Vaksin HPV: Seputar Vaksin Pencegah Kanker

3 min read

Vaksin HPV

Halo pembaca Dhikly.com Artikel ini membahas seputar vaksin HPV terkait dengan pertanyaan umum yang sering terlontarkan, apa saja? Yuk simak ulasannya berikut ini!.

Vaksin HPV

Vaksin HPV telah ada selama bertahun tahun, namun tidak semua orang tahu persis apa itu atau apa fungsinya. Anda mungkin bertanya tanya: bagaimana cara kerjanya? apakah ini aman? haruskah anda atau anak anda mendapatkannya?

Berikut adalah jawaban dan pertanyaan umum terkait vaksin HPV

Apa itu HPV?

HPV adalah singkatan dari human papillomavirus. Ini adalah virus yang dapat ditularkan melalui kontak seksual. Selama hubungan seksual atau seks oral, HPV dapat masuk melalui alat kelamin, mulut atau tenggorokan dan dapat menyebabkan infeksi.

HPV yang dapat ditularkan secara seksual terdapat lebih dari 40 varietas berbeda. Jenis virus yang menyerang dapat menentukan efek apa yang ditimbulkan terhadap tubuh. Jenis HPV tertentu menyebabkan kutil pada kelamin. Jenis HPV lainnya dapat membuat sel berubah menjadi kanker.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa HPV menyebabkan kanker serviks, namun selain itu HPV juga dapat menyebabkan kanker vulva, vagina, penis, anus, kepala dan leher.

Yang lebih menakutkan tentang HPV adalah tidak adanya gejala. Tidak ada sakit tenggorokan atau demam untuk memberitahu anda bahwa telah terinfeksi. Bahkan anda mungkin sama sekali tidak tahu anda telah terinfeksi sampai anda tahu bahwa anda menderita kutil kelamin atau setelah melakukan tes laboratorium.

Meskipun HPV mungkin tidak dikenal di kalangan Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti herpes atau sifilis, faktanya HPV adalah IMS paling umum terjadi. Jika anda aktif secara seksual, ada peluang yang besar untuk terinfeksi HPV. Itu sebabnya imunisasi sangat penting.

Ada dua vaksin HPV, apa bedanya?

Dua vaksin tersebut tersedia untuk melindungi dari jenis HPV yang menyebabkan sebagian besar kanker serviks, vagina, vulva, penis dan anal. Dua vaksin tersebut adalah Gardasil dan Gardasil 9.

Kedua vaksin tersebut melindungi terhadap sebagian besar kutil kelamin. Kedua vaksin sama saja, namun anda harus tetap menggunakan vaksin yang sama jika vaksin dilakukan beberapa tahap.

Apakah saya harus mendapatkan vaksin HPV?

Apakah anda harus divaksinasi tergantung pada usia dan tempat tinggal anda. Di negara bagian tertentu, anak perempuan dan laki laki dalam usia yang disarankan mungkin perlu mendapatkan vaksin HPV.

Mendapatkan vaksinasi dapat membantu mengurangi prevalensi infeksi HPV. HPV diketahui dapat menyebabkan kanker serviks, vagina, vulva, dan anal serta kanker pada bagian tenggorokan.

Gardasil mencegah HPV-16 dan HPV-18, yang mampu mengatasi 70% dari semua jenis kanker serviks, serta HPV-6 dan HPV-11, yang diketahui melindungi dari 90% jenis kutil kelamin. Gardasil 9 juga sama melindungi manusia dari jenis jenis HPV.

Kapan saya mendapatkan imunisasi HPV?

Waktu terbaik untuk mendapatkan vaksin HPV adalah sebelum anda mulai melakukan aktivitas seksual. Itu sebabkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar anak laki-laki dan perempuan mendapatkan vaksin pada usia 9-12 tahun

Namun, anda dapat melakukan vaksin HPV hingga usia 26. Gardasil 9 dapat diberikan kepada pria dan wanita hingga usia 45 tahun.

Jika saya berusia di atas 26, apakah saya masih dapat divaksinasi?

Vaksin Gardasil tidak direkomendasikan untuk orang di atas usia 26, karena belum diteliti dengan cukup baik pada kelompok usia ini.

Jika cukup banyak penelitian di masa depan menunjukkan bahwa itu aman dan efektif untuk orang di atas 26 tahun, mungkin akan ada rekomendasi dari instansi kesehatan terhadap kelompok usia ini.

Berapa banyak suntikan yang saya butuhkan?

Anda akan mendapatkan tiga suntikan vaksin HPV selama periode 6 bulan. Anda perlu mengambil ketiga dosis tersebut agar sepenuhnya terlindungi.

Anda akan mendapatkan suntikan kedua sekitar 1 hingga 2 bulan setelah suntikan pertama diberikan dan suntikan ketiga 6 bulan setelah suntikan pertama.

Jika saya sudah memiliki HPV, akankah vaksin ini mengobatinya?

Tidak. Jika anda memiliki HPV saat ini, vaksin tidak akan menghilangkan infeksi. Namun jika anda memiliki satu jenis HPV, vaksin dapat mencegah anda mendapatkan jenis HPV lainnya.

Benar benar tidak ada cara untuk mengobati virus setelah anda menderitanya, walaupun ada perawatan untuk penyakit yang disebabkan HPV seperti kutil kelamin dan kanker genital.

Inilah sebabnya mengapa anda harus melakukan pemeriksaan panggul dan tes pap secara teratur (jika anda wanita) untuk melakukan skrining kanker serviks.

Apakah vaksin HPV melindungi saya seumur hidup?

Vaksin memang menawarkan perlindungan jangka panjang. Namun, wanita yang telah menerima vaksin harus tetap memeriksakan diri ke dokter kandungan secara teratur untuk memeriksa kanker serviks, karena vaksin tersebut tidak melindungi terhadap semua jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Apakah vaksin HPV aman?

Vaksin harus diuji secara ketat sebelum didistribusikan secara luas. Vaksin ini diuji pada ribuan orang dan terbukti aman sebelum dirilis ke publik.

Vaksin ini telah digunakan selama bertahun-tahun hingga sekarang, dan para ahli mengatakan kemungkinan mereka menyebabkan reaksi serius sangat kecil terjadi.

Apakah ada alasan mengapa saya tidak mendapatkan vaksin ini?

Beberapa orang seharusnya tidak mendapatkan vaksin. Anda pasti tidak ingin mendapatkan vaksin HPV jika anda memiliki reaksi alergi serius terhadap komponennya. Beri tahu dokter jika anda memiliki alergi apapun. Bicarakan dengan dokter jika anda memiliki masalah sistem kekebalan tubuh atau kelainan darah.

Jika anda hamil, anda harus menunggu untuk mendapatkan vaksin sampai bayi anda lahir. Dalam studi, vaksin ini belum ditemukan menyebabkan masalah pada bayi yang ibunya mendapatkan vaksin saat hamil, namun wanita hamil tidak boleh mendapatkan vaksin hpv, karena studi keamanan sedang berlangsung.

Apakah ada efek sampingnya?

Anda bisa saja mendapat efek samping, namun ringan. Kebanyakan orang yang mengeluh gejala setelah mendapatkan vaksin memiliki masalah kecil seperti pembengkakan pada lokasi suntik, demam, pusing dan mual.

Terkadang, orang pingsan setelah mendapatkan vaksin ini atau vaksin lainnya. Duduk setelah mendapatkan vaksin membantu mencegah anda pingsan.

Referensi:
Center for Young Women’s Health: “HPV Vaccine.”
Giuliano, A. The New England Journal of Medicine, February 2011; vol 364: pp 401-411.
National Conference of State Legislatures: “HPV Vaccine.”
Immunization Action Coalition: “HPV Vaccines: Questions & Answers.”
American Cancer Society: ”What are the key statistics about cervical cancer?”

Add a Comment