawatan selesai.[2] Dalam kasus yang jarang terjadi, efek samping dapat bertahan atau bahkan muncul enam bulan atau lebih setelah pengobatan selesai. Efek samping yang terlambat dapat menimbulkan:

  • Masalah pada mulut
  • Masalah pada sendi
  • Lymphedema, atau pembengkakan jaringan
  • Infertilitas
  • Kemungkinan kanker sekunder

Hal ini terkadang dapat muncul bertahun tahun setelah terapi. Konsultasikan dengan dokter tentang segala kekhawatiran anda mengenai efek samping.

Persiapan radioterapi

Langkah pertama dalam perawatan radiasi adalah menentukan bentuk keperawatan yang tepat untuk anda. Dokter akan menentukan dosis dan frekuensi radiasi yang paling cocok untuk jenis dan stadium kanker anda.

Terkadang dokter juga mungkin akan memutuskan bahwa terapi radiasi cocok untuk dilakukan pada tahap selanjutnya, sehingga anda dapat melakukan perawatan lainnya sebagai pengobatan awal.

Simulasi:

  1. Anda akan berbaring di meja yang akan digunakan dalam perawatan anda.
  2. Berbaring diam pada sudut yang tepat sangat penting dalam keberhasilan perawatan, sehingga tim kesehatan dapat menggunakan bantal atau penahan untuk menempatkan anda pada sudut terbaik.
  3. Anda kemudian akan menjalani CT scan atau sinar-X untuk menentukan posisi kanker dan dimana radiasi akan difokuskan.
  4. Setelah menentukan lokasi terbaik, tim perawatan kemudian akan menandai area tersebut. Tanda tersebut biasanya berbentuk bintik kecil.
  5. Selanjutnya akan dilakukan terapi radiasi.

Proses terapi radiasi

Terapi radiasi biasanya melakukan sesi perawatan selama lima hari dalam seminggu selama 1 hingga 10 minggu. Jumlah total perawatan tergantung pada ukuran dan jenis kanker. Setiap sesi biasanya memakan waktu sekitar 10 hingga 30 menit. Seringkali, diberikan waktu untuk pemulihan sel sel normal pada akhir pekan.

Pada setiap sesi, anda akan berbaring di meja perawatan, dan tim akan memposisikan anda dan menerapkan bantal yang sama dengan yang digunakan selama simulasi radiasi awal. Penutup pelindung atau perisai juga dapat diposisikan pada atau di sekitar anda untuk melindungi bagian tubuh lain dari radiasi yang tidak perlu.

Terapi radiasi melibatkan penggunaan mesin akselerator linier, yang mengarahkan radiasi di tempat yang tepat. Mesin dapat bergerak di sekitar meja untuk mengarahkan radiasi pada sudut yang tepat. Mesin juga dapat mengeluarkan suara berdengung.

Anda seharusnya tidak merasakan sakit selama dilakukan prosedur ini. Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim melalui interkom kamar, jika perlu dokter akan berada didekat pasien untuk memantau tes.

Setelah terapi radiasi

Selama menjalani masa perawatan, penyedia layanan kesehatan akan memonitor jadwal dan dosis perawatan dan kesehatan umum anda.

Anda akan menjalani beberapa pemindaian dan tes pencitraan selama radiasi sehingga dokter dapat mengamati seberapa baik anda dalam merespon pengobatan. Pemindaian dan tes ini juga dapat memberi tahu jika ada perubahan yang perlu dilakukan untuk perawatan anda.

Jika anda mengalami efek samping dari radiasi, beri tahu penyedia layanan kesehatan pada pertemuan berikutnya. Terkadang, perubahan kecil dapat membuat perbedaan besar dalam mengurangi efek samping. Paling tidak, anda mungkin akan diberi saran atau obat untuk membantu meringankan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Add a Comment