Vagina Gatal Saat Hamil? Berikut Penyebab, Pengobatan Dan Lainnya

3 min read

Vagina Gatal Saat Hamil

Halo, pembaca Dhikly.com. Artikel ini membahas tentang vagina gatal saat hamil yang meliputi gejala, penyebab, pengobatan dan pencegahan. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Vagina Gatal Saat Hamil

Wanita hamil sering mengalami gatal-gatal pada vagina di beberapa titik selama kehamilan. Hal ini wajar dan umum terjadi.

Banyak hal yang dapat menyebabkan vagina gatal saat hamil. Beberapa mungkin merupakan hasil dari perubahan yang dialami tubuh saat hamil.

Penyebab

Kondisi berikut ini dapat menyebabkan vagina gatal saat hamil :

1. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri ini dapat terjadi jika keseimbangan antara bakteri baik dan jahat di vagina tidak seimbang. Infeksi vagina yang umum ini biasanya terjadi pada wanita yang aktif secara seksual, baik mereka sedang hamil atau tidak. Gejalanya meliputi:

  • Gatal
  • Kemerahan sekitar vagina
  • Bau seperti ikan, terutama setelah berhubungan seksual

2. Vaginal yeast infection

Selain bakteri, vagina anda biasanya mengandung sedikit ragi, Perubahan hormon yang berkaitan dengan kehamilan dapat mengganggu keseimbangan pH pada vagina, menyebabkan produksi ragi berlipat ganda.

Berikut gejala terjadinya infeksi ragi:

  • Gatal
  • Terasa panas
  • Keputihan yang memiliki tekstur kental

3. Keputihan meningkat

Jumlah keputihan dan lendir serviks yang anda keluarkan meningkat selama kehamilan. Perubahan hormon ini menyebabkan pelunakan serviks dan dinding vagina.

Keputihan diproduksi untuk melindungi vagina dari infeksi, tetapi dapat mengiritasi kulit vulva, sehingga menyebabkan vagina merah dan gatal.

4. Vagina kering

Perubahan hormon dapat menyebabkan kekeringan pada vagina, hal ini terjadi pada beberapa orang selama kehamilan. Bukti menunjukkan bahwa mereka yang menyusui saat hamil lebih mungkin mengalami gejala ini.

Kemerahan, iritasi, dan rasa sakit saat berhubungan seks juga dapat terjadi.

Progesteron rendah juga dapat menyebabkan kekeringan vagina pada beberapa wanita hamil sehingga menyebabkan vagina gatal saat hamil. Karena hormon ini diperlukan untuk mempertahankan kehamilan, konsultasikan dengan dokter jika anda memiliki gejala ini.

5. Vagina lebih sensitif

Selama kehamilan, vagina menjadi membesar dan mungkin terasa meregang dan lebih sensitif dari biasanya.

Produk yang anda gunakan dengan nyaman sebelum hamil sekarang dapat mengiritasi kulit anda, menyebabkan gatal dan merah. Produk yang dapat menyebabkan hal ini terjadi meliputi:

  • Deterjen
  • Mandi dengan sabun busa
  • Sabun mandi

6. Infeksi saluran kemih (ISK)

Rahim berada diatas kandung kemih. Selama kehamilan, kandung kemih dapat mengalami penekanan yang lebih. Hal tersebut dapat menghalangi pengeluaran urin, sehingga menyebabkan infeksi terjadi.

Karena alasan ini, wanita hamil dapat memiliki risiko lebih besar terkena ISK.

Bakteri juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, seperti bakteri streptokokus group B (GBS). Sekitar 1 dari 4 wanita hamil dinyatakan positif setelah tes GBS. Pada umumnya penderita GBS akan mengalami gejala :

  • Intensitas buang air kecil meningkat
  • Sakit perut
  • Vagina gatal dan terasa seperti terbakar
  • Darah dalam urin
  • Rasa sakit saat berhubungan seksual

7. Kolestasis kehamilan

Kondisi ini dapat terjadi pada akhir kehamilan. Para ahli menyatakan bahwa penyebabnya adalah genetika dan hormon selama kehamilan.

Kolestasis kehamilan menyebabkan rasa gatal di telapak tangan dan telapak kaki. Gatal mungkin mulai memengaruhi seluruh tubuh, termasuk vagina gatal saat hamil. Ruam dan kemerahan tidak terjadi pada kondisi ini.

8. Infeksi menulak seksual (IMS)

IMS seperti herpes genital, HPV, dan trikomoniasis, semuanya mungkin menyebabkan vagina gatal sebagai gejala awal.

Anda bisa saja hamil ketika memiliki IMS atau mendapatkan IMS selama kehamilan.

Jika IMS memang menunjukkan gejala, anda mungkin akan mengalami seperti:

  • Muncul ruam
  • Sensasi terbakar
  • Kutil
  • Demam
  • Keputihan
  • Gejala seperti flu

IMS dapat berdampak buruk pada anda dan bayi anda, tetapi anda dapat mengurangi risiko yang terjadi dengan memeriksanya ke dokter.

Baca juga: Jatuh Saat Hamil, Apa Yang Harus Dilakukan?

Pengobatan

vagina gatal saat hamil sering kali tidak menyebabkan hal serius dan seringkali dapat diatasi dengan pengobatan dirumah.

Pengobatan vagina gatal saat hamil dapat bervariasi berdasarkan penyebabnya, seperti

  • Pengobatan anti jamur.
    Jika dokter menyatakan bahwa anda memiliki infeksi jamur, anda dapat menggunakan krim anti jamur atau supositoria untuk mengobatinya. Jangan gunakan flukonazol (Diflucan), karena obat anti jamur satu ini dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran dan tidak boleh diminum selama kehamilan.
  • Soda kue.
    Kulit gatal dapat diatasi dengan berendam dalam bak soda kue atau menggunakan kompres soda kue pada area tersebut.
  • Air dingin.
    Mandi dengan air dingin dan kompres dingin juga dapat membantu mengurangi rasa gatal yang terjadi.
  • Mengganti produk yang sedang digunakan.
    Jika anda berfikir bahwa produk yang anda gunakan menyebabkan gatal, cobalah untuk tidak menggunakannya atau menggantinya dengan produk alami dan lembut yang dirancang untuk digunakan selama kehamilan.
  • Antibiotik.
    Anda akan memerlukan obat resep jika anda menderita ISK, IMS atau bakteri vaginosis.
  • Kortikosteroid.
    Krim anti gatal topikal seperti kortikosteroid dapat membantu mengurangi rasa gatal yang terjadi.

Pencegahan

Mungkin sulit untuk sepenuhnya menghindari vagina gatal saat hamil, tetapi perilaku proaktif tertentu dapat membantu.

Berikut tips yang dapat anda lakukan untuk mencegah vagina gatal saat hamil terjadi:

  • Usahakan menjaga pH vagina anda tetap sehat dengan mengonsumsi yogurt misalnya.
  • Kenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun atau kain yang memberi kenyamanan pada vagina lainnya.
  • Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat
  • Segera ganti pakaian basah, seperti ketika selesai renang atau olahraga lainnya.
  • Hindari menggunakan produk dengan aroma menyengat, berbahan kimia atau yang dapat menyebabkan iritasi.
  • Bersihkan dengan baik, terutama setelah pergi dari kamar mandi. Selalu bersihkan bagian depan dan belakang
  • Jangan sentuh, dengan menyentuh dapat menyebabkan keseimbangan pH alami vagina berubah.

Kapan harus ke dokter?

Jika anda mengalami gejala yang tidak nyaman dan anda khawatir terkait kehamilan, segera konsultasikan ke dokter.

Jika anda sudah melakukan pengobatan rumahan namun tidak kunjung hilang, segera periksakan ke dokter.

Jika gatal pada vagina disertai dengan gejala lain, seperti rasa sakit atau keputihan yang kental dan berbau, segera temui dokter untuk mengurangi risiko infeksi.

Catatan

Vagina gatal saat hamil adalah kejadian yang umum terjadi dan sering kali tidak memerlukan perawatan medis yang berarti. Hal ini dikaitkan dengan perubahan hormonal yang memang terjadi selama kehamilan.

Jika anda khawatir tentang gejala ini atau gejala lain yang menyertainya, seperti rasa sakit atau bau, anda dapat memeriksanya ke dokter.

Referensi:
FDA drug safety communication: FDA to review study examining use of oral fluconazole (Diflucan) in pregnancy. (2016). fda.gov/drugs/drug-safety-and-availability/fda-drug-safety-communication-fda-review-study-examining-use-oral-fluconazole-diflucan-pregnancy?source=govdelivery&utm_medium=email&utm_source=govdelivery
Group B strep (GBS). (2018). cdc.gov/groupbstrep/index.html
Group B strep infection. (2013). marchofdimes.org/complications/group-b-strep-infection.aspx
STDs during pregnancy – CDC fact sheet. (2016). cdc.gov/std/pregnancy/stdfact-pregnancy.htm
Tobah YB. (2018). What’s the best way to treat a yeast infection during pregnancy? mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginitis/expert-answers/yeast-infection-during-pregnancy/faq-20058355
Vaginal thrush. (2018). betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/vaginal-thrush

Add a Comment