Prediabetes: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Komplikasi

4 min read

prediabetes

Halo pembaca Dhikly.com. Artikel ini akan membahas tentang prediabetes yang meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosa, perawatan, komplikasi dan lainnya. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Prediabetes

Seseorang dapat dikatakan menderita prediabetes apabila memiliki kadar gula darah yang tinggi dan melebihi angka normal, namun masih tidak cukup tinggi untuk dikatakan sebagai penderita diabetes. Jika prediabetes tidak segera mendapat perawatan kemungkinan yang akan terjadi yaitu berkembang menjadi diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.

Menurut National Institutes of Health (NIH), prediabetes adalah reversibel. Perawatan yang dibutuhkan mungkin perubahan gaya hidup, seperti diet, olahraga dan obat obatan. Menurut Mayo Clinic, Jika anda menderita prediabetes dan tidak melakukan perubahan gaya hidup, kemungkinan akan berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam waktu 10 tahun.[1]

Dokter akan mendiagnosis anda menderita prediabetes jika anda mengalami:

  • Gangguan toleransi glukosa, berarti gula darah lebih tinggi dari normal setelah makan
  • Gangguan glukosa puasa, yang berarti gula darah lebih tinggi dari normal di pagi hari sebelum makan
  • Kadar hemoglobin A1C antara 5,7 dan 6,4 persen

Gejala

Pada umumnya prediabetes tidak menimbulkan gejala yang berarti. Beberapa orang mungkin mengalami kondisi yang berhubungan dengan resistensi insulin, seperti sindrom ovarium polikistik dan acanthosis nigricas, yang dapat menyebabkan bercak kulit menjadi hitam dan tebal. Perubahan yang sering terjadi pada umumnya terletak pada bagian tubuh seperti

  • Siku
  • Leher
  • Lutut
  • Sela sela jari
  • Ketiak

Jika anda merasakan beberapa gejala dibawah ini, penting bagi anda untuk memeriksakan diri ke dokter, seperti

  • Rasa haus meningkat
  • Peningkatan buang air kecil, terutama malam hari
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur
  • Luka yang sulit sembuh

Hal tersebut merupakan gejala khas diabetes tipe 2, dan mungkin menunjukkan prediabetes anda sedang memburuk dan berkembang menjadi diabetes tipe 2. Namun untuk mengetahuinya, anda memerlukan tes lebih lanjut.

Penyebab

Pankreas melepaskan hormon insulin ketika anda makan lalu sel sel tubuh akan mengambil gula dari darah untuk digunakan sebagai energi. Begitulah cara insulin dalam menurunkan kadar gula darah anda. Pada kasus prediabetes, sel sel tidak dapat merespon insulin dengan baik atau lebih dikenal sebagai resistensi insulin.

Penyebab resistensi insulin masih belum diketahui. Menurut Mayo Clinic, prediabetes dapat dikaitkan dengan faktor gaya hidup dan genetika.[2]

Pada umumnya seseorang dengan obesitas atau kelebihan berat badan dan terlalu lama duduk memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Beberapa penyebab lainnya seperti:

  • Berat badan. Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama untuk prediabetes. Semakin banyak jaringan yang anda miliki semakin resisten sel terhadap insulin.
  • Diet. Makan daging merah, daging olahan dan minum minuman yang dimaniskan dengan gula dapat meningkatkan risiko prediabetes meningkat. Mengonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak zaitun dapat dikaitkan dengan penurunanan risiko prediabetes.
  • Usia. Meskipun diabetes dapat berkembang pada usia berapapun, risiko prediabetes dapat meningkat setelah usia 45 tahun
  • Kurang gerak. Semakin kurang aktif, semakin besar risiko prediabetes menyerang anda. Aktivitas fisik dapat membantu mengendalikan berat badan, menghabiskan gula dalam darah menjadi energi, dan membuat tubuh menggunakan insulin lebih efektif.
  • Riwayat keluarga. Risiko prediabetes akan meningkat jika anda memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2.
  • Diabetes gestasional. Jika anda menderita diabetes saat hamil (diabetes gestasional), anda dan anak berisiko lebih tinggi terkena prediabetes. Jika anda menderita diabetes gestasional, dokter kemungkinan akan memeriksa kadar gula darah anda setidaknya setiap 3 tahun sekali.
  • Sindrom ovarium polikistik. Wanita dengan kondisi ini memiliki risiko lebih tinggi terkena prediabetes.
  • Tidur. Orang dengan sleep apnea obstruktif memiliki peningkatan risiko resistensi insulin.
  • Rokok. Merokok dapat meningkatkan resistensi insulin.

Kondisi lain yang dapat dikaitkan dengan prediabetes, meliputi

  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL) rendah
  • Kadar trigliserida yang tinggi

Baca juga: Diabetes Tipe 1: Semua Hal yang Harus Anda Ketahui

Faktor risiko

Prediabetes dapat terjadi pada siapa saja, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko anda terkena prediabetes, seperti anda berusia lebih dari 45 tahun atau memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi dari 25.

Faktor risiko lainnya seperti penyimpanan lebih banyak lemak di pinggul. Anda dapat memeriksa faktor risiko ini dengan memeriksa apakah panggul anda lebih dari 101 cm jika pada pria dan 88 cm pada wanita.

Diagnosis

Dokter perlu melakukan tes darah untuk menghasilkan diagnosis yang akurat. Hal ini berarti memeriksa darah anda di laboratorium.

Hasilnya dapat bervariasi tergantung pada jenis tes. Menurut NIH, Anda harus mengikuti tes yang sama sebanyak dua kali untuk mengkonfirmasi diagnosis.[3]

1. Tes hemoglobin A1c

Tes A1c atau tes hemoglobin glikolisis, digunakan untuk mengukur kadar gula darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan terakhir. Tes ini tidak memerlukan puasa dan dapat dilakukan kapan saja.

Jika hasil tes menunjukkan 5,7 hingga 6,4 persen anda mungkin akan didiagnosis prediabetes. Mengulang tes A1c dua kali disarankan untuk mengonfirmasi hasil. Semakin tinggi nilai A1c, semakin tinggi risiko prediabetes anda akan berkembang menjadi diabetes tipe 2.

2. Tes glukosa plasma puasa (FPG)

Selama tes FPG, dokter akan meminta anda untuk berpuasa selama delapan jam atau semalam. Sebelum anda makan, dokter akan mengambil sampel darah untuk diuji.

Tingkat gula darah 100-125 mg/dL menunjukkan prediabetes.

3. Tes toleransi glukosa oral (OOGT)

Tes OOGT juga memerlukan puasa sebelum tes. Dokter akan memeriksa kadar glukosa darah anda sebanyak dua kali, satu kali pada awal perjanjian dan kemudian dua jam setelah anda minum minuman manis.

Jika kadar gula darah menunjukkan hasil 140-199 mg/dL setelah dua jam, maka tes menunjukkan anda mengalami prediabetes.

Pengobatan

Mengobati prediabetes juga dapat dianggap sebagai pencegahan diabetes tipe-2. Jika dokter mendiagnosis anda dengan pradiabetes, dokter akan merekomendasikan perubahan gaya hidup anda menjadi lebih sehat. Sebuah studi menunjukkan sekitar 58 persen akan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dalam jangka panjang.[4]

Cara paling umum untuk mengelola prediabetes adalah

  • Mempertahankan diet yang kaya serat
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengurangi berat badan
  • Minum obat secara teratur (jika diresepkan)

Beberapa orang dengan diabetes pada umumnya menggunakan pengobatan komplementer atau pengobatan alternatif untuk mengelola diabetes. Perawatan alternatif yang digunakan, seperti minum suplemen, meditasi dan akupuntur.

Selalu minta rekomendasi dokter sebelum menggunakan obat alternatif untuk mengetahui apakah berdampak pada obat yang sedang anda konsumsi atau tidak.

Diet rendah karbohidrat

Banyak penelitian menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan kontrol glukosa darah, resistensi insulin, dan berat badan. Banyak orang beranggapan bahwa asupan karbohidrat 21-70 gram perhari merupakan diet rendah karbohidrat, pada kenyataannya belum ada penelitian yang membahas seberapa banyak karbohidrat yang baik dikonsumsi bagi pradiabetes.[5]

Diet rendah karbohidrat tidak direkomendasikan untuk orang dengan kolesterol tinggi, ginjal atau penyakit jantung. Bicarakan dengan dokter jika akan akan menggunakan diet tertentu.

Komplikasi

Jika anda tidak mendapat perawatan, pradiabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan kondisi lainnya, seperti

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Kerusakan saraf
  • Kerusakan ginjal
  • Kerusakan mata
  • Kerusakan kaki, dimana aliran darah yang buruk dapat menyebabkan amputasi
  • Infeksi kulit
  • Masalah dengan pendengaran
  • Penyakit alzheimer

Berita baiknya adalah prediabetes dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup sehat jangka panjang, seperti

Konsumsi lebih banyak:

  • Ikan dengan asam lemak omega-3 seperti salmon dan tuna
  • Sayuran
  • Buah-buahan
  • Makanan berserat tinggi, seperti biji-bijian

Batasi konsumsi:

  • Natrium, tidak lebih dari 1.500 mg perhari
  • Alkohol
  • Makanan dengan tambahan gula dan lemak tidak sehat

Prediabetes bersifat reversibel. Anda dapat mencegah atau memperlambat perkembangan prediabetes dan diabetes lainnya melalui perubahan gaya hidup.

Sebuah studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan 5 hingga 7 persen sangat berdampak pada pengurangan risiko diabetes. Sampel pada penelitian tersebut mengikuti diet rendah lemak, rendah kalori dan berolahraga selama 30 menit lima kali per minggu.[6]

Gaya hidup sehat jantung, seperti

Makan kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, akan membantu anda. Menurut Mayo Clinic, diet gaya Mediterania tepat untuk digunakan.[7]

Berolahraga dapat mengurangi risiko diabetes dengan menjadi aktif secara teratur. 30 menit melakukannya setiap hari sangat direkomendasikan, seperti berjalan setiap hari dalam seminggu.

Cara untuk memasukkan aktivitas fisik ke dalam jadwal harian anda

  • Mengendarai sepeda ke tempat kerja
  • Berjalan
  • Pergi ke tempat gym
  • Berpartisipasi dalam olahraga tim

Menurut American Diabetes Association, 30 menit olahraga setiap harinya dan menurunkan berat badan 5 hingga 10 persen dapat mengurangi risiko anda terkena diabetes tipe 2 hingga 58 persen.[8]

Pencegahan

Pilihan gaya hidup dapat membantu anda dalam mencegah prediabetes dan mengurangi risiko diabetes tipe 2, seperti

  • Makan makanan sehat
  • Melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik atau sekitar 30 menit di sebagian besar hari dalam seminggu
  • Menurunkan berat badan berlebih
  • Kontrol tekanan darah dan kolesterol anda
  • Berhenti merokok

Add a Comment