Ulkus Peptikum (Tukak Lambung): Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Lainnya

3 min read

Ulkus Peptikum (Tukak Lambung)

Halo pembaca Dhikly.com. Artikel ini akan membahas tentang ulkus peptikum atau tukak lambung yang meliputi gejala, penyebab, faktor risiko, pengobatan dan lainnya. Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Ulkus peptikum atau tukak lambung

Ulkus peptikum adalah luka yang terbentuk di lapisan perut, kerongkongan bagian bawah atau usus kecil. Mereka biasanya terbentuk sebagai akibat dari peradangan yang disebabkan oleh bakteri H. Pylori dan erosi asam lambung. Radang lambung merupakan masalah kesehatan yang cukup umum.

Terdapat tiga jenis tukak lambung, yaitu

  • Gastric ulcers: bisul yang berkembang di dalam lambung
  • Esophageal ulcers: bisul yang berkembang di dalam kerongkongan
  • Ulkus duodenum: ulkus yang berkembang di bagian atas usus kecil, yang disebut dengan duodenum

Penyebab

Beberapa faktor dapat menyebabkan lapisan lambung, kerongkongan dan usus kecil pecah, seperti

  • Helicobacter (H. pylori), sejenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi lambung dan peradangan
  • Sering menggunakan aspirin, ibuprofen dan obat antiinflamasi lainnya
  • Merokok
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol
  • Terapi radiasi
  • Kanker perut

Gejala

Gejala yang paling umum dari ulkus peptikum adalah rasa sakit pada perut yang memanjang dari pusar ke dada, dari ringan hingga parah. Dalam beberapa kasus, rasa sakit dapat menyebabkan anda sulit tidur. Ulkus peptikum mungkin tidak menimbulkan gejala apapun pada fase awal.

Tanda umum lain dari ulkus peptikum, meliputi

  • Perubahan nafsu makan
  • Mual
  • maag
  • Tinja berdarah atau berwarna gelap
  • Penurunan berat badan
  • Gangguan pencernaan
  • Muntah
  • Intoleransi makanan berlemak
  • Nyeri pada dada

Diagnosis tukak lambung

Dua jenis tes yang dapat digunakan untuk mendiagnosis ulkus peptikum, yaitu endoskopi bagian atas dan saluran pencernaan bagian atas (GI)

Endoskopi bagian atas

Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan tabung panjang dengan kamera di tenggorokan dan masuk kedalam perut lalu ke usus kecil untuk memeriksa daerah yang bermasalah.

Instrumen tersebut juga memungkinkan dokter mengambil sampel jaringan untuk diperiksa.

Tidak semua kasus memerlukan endoskopi bagian atas. Namun, prosedur ini direkomendasikan untuk orang yang berisiko kanker lambung. Hal ini termasuk orang yang berusia diatas 45 tahun, serta orang yang mengalami:

  • Anemia
  • Penurunan berat badan
  • Pendarahan gastrointestinal
  • Kesulitan menelan

GI bagian atas

Jika anda tidak mengalami kesulitan menelan dan memiliki risiko kanker perut bagian bawah, dokter mungkin kan merekomendasikan tes GI bagian atas. Untuk prosedur ini, anda akan minum cairan kental yang disebut barium.

Kemudian seorang teknisi akan melakukan rontgen perut, kerongkongan, dan usus kecil. Cairan dapat memungkinkan dokter untuk melihat dan mengobati tukak lambung.

Karena H. Pylori adalah penyebab tukak lambung, dokter juga akan melakukan tes untuk memeriksa infeksi ini di perut.

Faktor risiko

Anda dapat meningkatkan risiko tukak lambung jika

  • Merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko ulkus peptikum pada orang yang terinfeksi H. Pylori
  • Minum alkohol. Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan lendir perut, hal itu dapat meningkatkan jumlah asam lambung.
  • Stres yang tidak diobati
  • Makan makanan pedas

Faktor tersebut tidak menyebabkan bisul, tapi faktor tersebut dapat menyebabkan kondisi menjadi lebih buruk dan lebih sulit untuk disembuhkan.

Pengobatan

Jenis perawatan tergantung pada penyebab dari ulkus peptikum. Jika tes menunjukkan bahwa anda memiliki infeksi H. Pylori, dokter mungkin akan meresepkan kombinasi obat. Anda harus minum hingga dua minggu. Obat-obatan seperti antibiotik dapat digunakan untuk membantu membunuh infeksi dan inhibitor pompa proton (PPI) untuk membantu mengurangi asam lambung.

Anda mungkin mengalami efek samping kecil seperti diare atau sakit perut akibat rejimen antibiotik. Jika efek samping ini menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan atau tidak menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, segera konsultasikan dengan dokter.

Jika dokter menentukan bahwa anda tidak memiliki infeksi H. Pylori, dokter mungkin akan merekomendasikan resep atau PPI yang dijual bebas seperti Prilosec atau Prevacid hingga delapan minggu untuk mengurangi asam lambung dan membantu tukak anda sembuh.

Pemblokiran asam seperti famotidine (Pepcid) juga dapat mengurangi asam lambung dan sakit maag. Obat-obatan ini tersedia dengan resep dan ada juga yang dijual bebas dalam dosis yang lebih rendah.

Dokter mungkin juga meresepkan sucralfate (Carafate) yang akan melapisi perut anda dan mengurangi gejala tukak lambung.

Komplikasi

Ulkus peptikum yang tidak diobati dapat menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. Mereka dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih serius seperti

  • Perforasi. Lubang terbentuk dilapisan lambung atau usus kecil dan menyebabkan infeksi. Tanda adanya ulkus perforasi adalah nyeri pada perut yang mendadak dan parah.
  • Pendarahan internal. Bisul berdarah yang dapat menyebabkan kehilangan darah yang signifikan dan karenanya biasanya memerlukan rawat inap. Tanda-tanda ulkus peptikum berdarah biasanya akan terasa pusing, sakit kepala ringan dan feses berwarna hitam.
  • Jaringan perut. Ini adalah jaringan tebal yang berkembang setelah cedera. Jaringan ini menyebabkan makanan sulit melewati saluran pencernaan. Tanda-tandanya meliputi muntah dan penurunan berat badan.

Ketiga komplikasi tersebut serius dan mungkin memerlukan pembedahan. Cari pertolongan medis darurat jika anda mengalami gejala berikut ini

  • Tiba-tiba perut terasa nyeri
  • Pingsan, keringat berlebih, atau kebingungan, hal ini merupakan tanda anda syok
  • Muntah darah
  • Perut terasa nyeri ketika disentuh
  • Sakit perut yang memburuk ketika bergerak, tapi reda ketika anda diam

Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar tukak lambung akan sembuh. Namun, anda mungkin tidak sembuh jika berhenti minum obat lebih awal atau masih konsumsi alkohol, tembakau dan penghilang rasa sakit nonsterois selama pengobatan.

Jika maag anda tidak sembuh dengan pengobatan awal. Mungkin beberapa kondisi terjadi pada anda, seperti

  • Produksi asam lambung yang berlebihan
  • Adanya bakteri H. Pylori pada perut
  • Penyakit lain, seperti kanker lambung atau penyakit cohn

Dokter mungkin akan menawarkan metode perawatan yang berbeda atau menjalankan tes tambahan untuk mengobati kanker lambung dan penyakit pencernaan lainnya.

Pencegahan

Pilihan dan kebiasaan hidup tertentu dapat mengurangi risiko anda terkena ulkus peptikum. Seperti

  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Cuci tangan sesering mungkin untuk menghindari infeksi
  • Membatasi penggunaan ibuprofen, aspirin dan naproxen.

Mempertahankan gaya hidup sehat dengan berhenti merokok dan penggunaan tembakau lainnya dan makan makanan seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran dan biji-bijian akan membantu anda mencegah berkembangnya tukak lambung.

Sumber:
Peptic ulcer disease. (2016). my.clevelandclinic.org/health/articles/peptic-ulcer-disease
Mayo Clinic Staff. (2017). Peptic ulcer: Overview. mayoclinic.org/diseases-conditions/peptic-ulcer/home/ovc-20231363
Caufield SP, et al. (2012). Peptic ulcer disease. patients.gi.org/topics/peptic-ulcer-disease

Add a Comment