Perbedaan Darah Rendah Dan Darah Tinggi

2 min read

Perbedaan Darah Rendah Dan Darah Tinggi

Halo sobat Dhikly, Darah rendah dan darah tinggi kerap kali dianggap sama, pada artikel perbedaan darah rendah dan darah tinggi ini kita akan dikenalkan apa saja sih perbedaan darah rendah dan darah tinggi? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Perbedaan darah rendah dan darah tinggi

Darah rendah (hipotensi) dan darah tinggi (hipertensi) mempunyai persamaan gejala, seperti pusing, kulit pucat dan tubuh lemas. Kedua penyakit ini kerap kali dianggap sama oleh banyak orang, padahal kedua jenis penyakit ini merupakan dua kondisi yang berbeda.

Maka dari itu, meskipun memiliki beberapa gejala yang sama namun penyebab dan cara mengatasinya pun berbeda.

Berikut adalah perbedaan darah rendah dan darah tinggi yang perlu diperhatikan, antara lain:

Besarnya tekanan pada arteri

pada besarnya tekanan arteri juga terdapat perbedaan antar darah rendah dan darah tinggi, Seseorang dapat dikatakan menderita tekanan darah rendah jika tekanan darahnya kurang dari 90/60 mmhg.

Angka 90 menunjukkan tekanan darah jantung yang sedang kontraksi atau biasa disebut dengan sistolik, sedangkan angka 60 menunjukkan tekanan darah saat jantung relaksasi.

Sama halnya dengan darah rendah, darah tinggi juga dapat diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah. Dapat dikatakan menderita tekanan darah tinggi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan lebih dari 130/80 mmhg.

Angka 130 menunjukkan tekanan darah jantung yang sedang kontraksi atau biasa disebut dengan sistolik, sedangkan angka 80 menunjukkan tekanan darah saat jantung relaksasi.

Tekanan darah rendah atau tingginya pada seseorang bergantung dari resistensi pembuluh darah dan seberapa kuat jantung memompa darah ke seluruh bagian tubuh.

Tahapan gejala

Perbedaan darah rendah dan darah tinggi juga terdapat pada tahapan gejala.

Pada penderita hipertensi bisa saja memiliki tahapan gejala sesuai dengan terus melonjaknya tekanan darah, namun hal ini berbeda dengan penderita darah rendah yang pada umumnya tidak memiliki tahapan gejala.

Pada tahap awal pada hipertensi dapat disebut dengan prahipertensi, pada tahap ini tekanan darah berada pada angka 120/80 mmhg sampai dengan 140/90 mmhg.

Jika tidak ditangani dengan tepat, tekanan darah dapat naik dari 140/90 mmhg hingga 160/100 mmhg, hal ini bisa disebut dengan hipertensi tahapan 1. Jika pada tahapan satu tidak ditangani dan semakin buruk hingga mencapai angka melebihi 160/100 mmhg, ini bisa disebut dengan hipertensi tahapan 2.

Namun seperti yang sudah dijelaskan pada artikel Kenali Darah Tinggi Sebelum Menyerang, pada beberapa kasus hipertensi juga tidak ditemukan gejala yang signifikan.

Gejala yang perlu diwaspadai

Perbedaan darah rendah dan darah tinggi juga terletak pada gejala, gejala ini juga harus diwaspadai, untuk menanggulangi kemungkinan jika terjadi mendadak.

Darah tinggi

Ada beberapa gejala yang perlu anda waspadai sebagai bentuk gangguan tekanan darah tinggi, antara lain:

  • Pusing atau nyeri pada kepala
  • Mudah lelah
  • Terdapat darah di dalam urin
  • Telinga berdenging
  • Terdapat sensasi seperti berdetak pada bagian dada, telinga, atau leher.
  • Pandangan buram
  • Sesak napas
  • Detak jantung lebih cepat dan tidak teratur

Baca Juga: Pertolongan Pertama Darah Tinggi

Darah rendah

Gejala yang perlu diwaspadai sebagai bentuk gangguan tekanan darah rendah, antara lain:

  • Pusing, seperti berputar
  • Kepala terasa ringan
  • Pingsan
  • Muntah
  • Mual
  • Dehidrasi, atau sering merasa haus
  • Sulit konsentrasi
  • Warna kulit pucat dan kulit terasa dingin
  • Pandangan buram
  • Mudah lelah
  • Lemas
  • Tidak bersemangat

Gejala-gejala diatas bisa saja berbeda pada tiap orang, karena kondisi tubuh pada setiap orang berbeda beda.

Penyebab

Darah tinggi

Pada tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat digolongkan menjadi 2 jenis penyebab, yaitu primer dan sekunder. Yang dapat digolongkan sebagai penyebab primer yaitu faktor genetik, sedangkan yang tergolong sekunder bisa diakibatkan oleh pembuluh darah, adanya gangguan ginjal, serta sistem endokrin.

Pada banyak kasus seseorang terserang hipertensi disebabkan oleh penyebab primer, sedangkan sisanya disebabkan oleh penyebab sekunder.

Selain itu, konsumsi obat obatan seperti kokain, alkohol, nikotin, siklosporin dan obat-obatan herbal juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Baca Juga: 14 Jenis Buah Penurun Darah Tinggi

Darah rendah

Berbeda dengan tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah atau hipotensi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.

Pada kondisi tertentu seseorang dapat terkena hipotensi dalam jangka waktu yang lama, dan tentu saja hal ini berbahaya jika tidak dapat penanganan yang tepat, seperti pada kondisi dibawah ini

  • Pendarahan hebat
  • Kehamilan
  • Sering syok disertai dehidrasi
  • Reaksi alergi obat
  • Infeksi pada darah
  • Gangguan sirkulasi, seperti yang terjadi pada serangan jantung atau penyakit katup jantung
  • Diabetes
  • Penyakit tiroid
  • Insufisiensi adrenal

Meski begitu, banyak kasus penderita darah rendah tidak dapat diketahui penyebabnya. Kondisi ini dapat disebut dengan hipotensi asimtomatis kronis.

Penanganan

Lalu bagaimana cara menangani dan mencegah darah rendah dan darah tinggi?

Penanganan pada suatu penyakit dilihat dari penyebab penyakit tersebut. pada hipertensi, selain konsumsi obat-obatan penurun tekanan darah penderita juga dapat mencegah dengan membatasi konsumsi garam maksimal 1500mg tiap harinya.

Menurut penelitian dengan membatasi konsumsi garam seseorang penderita darah tinggi dapat mengalami penurunan hingga 2 sampai 8 mmhg.

Sama halnya dengan penderita darah tinggi, penderita darah rendah dalam penanganannya juga dilihat dari penyebabnya.

Beberapa obat tertentu dapat menyebabkan darah rendah kambuh, ditambah lagi jika mengonsumsi obat dengan resep sembarangan atau tanpa anjuran dokter.

Hipertensi maupun hipotensi merupakan gangguan pada tekanan darah, mengenali perbedaan tanda gejala dan cara menangani merupakan bentuk awal dalam mencegah hal ini terjadi.

Cek tekanan darah Anda secara berkala agar tidak terlambat dalam menanganinya.

Add a Comment