Tes Kolesterol HDL: Yang harus anda ketahui

2 min read

tes kolesterol HDL

Halo pembaca Dhikly.com. Tes kolesterol HDL perlu dilakukan jika anda ingin mengetahui kadar kolesterol “baik” dalam tubuh atau anda ingin mengetahui seberapa besar risiko anda terkena penyakit jantung atau stroke.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui apa dan bagaimana tes kolesterol HDL itu? Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Apa itu tes kolesterol HDL

Tes kolesterol HDL dilakukan untuk mengukur tingkat kolesterol baik dalam tubuh. Kolesterol merupakan zat lilin yang ditemukan di semua sel dalam tubuh. Kolesterol HDL berfungsi membantu tubuh dalam membangun sel. Kolesterol dibawa melalui aliran darah yang melekat pada protein yang disebut dengan lipoprotein.

Dua jenis kolesterol yang terdapat dalam tubuh anda, yaitu High Density Lipoproteins (HDL), yang merupakan kolesterol “baik”, dan Low Density Lipoproteins (LDL) atau kolesterol “buruk”.

HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena membawa LDL, trigliserida, dan lemak berbahaya untuk mengembalikannya ke hati agar dipecah. Ketika HDL mencapai hati, hati akan memecah LDL, mengubahnya menjadi empedu dan mengeluarkannya dari tubuh.

Sebagian besar dari tubuh terdiri dari kolesterol LDL. Kolesterol LDL dianggap sebagai kolesterol “buruk”, karena jika tubuh memiliki kadar yang tinggi kolesterol LDL maka dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri. Hal ini dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke.

Penelitian telah menunjukkan orang yang memiliki kadar kolesterol HDL tinggi dalam tubuh, memiliki lebih rendah risiko terkena penyakit arteri koroner. Dokter akan memeriksa kadar kolesterol anda menggunakan tes sederhana.

Mengapa tes kolesterol HDL dilakukan?

Tes kolesterol HDL juga dikenal dengan tes HDL-C. Ini adalah salah satu dari beberapa tes yang dapat digunakan dokter untuk memeriksa kadar kolesterol anda. Serangkaian tes ini dikenal sebagai tes kolesterol lengkap, profil lipid atau panel lipid. Dokter secara rutin akan menggunakan kelompok tes ini untuk menentukan risiko terkena penyakit jantung.

Tes kolesterol HDL secara khusus melihat angka HDL dalam darah anda. Tes HDL juga dapat dijadikan tes tindak lanjut jika anda memiliki hasil yang tinggi pada tes skrining kolesterol anda.

American Heart Association merekomendasikan agar semua orang dewasa yang berusia 20 atau lebih tua memeriksakan kolesterolnya setiap empat hingga enam tahun. Dokter dapat melakukan tes HDL sebagai bagian dari pemeriksaan rutin.

Dokter dapat melakukan tes secara teratur pada orang-orang yang berisiko terkena penyakit jantung. Termasuk mereka yang:

  • Menderita diabetes
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Pria berusia diatas 45 tahun
  • Wanita berusia diatas 55 tahun
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Memiliki penyakit jantung atau pernah mengalami serangan jantung

Dokter juga dapat melakukan tes kolesterol HDL untuk memantau efektivitas perawatan atau untuk melihat apakah perubahan gaya hidup seperti diet, olahraga, atau berhenti merokok berhasil menurunkan kadar kolesterol anda.

Risiko tes kolesterol HDL

Tes kolesterol HDL membutuhkan pengambilan darah sederhana. Hal ini jarang menyebabkan masalah serius. Risiko dalam pengambilan sampel darah, antara lain:

  • Hematoma atau pendarahan dibawah kulit
  • Pendarahan yang berlebihan
  • Pingsan
  • Infeksi

Persiapan tes kolesterol HDL

Dokter akan memberi anda petunjuk lengkap tentang cara mempersiapkan diri sebelum melakukan tes kolesterol HDL. Hal ini mungkin termasuk tidak minum obat tertentu untuk jangka waktu pendek atau puasa hingga 12 jam sebelum tes.

Anda seharusnya tidak menjalani tes kolesterol HDL saat sakit. Tingkat kolesterol sementara akan lebih rendah jika anda sedang mengalami penyakit akut, setelah serangan jantung, dan selama peristiwa stress seperti setelah operasi atau kecelakaan.

Dianjurkan untuk menunggu setidaknya enam minggu setelah penyakit apapun, sebelum melakukan tes kolesterol HDL. Pada wanita, kolesterol HDL bisa berubah selama kehamilan. Anda harus menunggu setidaknya enam minggu setelah melahirkan sebelum HDL anda diukur.

Proses tes kolesterol HDL

Tes kolesterol HDL dilakukan dengan cepat dan relatif tidak menimbulkan rasa sakit. Penyedia layanan kesehatan akan mengambil sampel darah menggunakan jarum. Anda akan merasakan sengatan jarum saat sampel darah anda diambil. Beberapa tes, seperti tes dirumah, hanya membutuhkan setetes darah yang diambil menggunakan jarum kecil yang disebut dengan lancet.

Ketika petugas menarik cukup darah ke botol kedap udara yang melekat pada jarum, mereka akan mengemas sampel dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Jika anda merasa pusing setelah pengambilan darah, anda dapat beristirahat dan mungkin bisa makan camilan atau minuman manis untuk membantu anda merasa lebih baik.

Hasil dari tes kolesterol HDL

Menurut Mayo Clinic, kadar kolesterol HDL yang optimal adalah lebih dari 60 mg/dL. Tingkat HDl yang berada dibawah 40 mg/dL untuk pria dan 50 mg/dL untuk wanita menunjukkan peningkatan risiko penyakit jantung.

Kolesterol tinggi pada umumnya tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Sangat penting untuk melakukan tes kolesterol secara teratur, terutama jika anda memiliki salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Add a Comment